Tren Ekbis

Seleksi Ketat, Cara Ampuh Fintech Hadapi Krisis

  • JAKARTA – Dampak pandemi COVID-19 turut menghantam ekosistem bisnis industri Fintech Peer to Peer Lending (P2PL), namun UangTeman memiliki sejumlah...
<p>Seorang peminjam tengah mengajukan pinjaman melalui aplikasi Fintech P2P Lending UangTeman. / Facebook @uangteman</p>

Seorang peminjam tengah mengajukan pinjaman melalui aplikasi Fintech P2P Lending UangTeman. / Facebook @uangteman

(Istimewa)

JAKARTA – Dampak pandemi COVID-19 turut menghantam ekosistem bisnis industri Fintech Peer to Peer Lending (P2PL), namun UangTeman memiliki sejumlah instrumen untuk menjaga kestabilan bisnisnya.

Salah satu risiko terbesar yang dihadapi perusahaan pendanaan saat ini adalah tingginya risiko kredit macet atau Non Performing Loan (NPL). SVP Head Corporate Affairs UangTeman, Roberto Sumabrata menyebut analisis kredit yang ketat adalah kunci dari stabilnya angka NPL.

“Kami sangat bersyukur saat ini bisnis UangTeman masih berjalan normal, walaupun kami sudah menerapkan WFH sejak tanggal 17 Maret 2020, our fully digital business model really paid off during this situation,” katanya kepada Trenasia, Selasa 21 April 2020.

Bahkan, UangTeman mencatatkan kenaikan rata-rata jumlah peminjam sebesar 40% dalam dua bulan terakhir. Sedangkan,  tingkat keberhasilan bayar 90 hari (TKB 90) masih tercatat baik di angka 95,96% (NPL 4,4%).

Stabilnya angka NPL di level 4,4% ini diperoleh dari proses analisis kredit yang ketat. Untuk menjaga hal ini, UangTeman bekerjasama dengan Pefindo, Peruri, dan perusahaan telekomunikasi seluler untuk proses credit scoring, E-KYC (electronically know your customers) dan perjanjian digital, sehingga approval rate hanya di kisaran 20%.

Fintech yang mendapatkan predikat 10 Fastest Growing Fintechs in Indonesia versi IDC Financial Insight ini juga turut melaksanakan kebiakan restrukturisasi kredit sesuai dnegan arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Namun, pihaknya mengaku belum ada nasabah yang memenuhi kriteria untuk dikabulkan permohonan relaksasi kreditnya.

“Mitigasi resiko yang kami lakukan adalah screening yang lebih ketat terhadap peminjam yang masuk, mesin Artificial Intelligence (AI) kami sudah mendapatkan patent dari otoritas Singapura,” tambah dia.

Adapun strategi meningkatkan layanan menjelang bulan Ramadan, UangTeman juga sudah menyiapkan strategi untuk menambah produk layanan keuangan UangTeman, saat ini pada aplikasi UangTeman kami menawarkan tiga pilihan produk yaitu Payday (sekali bayar dengan tenor 65 hari), instalment (cicilan dengan tenor 3 bulan), dan lite instalment (cicilan dengan tenor 6 bulan),

“Kami harapakan dengan penambahan produk layanan UangTeman ini kami bisa tetap membantu perkekonomian Indonesia terutama menjelang bulan Ramadan dan Lebaran tahun ini.”