Viral, Apa Sebenarnya Minuman Biru Bebas Kafein Blue Matcha
- Blue matcha kini menjadi perpaduan ideal antara fungsi dan gaya, seiring meningkatnya minat konsumen terhadap minuman yang menarik sekaligus lebih sehat.

Distika Safara Setianda
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Kamu mungkin sudah familiar dengan matcha hijau, bubuk teh berwarna hijau cerah yang dikenal kaya antioksidan dan memiliki beragam manfaat kesehatan. Namun, pernahkah kamu mendengar versi birunya yang mencuri perhatian, yaitu blue matcha?
Bahan yang sedang tren ini berupa bubuk biru mencolok dan sering muncul di media sosial, mulai dari campuran smoothie hingga minuman koktail. Meski blue matcha tidak memberikan manfaat yang sama persis seperti matcha hijau, bubuk berwarna indigo ini tetap bisa memberikan efek positif dengan cara yang berbeda.
Teh bunga telang tidak hanya viral di media sosial, tetapi juga berkembang pesat sebagai peluang bisnis. Laporan dari Grand View Research menunjukkan pertumbuhan pasar global yang signifikan, sementara Accio mencatat peningkatan tajam pencarian “blue matcha” di internet.
Lalu, apakah blue matcha layak disebut minuman super atau sekadar tren kesehatan sesaat? Mari kita bahas lebih lanjut.
Apa Itu Blue Matcha?
Di kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara, bunga telang yang juga dikenal sebagai Asian pigeonwings atau Aparajita dalam berbagai bahasa di India telah lama dimanfaatkan sebagai bahan herbal tradisional. Kelopak bunga dari tanaman Clitoria ternatea akan mengeluarkan pigmen biru alami saat direndam dalam air, sehingga bunga ini sangat populer sebagai bahan minuman.
Dilansir dari Slurp, dalam beberapa tahun terakhir, bunga telang semakin dikenal secara global karena banyak restoran dan kafe menyajikan minuman berwarna menarik yang juga diklaim memiliki manfaat kesehatan.
Dalam pengobatan herbal tradisional, bunga ini dikenal memiliki efek menenangkan dan mengandung antioksidan tinggi. Selain itu, karena tidak mengandung kafein, blue matcha menjadi pilihan yang tepat bagi mereka yang mencari minuman santai untuk dikonsumsi di malam hari.

Minuman berwarna biru cerah ini memadukan kesan alami yang khas dengan tampilan biru memukau, sehingga berhasil menarik perhatian para penikmat kopi maupun influencer media sosial. Berbeda dengan matcha hijau yang berasal dari tanaman Camellia sinensis, blue matcha umumnya dibuat dari bubuk bunga telang atau spirulina biru untuk menghasilkan warna khasnya.
Hasilnya adalah minuman dengan tampilan visual yang sangat fotogenik serta cita rasa yang unik, tanpa aroma atau karakter teh yang biasanya melekat pada matcha tradisional.
Blue matcha kini menjadi perpaduan ideal antara fungsi dan gaya, seiring meningkatnya minat konsumen terhadap minuman yang menarik secara visual, ramah media sosial, sekaligus dianggap lebih sehat. Saat ini, produk ini mudah ditemukan di berbagai tempat, mulai dari toko bahan makanan hingga platform belanja online.
Jika kamu tertarik untuk membuat minuman berbasis blue matcha sendiri, kamu bisa mencoba beberapa resep yang praktis, mudah dibuat, dan tetap mengikuti tren di rumah.
Sementara, dilansir dari Healthline, minuman ini sudah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional Asia Tenggara. Namun, dalam beberapa waktu terakhir popularitasnya meningkat sebagai minuman bergaya hidup, seiring daya tarik visualnya yang estetik serta berbagai klaim manfaat kesehatannya.
Daya tarik utama blue matcha terletak pada warna biru alaminya yang mencolok, yang berasal dari antosianin, jenis antioksidan yang juga terdapat pada blueberry dan anggur berwarna ungu. Sementara, WebMD menyebutkan antosianin berperan dalam menangkal radikal bebas di dalam tubuh serta berpotensi membantu menjaga kesehatan mata dan mendukung fungsi kognitif.
Menariknya, warna biru pada minuman ini bisa berubah menjadi ungu atau merah muda saat dipadukan dengan bahan bersifat asam seperti lemon atau jeruk nipis, sehingga menghasilkan tampilan visual yang unik dan sangat menarik untuk dijadikan konten media sosial.
Apakah Blue Matcha Termasuk Matcha Tea?
Tentu saja tidak. Blue matcha bukanlah bubuk teh hijau dan sama sekali berbeda dari teh matcha. Keduanya berasal dari tanaman yang berbeda, matcha berasal dari tanaman teh, sedangkan blue matcha dibuat dari bunga.
Dilansir dari Kusmi Tea, meski begitu, keduanya memiliki beberapa kesamaan yang mungkin menjadi alasan penggunaan istilah “matcha,” meskipun kurang tepat.
Keduanya berbentuk bubuk berwarna, satu hijau dan satu biru, serta digunakan dengan cara yang mirip, seperti dilarutkan dalam air, dicampurkan ke dalam berbagai resep makanan, atau dimanfaatkan untuk produk kosmetik seperti masker dan sabun.
Di Malaysia, blue matcha bahkan digunakan dalam hidangan berbahan dasar nasi yang berwarna biru cerah, dikenal sebagai Nasi Kerabu. Apa pun kegunaannya, disarankan untuk memilih blue matcha organik karena lebih ramah lingkungan dan dinilai lebih baik bagi kesehatan.
Apa Saja Manfaat Blue Matcha?
Blue matcha dipercaya memiliki efek menenangkan berkat kandungan zinc yang tinggi. Selain itu, minuman ini juga berperan sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari stres oksidatif, serta diklaim dapat membuat kulit dan rambut tampak lebih sehat dan bercahaya.
Manfaat tersebut sekilas mirip dengan khasiat yang sering dikaitkan dengan teh matcha, yang kemungkinan menjadi alasan penggunaan nama “matcha” pada blue matcha.
- Baca Juga: Ketika Matcha Bikin Jatuh Cinta Warga Dunia
Teh matcha Jepang sendiri terkenal kaya antioksidan, meski jenisnya berbeda dengan yang terdapat pada blue matcha yang bermanfaat untuk membantu memperlambat penuaan serta menenangkan kulit dan mengurangi kemerahan.
Namun, matcha Jepang asli mengandung senyawa khas tanaman teh yang tidak ditemukan pada blue matcha, seperti tein yang berfungsi meningkatkan energi dan kemampuan kognitif, serta L-theanine, asam amino yang membantu meredakan stres dan memberikan efek relaksasi.

Distika Safara Setianda
Editor
