Tren Global

AHA Commerce Ekspansi ke Thailand, Bawa Model E-Commerce Indonesia

  • AHA Commerce resmi ekspansi ke Thailand setelah mengelola 280 brand di Indonesia. Simak strategi, teknologi AI, dan target ekspansi e-commerce Asia Tenggara.
WhatsApp Image 2026-08-13 at 14.45.49.jpeg
Perusahaan asal Indonesia mulai memperluas jejak bisnis digital ke pasar Asia Tenggara. Salah satunya dilakukan AHA Commerce, penyedia layanan pengelolaan e-commerce terintegrasi, yang resmi memperluas operasionalnya ke Thailand. (AHA)

JAKARTA, TRENASIA.ID--Perusahaan asal Indonesia mulai memperluas jejak bisnis digital ke pasar Asia Tenggara. Salah satunya dilakukan AHA Commerce, penyedia layanan pengelolaan e-commerce terintegrasi, yang resmi memperluas operasionalnya ke Thailand.

Ekspansi tersebut menjadi langkah strategis bagi AHA Commerce untuk membawa model pengelolaan bisnis digital berbasis data yang dikembangkan di Indonesia ke pasar regional. Thailand menjadi negara pertama yang dipilih perusahaan sebagai pijakan ekspansi internasional.

Langkah tersebut tidak dilakukan dari titik nol. AHA Commerce telah membangun pengalaman lebih dari satu dekade dalam membantu brand mengelola bisnis di berbagai platform marketplace.

Hingga saat ini, AHA Commerce mengelola lebih dari 280 brand dengan dukungan lebih dari 220 tenaga ahli. Dalam 12 bulan terakhir, perusahaan menangani lebih dari 8,1 juta pesanan dengan total omzet yang dikelola mencapai lebih dari Rp453 miliar.

Chief Executive Officer AHA Commerce Stephen Lawrence mengatakan ekspansi ke Thailand menjadi pembuktian bahwa sistem dan kapabilitas yang dikembangkan perusahaan di Indonesia dapat diterapkan di pasar lain dengan penyesuaian terhadap karakter lokal.

"Lebih dari satu dekade kami telah membangun fondasi bisnis melalui pembelajaran yang panjang dan mengembangkan sistem serta kapabilitas pengelolaan e-commerce di Indonesia. Ketika sistem tersebut terbukti mampu menghasilkan pertumbuhan yang konsisten bagi brand di Indonesia, kami melihat peluang untuk membawa pendekatan yang sama ke pasar regional. Thailand menjadi langkah awal kami dalam mewujudkan visi tersebut," ujar Stephen.

AHA Commerce sebenarnya telah mulai menguji pasar Thailand sejak September 2025. Saat itu, perusahaan ditunjuk mengelola operasional marketplace Thailand milik salah satu brand yang telah beroperasi di negara tersebut.

Dalam periode pengelolaan tersebut, brand terkait mencatat pertumbuhan omzet hingga 221%. Pengalaman tersebut kemudian menjadi salah satu dasar bagi AHA Commerce untuk memperluas kehadiran secara lebih permanen.

Kini, AHA Commerce Thailand telah memiliki badan usaha resmi, kantor operasional, serta tim lokal yang seluruhnya direkrut dari Thailand. Model operasional yang digunakan bersifat hybrid, dengan tim lokal bekerja bersama tim Indonesia dalam menangani berbagai kebutuhan e-commerce brand di Thailand.

Chief Business Officer sekaligus Co-Founder AHA Commerce Andre Chouw mengatakan keberadaan tim lokal menjadi faktor penting agar sistem yang dibawa dari Indonesia tidak diterapkan secara mentah.

"Kami tidak datang ke Thailand hanya dengan pengalaman operasional, tetapi membawa sistem yang telah dibangun dan diuji selama bertahun-tahun. Tentu implementasinya tetap disesuaikan dengan perilaku konsumen, karakter marketplace, serta kebutuhan masing-masing brand di Thailand. Prinsipnya sama, namun eksekusinya harus relevan dengan kondisi pasar lokal," kata Andre.

Pada tahap awal, AHA Commerce Thailand berfokus pada layanan pengelolaan toko online bagi brand lokal. Pengelolaan mencakup operasional marketplace, strategi promosi, pengelolaan produk, hingga optimalisasi penjualan.

Ekspansi ini sekaligus memperlihatkan perubahan lanskap bisnis e-commerce. Bagi brand, berjualan melalui marketplace tidak lagi hanya soal membuka toko online, tetapi juga membutuhkan kemampuan membaca data, mengoptimalkan promosi, mengelola persediaan, serta memahami perilaku konsumen di masing-masing platform.

Kondisi tersebut membuka ruang bagi perusahaan e-commerce enabler seperti AHA Commerce yang menawarkan layanan pengelolaan bisnis digital secara end-to-end.

Bawa Teknologi AI ke Pasar Thailand

Salah satu kapabilitas yang dibawa AHA Commerce ke Thailand adalah sistem AI Marketing AHABOT™. Teknologi tersebut dikembangkan berdasarkan pengalaman perusahaan dalam mengelola ratusan toko online dan digunakan untuk membantu pengambilan keputusan berbasis data.

AHABOT™ antara lain digunakan untuk membantu menentukan produk yang perlu dipromosikan, memilih kampanye marketplace yang relevan, serta menentukan besaran diskon berdasarkan data penjualan dan performa toko.

Penggunaan artificial intelligence dalam pengelolaan e-commerce menjadi semakin relevan ketika persaingan marketplace semakin ketat. Brand tidak hanya dituntut meningkatkan traffic, tetapi juga memastikan setiap biaya promosi menghasilkan penjualan yang efisien.

Model berbasis data tersebut juga menjadi fondasi bagi AHA Commerce dalam menawarkan skema garansi kepada klien. Perusahaan menargetkan peningkatan omzet minimal 20% dibandingkan rata-rata enam bulan sebelumnya.

Apabila target tersebut tidak tercapai, klien dibebaskan dari biaya komisi sesuai dengan ketentuan skema yang berlaku.

Andre mengatakan skema tersebut diberikan karena perusahaan menilai sistem pengelolaan yang dimiliki cukup terukur untuk menghasilkan target yang dapat dievaluasi.

"Kami percaya skema itu hanya bisa diberikan ketika perusahaan memiliki sistem yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan. Jadi garansi itu mencerminkan komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan yang berorientasi pada hasil dan dapat dievaluasi secara transparan. Fokus kami bukan sekadar meningkatkan penjualan dalam jangka pendek, tetapi membantu brand membangun pertumbuhan omzet dan profitabilitas yang berkelanjutan," ujarnya.

Skema tersebut juga diterapkan pada operasional AHA Commerce di Thailand. Namun, target pertumbuhan tetap mempertimbangkan karakteristik pasar dan kondisi masing-masing brand.

Thailand Jadi Pintu Masuk Ekspansi Regional

Pemilihan Thailand sebagai pasar pertama ekspansi memiliki arti strategis bagi AHA Commerce. Negara tersebut merupakan salah satu pasar e-commerce utama di Asia Tenggara dengan ekosistem marketplace dan konsumen digital yang berkembang.

Bagi perusahaan Indonesia, ekspansi ke Thailand juga menjadi kesempatan untuk menguji apakah kapabilitas yang dibangun di pasar domestik dapat direplikasi di lingkungan bisnis dengan karakter konsumen dan persaingan yang berbeda.

Pengalaman tersebut nantinya dapat menjadi modal ketika AHA Commerce memperluas bisnis ke negara Asia Tenggara lainnya.

Untuk tahap berikutnya, perusahaan akan memperkuat tim lokal Thailand sekaligus menyempurnakan sistem berdasarkan kebutuhan pasar. AHA Commerce juga akan melanjutkan akuisisi brand lokal yang membutuhkan dukungan dalam mengembangkan bisnis melalui berbagai platform e-commerce.

Ekspansi tersebut pada akhirnya bukan hanya soal menambah pasar bagi AHA Commerce. Jika model yang dikembangkan berhasil direplikasi, perusahaan berpotensi membawa kompetensi pengelolaan e-commerce Indonesia ke pasar regional sekaligus memperkuat posisi pelaku industri digital Indonesia di Asia Tenggara.

Bagi brand lokal yang ingin berekspansi ke luar negeri, keberadaan e-commerce enabler dengan pemahaman lintas pasar juga dapat menjadi salah satu alternatif untuk menekan kompleksitas operasional ketika memasuki negara baru.

Melalui Thailand, AHA Commerce kini memiliki pijakan awal untuk membangun jaringan regional. Tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa sistem, teknologi, dan model pengelolaan yang berhasil dikembangkan di Indonesia mampu menghasilkan pertumbuhan yang konsisten di pasar dengan karakter berbeda.