Tren Global

Visa AS Jadi Masalah Jelang Piala Dunia 2026, Apa Dampaknya?

  • Meski FIFA dan pemerintah AS menyatakan kesiapan menyambut jutaan pengunjung, pembatasan visa yang berlaku terhadap sejumlah negara
l0hsdxdmal10f3vqivdn.jpg

JAKARTA, TRENASIA.ID - Ketidakpastian kebijakan visa Amerika Serikat menjelang Piala Dunia 2026 menimbulkan kekhawatiran di kalangan suporter internasional.

Meski FIFA dan pemerintah AS menyatakan kesiapan menyambut jutaan pengunjung, pembatasan visa yang berlaku terhadap sejumlah negara memunculkan risiko gagal berangkat bagi sebagian penggemar sepak bola.

Berdasarkan kebijakan imigrasi Amerika Serikat yang berlaku per Januari 2026, terdapat perbedaan tingkat pembatasan bagi warga negara tertentu, khususnya terkait visa turis (B1/B2) yang menjadi syarat utama bagi suporter untuk menonton pertandingan yang digelar di wilayah AS.

Sebagai contoh, sejak Desember 2025, Pantai Gading dan Senegal masuk dalam kategori pembatasan parsial. Kondisi ini membuat proses pengajuan visa turis ke Amerika Serikat menjadi jauh lebih ketat dan dalam banyak kasus berujung penolakan. 

Pembatasan tersebut berdampak langsung pada peluang suporter kedua negara untuk hadir di stadion-stadion Piala Dunia yang berada di AS.

Meski demikian, suporter Pantai Gading dan Senegal masih memiliki opsi alternatif. Kedua tim dijadwalkan memainkan pertandingan fase grup di luar wilayah Amerika Serikat, yakni di Kanada atau Meksiko, yang juga menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2026. Opsi ini dinilai lebih realistis bagi suporter yang menghadapi kendala visa ke AS.

Baca juga : Ini List 28 Perusahaan yang Izinnya Dicabut Presiden Prabowo

Situasi yang lebih berat dihadapi oleh suporter dari Iran dan Haiti. Sejak Juni 2025, kedua negara ini dikenakan pembatasan penuh terhadap penerbitan visa turis ke Amerika Serikat. Dengan kebijakan tersebut, peluang suporter dari Iran dan Haiti untuk masuk ke AS dinilai nyaris tertutup.

Pengecualian hanya diberikan dalam kondisi yang sangat terbatas, seperti bagi atlet atau ofisial resmi tim nasional. Sementara itu, suporter umum hampir tidak memiliki jalur masuk yang memungkinkan untuk menghadiri pertandingan Piala Dunia di wilayah AS.

Dalam situasi yang lebih kompleks, Timnas Iran dirumorkan batal tampil di Piala Dunia 2026 mengingat perkembangan situasi politik dan keamanan terkini.

Hingga saat ini, belum terdapat data resmi yang merinci besaran kerugian finansial yang dialami suporter akibat pembatasan visa. Potensi kerugian bersifat individual, tergantung pada sejauh mana komitmen biaya yang telah dikeluarkan sebelum kepastian visa diperoleh.

Kerugian berpotensi terjadi jika suporter telah membeli tiket pertandingan di kota-kota Amerika Serikat, melakukan pemesanan hotel, penerbangan domestik, dan transportasi lokal yang bersifat non-refund, serta membayar biaya pengajuan visa yang tetap tidak dapat dikembalikan meskipun permohonan ditolak.

Pembekuan Visa

Pemerintah Amerika Serikat melalui Departemen Luar Negeri (U.S. State Department) telah mengumumkan bahwa mulai 21 Januari 2026, pemrosesan visa imigran (immigrant visa) bagi warga dari 75 negara akan ditangguhkan secara tak terbatas (indefinitely paused). 

Namun, pembekuan tersebut tidak berlaku untuk visa turis. Kebijakan tersebut secara spesifik hanya mencakup visa imigran, yaitu izin tinggal permanen di Amerika Serikat.

Disisi lain, otoritas AS juga menekankan kepemilikan tiket resmi Piala Dunia tidak menjamin penerbitan visa. Setiap permohonan tetap melalui proses seleksi imigrasi yang ketat dan bersifat individual. 

FIFA sendiri mengklaim antusiasme terhadap Piala Dunia 2026 sangat tinggi, dengan permintaan tiket global mencapai lebih dari 500 juta, dan proses penjualan tiket masih terus berlangsung.

Baca juga : Harga Emas Bersinar, Saham BRMS dan ANTM Ikut Mengilap

Untuk mengurangi risiko keterlambatan visa, pemerintah AS meluncurkan sistem FIFA PASS, yang memungkinkan pemegang tiket resmi Piala Dunia memperoleh prioritas jadwal wawancara visa dengan estimasi waktu pemrosesan sekitar enam hingga delapan minggu. 

Meski demikian, FIFA PASS tidak memberikan jaminan persetujuan visa, karena keputusan akhir tetap berada di tangan otoritas imigrasi AS.

Selain itu, fokus perjalanan ke Kanada dan Meksiko menjadi alternatif yang semakin dipertimbangkan oleh suporter dari negara-negara dengan pembatasan visa.

Beberapa pertandingan fase grup memang dijadwalkan berlangsung di luar AS, sehingga memungkinkan suporter tetap menyaksikan Piala Dunia secara langsung tanpa harus menghadapi risiko visa Amerika Serikat.

Otoritas dan pengamat perjalanan mengimbau para suporter untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan finansial besar sebelum memperoleh kepastian visa.

Suporter juga disarankan untuk terus memantau informasi resmi melalui situs Kedutaan Besar atau Konsulat Amerika Serikat di masing-masing negara, serta laman khusus “Travel to the USA for the FIFA World Cup 2026”.