Nupi, Content Creator yang Ajak Hidup Lebih Mindful
- Novia Arifin sering membagikan edukasi soal mindulness dan kebiasaan hijau lewat berbagai kanal dengan nama ‘ceritanupi.’

Distika Safara Setianda
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Kalian ada yang sudah tahu Novia Arifin, belum? Novia atau biasa disapa Nupi adalah content creator yang kini fokus mengangkat masalah sampah dan gaya hidup mindfulness. Dia sering membagikan cerita dan edukasi kepada publik lewat berbagai kanal dengan nama ‘ceritanupi.’
Sebelumnya, ia berupaya untuk lebih hadir dan menyadari apa yang terjadi pada saat ini. ia banyak membaca buku dan menonton berbagai video yang membahas mindfulness dan filosofi stoikisme.
“Setelah mulai mendalami konsep ini, aku mulai menyadari bahwa diri kita dan lingkungan sekitar adalah hal yang fundamental dalam hidup. Hal ini juga menjadi salah satu alasanku untuk memulai gaya hidup zero waste,” kata Nupi dilansir dari Great Mind.
“Perkenalanku dengan konsep gaya hidup zero waste sendiri bisa dibilang terjadi karena orang-orang yang ada di sekitarku, termasuk pasangan dan sahabat. Aku ingat ada satu momen ketika seorang sahabatku datang berkunjung dan meminta tisu,” sambungnya.
“Dengan niat baik, aku memberinya beberapa helai dengan harapan dia mendapatkan cukup tissue yang dibutuhkan. Ternyata, hal ini justru membuatnya bertanya kenapa harus memberikan sebanyak itu? Padahal menggunakan barang secukupnya jauh lebih baik,” ungkap dia.
Novia mengatakan kesadarannya muncul setelah menonton film dokumenter Indonesia berjudul Pulau Plastik. Film tersebut menggambarkan realitas sampah yang tanpa disadari ternyata terjadi selama bertahun-tahun. Sejak saat itu, ia mulai rutin membagikan tips sederhana yang mudah diterapkan oleh pemula untuk menjalani gaya hidup minim sampah dan lebih menghargai barang.
Novia baru sadar, membuang sampah pada tempatnya saja tidak cukup. Sampah yang dibuang hanya berpindah lokasi tanpa benar-benar hilang dari bumi. Dari kesadaran tersebut, ia mulai memikirkan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk setidaknya mengurangi sampah yang dihasilkan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, sejak tahun 2020 bertepatan dengan Covid-19, Novia telah memiliki keinginan untuk membagikan cerita tentang hidup mindfulness. Ia ingin masyarakat untuk menjalani hidup dengan sadar.
Maksud sadar di sini tidak sekadar menjalankan hidup, tapi juga peduli dan peka terhadap lingkungan serta memahami setiap kegiatan dan juga hasil dari kegiatan tersebut, baik secara individu maupun bersama orang lain.
Di sisi lain, konten yang dihadirkan tak jauh dari kehidupan sehari-hari. Misalnya konten berjudul “alasan Nupi 5 tahun enggak beli baju baru dan fast fashion.” Novia mengatakan, setiap pilihan konsumsi, tentu memiliki konsekuensi.
Tren musiman terus diciptakan agar membuat kita tanpa sadar merasa membutuhkan pakaian baru, padahal setiap pakaian yang dibeli meninggalkan jejak emisi karbon yang perlu dipertanggungjawabkan.
Kontennya yang lain yaitu membahas pembalut kain sebagai alternatif pengganti pembalut sekali pakai. Melalui konten tersebut, ia mengajak masyarakat, khususnya perempuan untuk beralih ke pembalut kain.
Ia juga membagikan kontel lain seperti cara pasutri WFH tetap makan tinggi serat tanpa gofood, ART, dan anti ribet. Melalui konten ini, ia membagikan cara hidup sehat minim sampah dengan sedia bumbu dasar dan sedia banchan. Dengan begitu, bisa lebih hemat dan sedikit sampah plastik yang dihasilkan.
Menurutnya, penerapan gaya hidup zero waste tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan, tetapi juga bagi dirinya sebagai manusia. Dia menjadi lebih sadar apa yang benar-benar dibutuhkan dan diinginkan.
“Aku bisa lebih mindful dalam membeli barang atau makanan, ini juga membantuku dalam mengurangi impulsive buying yang juga membuatku menjadi lebih hemat. Sekaligus melatih diri untuk bisa merasa cukup dengan apa yang aku punya saat ini,” jelasnya.
Mengadopsi gaya hidup tanpa limbah bukan berarti hanya menghapus produk sekali pakai dari hidup kita, tetapi melakukan perubahan mendalam pada inti cara kita menjalani hidup.
Hanya dengan satu langkah kecil secara bertahap, kita dapat mengurangi jejak lingkungan secara signifikan. Menerapkan gaya hidup zero waste tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup.
Dampak positif yang dirasakan antara lain pola makan yang lebih baik, kondisi tubuh yang lebih sehat, penghematan pengeluaran, dan berkurangnya frekuensi membuang sampah. Zero waste bukan berarti sama sekali tidak menghasilkan sampah, melainkan berupaya menguranginya.
Sosok Novia ini bisa dijadikan inspirasi oleh semua orang untuk menjalani hidup yang lebih mindful, menerapkan prinsip zero waste, dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Distika Safara Setianda
Editor
