Tren Global

Berdiri 1930, Supermarket AS ini Belum Pernah PHK Karyawan

  • Publix hampir 100 tahun beroperasi tanpa sekalipun melakukan PHK, dan karyawan bisa memperoleh saham setelah bekerja lebih dari 1000 jam.
NC_publix_supermarket_01_jef_141030_16x9_992.jpg
Publix (ABC News)

JAKARTA, TRENASIA.ID - Supermarket asal Amerika Serikat (AS) Publix Super Markets, Inc., tercatat sebagai salah satu perusahaan ritel terlama yang belum pernah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya sepanjang hampir satu abad beroperasi. 

Berdiri pada tahun 1930, Publix dikenal luas sebagai employee owned company terbesar, dengan memiliki lebih dari 260.000 pegawai yang tersebar di delapan negara bagian bagian timur dan selatan AS. Sejak awal, George W. Jenkins membangun Publix dengan filosofi perusahaan yang menempatkan pegawai sebagai inti dari kesuksesan bisnis.

Source: Publix

Berbeda dengan perusahaan lainnya, Publix  menerapkan kebijakan kekeluargaan, perencanaan karier jangka panjang, dan mengatur struktur keuntungan bersama. Publix tidak pernah melakukan PHK, bahkan saat resesi atau tantangan ekonomi besar sekalipun. Keberhasilan ini dipercaya berkaitan erat dengan struktur kepemilikan employee-owned yang membuat setiap karyawan memiliki motivasi kuat untuk menjaga dan mengembangkan perusahaan.

Melansir dari TastingTable, Rabu, 21 Januari 2026, karyawan yang bekerja di Publix dapat ditetapkan seumur hidup. Publix juga mengklaim bahwa memprioritaskan promosi dari lingkup dalam, selain menawarkan berbagai keuntungan karyawan secara penuh maupun paruh waktu.

Program Kepemilikan Saham

Berdasarkan informasi dari Publix Passport, salah satu hal paling menarik yang dimiliki oleh karyawan Publix adalah kesempatan menjadi pemilik saham perusahaan melalui program Employee Stock Ownership Plan (ESOP) dan PROFIT plan. Skema ini bekerja sebagai berikut:

  1. Karyawan berhak atas deposit saham tambahan dalam akun mereka setiap tahun jika memenuhi  lebih 1.000 jam kerja dalam periode tertentu.
  2. Biasanya kontribusi tersebut setara sekitar 8% dari total upah tahunan dan diinvestasikan sebagai saham Publix.
  3. Setelah memenuhi ketentuan vesting, saham akan menjadi milik karyawan secara penuh dan bisa menjadi aset finansial jangka panjang.

Selain itu, keuntungan yang dapat dirasakan oleh karyawan adalah bentuk manfaat atau insentif apapun yang ditawarkan oleh Publix adalah dalam bentuk tambahan gaji dan fasilitas kesehatan. Fasilitas tersebut berupa manfaat kesehatan yang komprehensif, mencakup dukungan kesehatan, gigi, serta mental untuk menjaga kesehatan rekanan dan keluarga mereka tetap sehat sepanjang tahun.

Selama 28 tahun berturut-turut Publix masuk dalam daftar Fortune 100 Best Companies to Work For. Baru-baru ini Publix juga dinobatkan sebagai salah satu Best Workplaces in Retail oleh Fortune, mencerminkan budaya kerja yang sehat dan fokus pada karyawan. 

Pihak Publix menegaskan bahwa kesuksesan ini berakar pada nilai yang ditanamkan pendiri perusahaan memperlakukan karyawan dengan integritas, memberikan kesempatan tumbuh, dan menciptakan rasa memiliki terhadap pertumbuhan bisnis. 

Pendekatan manajemen tersebut turut berdampak pada tingkat retensi karyawan Publix yang relatif tinggi dibandingkan rata-rata industri ritel di Amerika Serikat. Dengan tenaga kerja yang stabil, perusahaan dapat menjaga kontinuitas operasional, standar pelayanan, serta efisiensi pelatihan karyawan. 

Kondisi ini juga mendukung konsistensi pengalaman pelanggan di seluruh jaringan toko Publix. Dalam berbagai publikasi ketenagakerjaan, kebijakan Publix kerap dicatat sebagai contoh penerapan sistem kepemilikan saham karyawan dalam sektor ritel berskala besar. 

Di tengah dinamika industri yang menghadapi tekanan biaya dan perubahan pola belanja konsumen, model tersebut menunjukkan alternatif pengelolaan sumber daya manusia yang menekankan keberlanjutan hubungan kerja dan partisipasi karyawan dalam pertumbuhan perusahaan.