7 Uang Kertas Kuno Termahal, dari Rp100 sampai Duit Dinasti Ming
- Deretan uang kertas kuno dari Indonesia hingga dunia ini bernilai fantastis, bahkan tembus miliaran rupiah dan jadi incaran kolektor.

Chrisna Chanis Cara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID — Uang kuno tidak lagi sekadar alat tukar yang ditarik dari peredaran, tetapi telah bertransformasi menjadi aset koleksi bernilai tinggi di pasar barang antik global.
Kelangkaan, nilai historis, serta kondisi fisik menjadi faktor utama yang mendorong harga uang kuno—terutama uang kertas—melonjak hingga ratusan juta bahkan miliaran rupiah. Tak heran, pasar kolektor uang kuno terus berkembang, baik di Indonesia maupun internasional.
Berikut deretan uang kertas kuno yang menjadi incaran kolektor karena nilainya yang fantastis:
1. Uang Kertas Rp100 Tahun 1992
Pecahan Rp100 berwarna merah dengan gambar perahu layar ini pernah beredar sejak 28 Desember 1992 sebelum akhirnya ditarik pada 2000.
Meski tergolong “modern” dibanding koleksi lain, uang ini tetap diminati kolektor. Di pasar daring, nilainya berkisar dari Rp10 ribu hingga mencapai sekitar Rp300 ribu per lembar, tergantung kondisi dan kelangkaan.
2. Uang Kertas 1.000 Gulden Hindia Belanda
Diterbitkan oleh De Javasche Bank pada periode 1930-an, uang ini menjadi salah satu simbol sistem keuangan kolonial di Indonesia.
Dengan desain bergambar wayang dan usia yang sudah mendekati satu abad, pecahan ini sangat langka. Nilainya di pasar kolektor bisa mencapai sekitar Rp100 juta per lembar.
3. Uang Kertas US$1.000 (Amerika Serikat)
Pecahan langka dari Amerika Serikat ini berasal dari akhir abad ke-19, sekitar tahun 1890. Karena usia dan kelangkaannya, uang ini pernah dilelang hingga US$3,29 juta atau sekitar Rp49 miliar. Nilai tersebut menjadikannya salah satu uang kertas paling mahal di dunia.
4. Uang Kertas 100 Pound Selandia Baru
Sebelum beralih ke dolar pada 1967, Selandia Baru menggunakan pound sebagai mata uang resmi. Salah satu pecahan paling diburu adalah edisi 1929 yang diterbitkan oleh Bank of New Zealand. Dalam lelang, uang ini pernah terjual sekitar US$11.500 atau setara Rp173 juta.
5. Uang Kertas Dinasti Ming
Uang kertas dari Dinasti Ming sering disebut sebagai salah satu bentuk awal uang kertas di dunia. Dari sisi sejarah, nilai koleksinya sangat tinggi. Salah satu temuan yang dilelang mencapai US$35.806 atau sekitar Rp536 juta, mencerminkan tingginya minat kolektor terhadap artefak ekonomi kuno.
6. Uang Kertas Rp5.000 Tahun 1958
Pecahan ini menampilkan ilustrasi perempuan memegang padi dan lanskap persawahan, mencerminkan identitas agraris Indonesia pada masa awal kemerdekaan.
Pada zamannya, nilai Rp5.000 tergolong sangat besar bahkan disebut bisa digunakan untuk membeli kendaraan. Kini, uang tersebut menjadi barang koleksi dengan harga sekitar Rp4 juta per lembar.
Nilai Koleksi dan Faktor Penentu Harga
Harga uang kuno sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor utama:
- Kelangkaan (rarity)
- Kondisi fisik (grade/quality)
- Nilai sejarah
- Permintaan pasar kolektor
Semakin terbatas jumlah yang beredar dan semakin baik kondisinya, maka nilai jualnya cenderung meningkat signifikan.
Bukan Sekadar Koleksi, Tapi Aset Alternatif
Tren mengoleksi uang kuno kini tidak hanya digerakkan oleh hobi, tetapi juga sebagai bentuk investasi alternatif. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, aset berbasis koleksi seperti uang kuno dinilai memiliki potensi apresiasi nilai dalam jangka panjang.
Namun, calon kolektor tetap perlu memperhatikan aspek keaslian dan pasar untuk menghindari risiko overvaluasi.

Chrisna Chanis Cara
Editor
