Tren Ekbis

Stafsus Presiden Serukan Gotong Royong Digital 64 Juta UMKM di MitMe Fest

  • MitMe Fest 2026 dorong kolaborasi digital untuk 64 juta UMKM. Fokus pada solusi nyata, literasi teknologi, dan ekosistem bisnis berkelanjutan.
mitme fest 3.jpg.jpeg
Festival UMKM MitMe Fest 2026 menegaskan arah baru pemberdayaan usaha kecil di Indonesia. Tidak sekadar pameran, ajang ini mendorong kolaborasi lintas sektor untuk menjawab tantangan terbesar UMKM, kesenjangan digital di tengah percepatan teknologi. (MitMe)

JAKARTA, TRENASIA.ID – Festival UMKM MitMe Fest 2026 menegaskan arah baru pemberdayaan usaha kecil di Indonesia. Tidak sekadar pameran, ajang ini mendorong kolaborasi lintas sektor untuk menjawab tantangan terbesar UMKM, kesenjangan digital di tengah percepatan teknologi.

Di saat jumlah UMKM mencapai 64 juta dan menjadi tulang punggung ekonomi nasional, isu literasi digital justru menjadi bottleneck yang bisa menghambat pertumbuhan.

Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar N Karbala, menyoroti kesenjangan antara penetrasi internet dan kemampuan pelaku usaha dalam memanfaatkannya. 

“Pemerintah tidak bisa berdiri sendiri. Harus ada gotong royong dengan talenta muda, komunitas, dan swasta,” ujarnya saat mengisi talkshow di MitMe Fest 2026, M Bloc Space, Minggu 26 April 2026. 

Menurutnya, tanpa kolaborasi, adopsi teknologi seperti AI justru berisiko memperlebar jurang antara usaha besar dan UMKM yang belum siap secara digital.

MitMe Fest: Dari Event ke Solusi Nyata

Berbeda dari pameran konvensional, MitMe Fest dirancang sebagai platform intervensi langsung. Pelaku UMKM tidak hanya berjualan, tetapi juga mendapat:

  • asesmen level usaha
  • konsultasi bisnis gratis
  • pendampingan strategi teknologi
  • fasilitasi sertifikasi halal

Founder MitMe.id, Adhitya Noviardi menegaskan UMKM harus diberdayakan, bukan sekadar dijadikan objek pasar.

“UMKM tidak boleh hanya jadi objek bisnis, tetapi harus tumbuh lebih cepat agar bisa membangun cerita lokal,” katanya.

Pendekatan ini menempatkan UMKM sebagai subjek utama dalam ekosistem, bukan hanya peserta event.

Kolaborasi Jadi Kunci Skala

MitMe Fest juga menunjukkan model kolaborasi lintas sektor. Sejumlah institusi seperti BNI, Mandiri, hingga JNE ikut terlibat dalam pendampingan UMKM, dari pembiayaan hingga distribusi.

Sinergi ini penting karena tantangan UMKM tidak bisa diselesaikan satu pihak saja. Mulai dari akses modal, legalitas, hingga pemasaran, semua membutuhkan ekosistem yang terhubung.

UMKM Butuh Ekosistem, Bukan Sekadar Akses

Pesan utama dari MitMe Fest jelas, masalah UMKM bukan hanya akses, tetapi kapasitas.

Pertama, tanpa literasi digital, akses teknologi tidak akan optimal. Ini jadi risiko di era AI dan otomatisasi.

Kedua, model pemberdayaan harus bergeser dari event-based ke ecosystem-based, berkelanjutan dan terukur.

Ketiga, bagi pelaku usaha, pendekatan seperti ini membuka peluang naik kelas lebih cepat karena langsung terhubung ke solusi nyata.

MitMe Fest 2026 menunjukkan arah baru pemberdayaan UMKM di Indonesia. Kolaborasi lintas sektor dan pendekatan berbasis solusi menjadi kunci agar 64 juta UMKM tidak tertinggal dalam era digital, tetapi justru menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi ke depan.