Tren Inspirasi

Bawa Lukisan Gua ke Seni Modern, Begok Oner Raih UOB Painting of the Year 2026

  • Begok Oner meraih UOB Painting of the Year 2026 setelah tiga tahun lalu mendapat Most Promising Artist pada kategori Emerging Artist.
WhatsApp Image 2026-09-24 at 21.22.25.jpeg

JAKARTA, TRENASIA.ID – Perjalanan Begok Oner di ajang UOB Painting of the Year menunjukkan perkembangan karier yang cukup signifikan. Tiga tahun setelah meraih penghargaan Most Promising Artist pada 2023, seniman berusia 28 tahun jebolan Pendidikan Senirupa, Universitas Sebelas Maret tersebut kini berhasil menjadi pemenang 16th UOB Painting of the Year (Indonesia) kategori Established Artist.

Oner meraih penghargaan tersebut melalui karya berjudul Urban Realism Layers. Karya tersebut memadukan lapisan gambar, kata-kata, dan jejak yang menyerupai permukaan ruang publik, tempat berbagai suara dan cerita meninggalkan jejak dari waktu ke waktu.

Dengan menggunakan semen plester dan tekstur berlapis, Oner menciptakan kesan relief pada permukaan lukisan. Ia kemudian menghubungkan bahasa visual kontemporer tersebut dengan lukisan gua prasejarah, termasuk gua Lascaux di Prancis dan situs seni cadas kuno di Sulawesi Selatan.

Terinspirasi Jejak Masalalu

Menurut Oner, gagasan dalam karyanya berangkat dari cara manusia sejak dahulu meninggalkan jejak sebagai bentuk komunikasi. Jejak tersebut tidak hanya menjadi penanda keberadaan seseorang, tetapi juga merekam pengalaman, keyakinan, serta identitas manusia yang terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

“Ketika melihat jejak yang ditinggalkan manusia ribuan tahun lalu, saya melihat sesuatu yang sebenarnya masih sangat dekat dengan kehidupan kita saat ini. Kita terus mencari cara untuk mengungkapkan apa yang kita alami, apa yang kita yakini, dan siapa diri kita,” kata Begok Oner.

Ia melihat kebutuhan manusia untuk berekspresi sebagai sesuatu yang bersifat universal dan tidak terbatas oleh zaman maupun perbedaan bahasa. Menurutnya, bentuk ekspresi dapat berubah mengikuti perkembangan masyarakat, tetapi dorongan untuk meninggalkan pesan dan berkomunikasi melalui karya tetap menjadi bagian dari kehidupan manusia.

Melalui karyanya, Oner kemudian mencoba menghubungkan jejak ekspresi manusia pada masa lalu dengan pengalaman manusia modern. Ia mengeksplorasi bagaimana tanda, bentuk, dan visual dapat menjadi bahasa yang memungkinkan sebuah pengalaman atau gagasan dipahami tanpa harus bergantung sepenuhnya pada kata-kata.

Pendekatan tersebut membuat karya Oner tidak hanya berbicara mengenai bentuk artistik, tetapi juga tentang hubungan manusia dengan proses menciptakan dan meninggalkan jejak. Ekspresi menjadi medium untuk memperlihatkan keberadaan, menyampaikan gagasan, sekaligus membangun hubungan dengan orang lain.

Ia mengatakan perkembangan teknologi dan cara komunikasi tidak mengubah kebutuhan dasar manusia untuk mengekspresikan diri dan terhubung dengan orang lain.

“Melalui karya ini, saya ingin mengingatkan bahwa meskipun cara kita berkomunikasi terus berubah, kebutuhan untuk mengekspresikan diri, berbagi pengalaman, dan terhubung dengan orang lain tetap menjadi bagian dari diri manusia,” ujarnya.

Pencapaian Oner tahun ini sekaligus melanjutkan perjalanan yang telah dimulainya di UOB Painting of the Year. Pada 2023, ia sebelumnya mendapatkan penghargaan Most Promising Artist of the Year dalam kategori Emerging Artist.

Kenaikan dari kategori Emerging Artist ke Established Artist dalam kurun tiga tahun tersebut menunjukkan perkembangan Oner dalam perjalanan artistiknya. Tahun ini, ia menjadi peraih penghargaan tertinggi dalam kompetisi UOB POY Indonesia.

Chief Judge 16th UOB POY Indonesia Melati Suryodarmo menilai karya Oner berhasil mengembangkan gagasan personal menjadi tema yang dapat berbicara mengenai pengalaman manusia secara lebih luas.

“Karya Oner menunjukkan kematangan dalam mengembangkan gagasan yang berangkat dari dunia visualnya sendiri menjadi sesuatu yang mampu berbicara tentang pengalaman manusia yang lebih luas,” kata Melati.

Menurut dia, Oner mampu menghubungkan ekspresi kontemporer dengan sejarah yang telah berlangsung selama ribuan tahun melalui karakter artistik yang dibangunnya.

Atas penghargaan tersebut, Oner memperoleh hadiah uang tunai sebesar Rp250 juta. Karyanya juga akan berkompetisi dengan karya pemenang dari Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam dalam UOB Southeast Asian POY.

Penghargaan tingkat Asia Tenggara tersebut akan diumumkan di Singapura pada 28 Oktober 2026. Oner juga berkesempatan mengikuti program residensi seni di luar negeri yang disponsori UOB.