BLACKPINK Comeback dengan DEADLINE, Saham YG Naik 8 Persen
- Saham YG Entertainment tercatat naik lebih dari 8% pada perdagangan awal 27 Februari 2026, mencerminkan optimisme investor terhadap kembalinya BLACKPINK.

Distika Safara Setianda
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – BLACKPINK resmi comeback sebagai grup lengkap dengan merilis mini album ketiga mereka, DEADLINE, pada 27 Februari 2026. Comeback ini menjadi kembalinya mereka sebagai formasi penuh setelah tiga tahun lima bulan.
Album yang sangat dinantikan ini dirilis setelah tur dunia mereka yang dimulai pada 2025 dan semakin memperluas pengaruh internasional grup tersebut. Lewat DEADLINE, BLACKPINK berambisi menegaskan kembali posisinya sebagai salah satu nama teratas di industri musik global.
Menurut YG Entertainment, album ini menangkap momen-momen paling tak terlupakan dari BLACKPINK yang tak bisa diputar kembali, sekaligus menampilkan grup dalam kondisi paling bersinar saat ini. Album berisi lima lagu tersebut menghadirkan beragam genre dan gaya musik, menegaskan perkembangan artistik mereka yang terus bertransformasi.
Dilansir dari KbiZoom, lagu utama GO menampilkan ciri khas percaya diri dan energi tinggi yang identik dengan BLACKPINK, memadukan aransemen instrumen yang kuat dengan hook yang adiktif. Seruan “Blackpink’ll make ya” menggarisbawahi tema keberanian dan persatuan.
Lagu lainnya dalam album ini mencakup single pra-rilis bergenre hardstyle EDM, JUMP, Me and My yang terinspirasi dari nuansa hip-hop retro, anthem penuh semangat berjudul Champion, serta Fxxxboy yang sarat dengan emosi mendalam.
Kolaborasi Budaya dengan Museum Nasional Korea
Menjelang perilisan album, BLACKPINK bekerja sama dengan National Museum of Korea dalam proyek khusus bertajuk “NMK X BLACKPINK.” Kolaborasi ini menandai kerja sama pertama museum tersebut dengan kekayaan intelektual dari pihak eksternal.
Museum tersebut juga menggelar sesi dengar eksklusif sebelum perilisan resmi, yang menampilkan kelima lagu terbaru mereka. Dalam perpaduan simbolis antara K-pop dan warisan budaya, para anggota BLACKPINK turut merekam panduan audio multibahasa yaitu bahasa Korea, Inggris, dan Thailand, untuk delapan harta nasional, lengkap dengan penjelasan mengenai artefak bersejarah.
Instalasi berskala besar bernuansa merah muda yang dipasang di museum tersebut sukses mencuri perhatian, menghadirkan tampilan visual yang mencolok menjelang comeback mereka.
Sorotan Media Global

Sejumlah media internasional ternama, seperti Billboard, Rolling Stone, dan NME, turut memantau dengan saksama kembalinya BLACKPINK. Billboard bahkan menyebut visual teaser mereka sebagai sensual dan tak terbantahkan daya tariknya, sehingga semakin meningkatkan ekspektasi terhadap era baru grup ini.
Sebelumnya, BLACKPINK mencetak sejarah lewat album penuh kedua mereka, BORN PINK, yang berhasil menduduki puncak tangga lagu Billboard 200 dan UK Official Albums Chart. Grup ini juga meraih status double-million seller serta menarik 1,8 juta penonton dalam satu rangkaian tur, mencatatkan berbagai rekor sebagai girl group K-pop.
Selain itu, grup ini baru saja mencatat sejarah sebagai artis pertama di dunia yang melampaui 100 juta pelanggan di YouTube, semakin menegaskan besarnya pengaruh digital mereka di kancah global.
Respons Pasar: Saham YG Melonjak
Comeback ini telah memberikan dampak finansial yang terukur. Saham YG Entertainment tercatat naik lebih dari 8% pada perdagangan awal 27 Februari 2026, mencerminkan optimisme investor terhadap kembalinya BLACKPINK.
Perusahaan afiliasi, YG Plus, juga melaporkan kinerja tahunan yang solid dengan pendapatan sekitar 236 miliar KRW dan laba operasional sebesar 32,3 miliar KRW pada tahun sebelumnya. Perusahaan menyebut pertumbuhan tersebut sebagian besar didorong oleh penjualan merchandise dari tur dunia BLACKPINK.
Lewat DEADLINE, BLACKPINK bukan hanya menandai reuni yang telah lama ditunggu-tunggu, tapi juga menandakan babak ambisius baru dalam dominasinya di panggung global. Para pengamat industri mengamati dengan cermat untuk melihat apakah grup ini sekali lagi dapat membentuk kembali lanskap pop internasional.

Distika Safara Setianda
Editor
