Tren Global

Emas Cetak Rekor Lagi, Ini Rekomendasi Jual atau Beli

  • Logam mulia global menembus level 4.591 dolar AS per troy ounce, didorong kombinasi ketidakpastian politik Amerika Serikat
images (1).jpeg
Emas Batangan (emasmurniasli.co.id)

JAKARTA, TRENASIA.ID - Harga emas dunia kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Logam mulia global menembus level 4.591 dolar AS per troy ounce, didorong kombinasi ketidakpastian politik Amerika Serikat, prospek kebijakan bank sentral, serta meningkatnya tensi geopolitik global.

Kenaikan ini membuka peluang emas melanjutkan tren penguatan dalam sepekan ke depan, sekaligus memunculkan pertanyaan bagi investor, masih layak beli atau justru saatnya ambil untung?

Penguatan emas global turut tercermin di pasar domestik. Harga Logam Mulia Antam melonjak ke level Rp2.651.000 per gram, dipengaruhi kenaikan harga internasional serta pelemahan nilai tukar rupiah. 

Tekanan pada rupiah yang diperkirakan bergerak di kisaran Rp16.820-Rp16.900 per dolar AS, ditambah tingginya permintaan emas dalam negeri dan keterbatasan pasokan, membuat harga emas domestik berpotensi tetap bertahan di level tinggi dalam jangka pendek.

Dari sisi teknikal, emas dunia memiliki support kuat di area 4.553 dolar AS dan 4.516 dolar AS, sementara resistance berada di 4.650 hingga 4.700 dolar AS. 

Baca juga : Viral, Apa Sebenarnya Minuman Biru Bebas Kafein Blue Matcha

Untuk emas Antam, support berada di kisaran Rp2.620.000–Rp2.580.000 per gram, dengan potensi kenaikan menuju Rp2.850.000 hingga Rp3.100.000 per gram apabila sentimen global tetap mendukung. Level ini menjadi acuan penting bagi investor dalam menentukan waktu transaksi.

Sentimen utama penguatan emas berasal dari meningkatnya ketidakpastian politik di Amerika Serikat. Tekanan terhadap Ketua The Fed Jerome Powell menjelang masa pensiunnya, agenda politik besar di awal tahun, hingga dinamika kebijakan Presiden Donald Trump, membuat pasar global berada dalam mode waspada. 

Kondisi tersebut mendorong investor global mengalihkan dana ke aset safe haven seperti emas, yang dinilai lebih tahan terhadap gejolak.

Selain faktor politik, prospek kebijakan moneter The Fed juga menjadi katalis penting. Meski data tenaga kerja AS masih solid, sejumlah indikator menunjukkan tanda-tanda perlambatan ekonomi. 

Pasar memperkirakan peluang penurunan suku bunga lebih dari satu kali pada 2026, yang secara historis menjadi sentimen positif bagi harga emas karena menurunkan imbal hasil aset berbasis dolar AS.

Tekanan geopolitik global turut memperkuat daya tarik emas. Ketegangan di Timur Tengah, konflik Israel–Lebanon, potensi eskalasi perang Rusia–Ukraina, hingga dinamika politik Iran, meningkatkan risiko global dan membuat emas kembali menjadi instrumen lindung nilai utama bagi investor internasional.

Baca juga : Naik 0,72 Persen, IHSG Hari Ini Ditutup di 8.948,30 Poin

Rekomendasi Beli Atau Jual

J.P. Morgan – Natasha Kaneva & Gregory Shearer

Rekomendasi: Bullish kuat (Buy & Hold jangka panjang)
Target: US$5.000/oz akhir 2026, potensi US$6.000/oz jangka panjang

J.P. Morgan menilai tren kenaikan emas masih sangat solid. Permintaan dari bank sentral dan investor global dinilai struktural, bukan sementara.

Mereka memperkirakan permintaan kuartalan gabungan investor dan bank sentral mencapai rata-rata 585 ton, mencerminkan kuatnya peran emas sebagai lindung nilai di tengah ketidakpastian global.

Morgan Stanley

Rekomendasi: Buy on Weakness
Target: US$4.800/oz pada kuartal IV 2026

Morgan Stanley melihat emas diuntungkan oleh apa yang mereka sebut sebagai “badai sempurna”, potensi pelemahan dolar AS, transisi kepemimpinan The Fed, serta ketegangan geopolitik global seperti dinamika politik Amerika Latin. Bank ini menyarankan investor masuk secara bertahap saat terjadi koreksi.

Bank of America – Michael Widmer

Rekomendasi: Accumulation (Akumulasi Bertahap)
Proyeksi: Rata-rata US$4.538/oz sepanjang 2026

Bank of America menyoroti sisi fundamental pasokan. Pasokan emas global yang ketat serta kenaikan biaya produksi tambang menjadi faktor utama penopang harga. Artinya, meski volatilitas jangka pendek tinggi, risiko penurunan tajam dinilai terbatas.

State Street Global Advisors

Rekomendasi: Strategic Buy (Portofolio Jangka Panjang)
Target Siklus: Potensi US$5.000/oz

State Street menilai emas berada dalam bullish cycle struktural, didorong lima faktor utama meliputi pelonggaran kebijakan The Fed, pembelian bank sentral dan investor ritel, arus masuk ETF emas, korelasi tinggi saham dan obligasi, kekhawatiran terhadap utang global. Emas direkomendasikan sebagai aset inti portofolio.

World Gold Council (WGC)

Rekomendasi: Contextual Buy (Berdasarkan Skenario Ekonomi)
Proyeksi Kenaikan: , 5%–15% jika ekonomi melambat ringan (shallow slip), 15%–30% jika resesi lebih dalam (doom loop)

WGC tidak menetapkan target harga absolut, namun menegaskan emas sangat sensitif terhadap arah ekonomi global. Dalam skenario penurunan suku bunga dan perlambatan ekonomi, emas berpotensi melanjutkan penguatan signifikan sebagai aset lindung nilai.