Tren Ekbis

Pacu Ekonomi Hijau, Pabrik Pemurnian Sawit Standar Ekspor Digenjot

  • Pemprov Kaltim terus memacu transformasi ekonomi dari sektor ekstraktif ke perkebunan berkelanjutan
sawit kutim.jpg
Kaltim Siapkan 6 Pabrik Pemurnian Sawit Standar Ekspor (Sumber: Kominfo)

JAKARTA, TRENASIA.ID- Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) terus mempercepat langkah transformasi ekonomi berkelanjutan. 

Upaya ini dilakukan untuk mengikis ketergantungan daerah terhadap sektor ekstraktif seperti pertambangan, dengan mengalihkan tumpuan utama pada penguatan sektor perkebunan dari hulu hingga hilir.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim, Arif Murdiyatno, menegaskan bahwa pergeseran ke arah ekonomi hijau ini menjadi peluang sekaligus tantangan besar bagi seluruh pemangku kepentingan di Kalimantan Timur.

“Salah satu fokus utama pembenahan ini menyasar komoditas unggulan kelapa sawit, mulai dari perluasan lahan, peningkatan taraf produksi, hingga pengolahan hasil di tingkat hilir,” katanya pada Jumat, 6 November 2026.

Untuk mendongkrak nilai tambah kelapa sawit lokal, Kaltim kini menyiagakan enam pabrik pemurnian (refinery) skala besar. Unit pabrik refinery terbaru berlokasi di Kabupaten Kutai Timur.

KomoditasFokus Pengembangan & Inovasi HilirisasiTarget Pasar / Sertifikasi
Kelapa SawitPengolahan CPO via 6 pabrik refinery (termasuk unit baru di Kutai Timur)Ekspor Internasional
Kopi LiberikaProses sertifikasi Indikasi Geografis (IG) Perangat BaruPasar Domestik & Khusus
Karet, Aren, Lada, KakaoVerifikasi & pendataan ulang standar Good Agricultural Practices (GAP)Pasar Ekspor Eropa

Arif optimistis kehadiran fasilitas hilirisasi ini akan mendongkrak harga jual produk olahan sawit Kaltim di pasar global.

"Alhamdulillah, mudah-mudahan tahun depan sudah bisa berjalan enam refinery ini memproduksi CPO dan turunannya. Ini juga sudah berstandar ekspor, dan mudah-mudahan nanti nilai jual serta nilai tambahnya menjadi lebih baik," ungkap Arif.

Langkah pembenahan tak hanya berhenti di komoditas sawit. Disbun Kaltim juga tengah melakukan verifikasi serta pendataan ulang pada komoditas karet untuk menembus standar ketat pasar ekspor Eropa.

Pendekatan serupa turut diterapkan pada komoditas perkebunan potensial lainnya, seperti aren, lada, hingga kakao.

Sementara di sektor kopi, Pemprov Kaltim sedang mempersiapkan proses sertifikasi Indikasi Geografis (IG) untuk Kopi Liberika Perangat Baru, guna memperkuat identitas dan daya saing kopi khas Kaltim.

Guna memastikan seluruh target peningkatan nilai tambah dan perluasan pasar ekspor tercapai, Arif menyerukan pentingnya penerapan tata kelola perkebunan sesuai standar Good Agricultural Practices (GAP).

"Saya mengajak kepada seluruh insan pertanian, kita bersama-sama mendorong sektor pertanian ini menjadi lebih baik. Tentunya dimulai dari hulu sampai hilir, mulai dari perbenihan berkualitas dan tersertifikasi, hingga budidaya yang sesuai standar," imbuhnya. 

 

Tulisan ini telah tayang di ibukotakini.com oleh Toni Hariadi pada 06 Nov 2026