Tren Ekbis

Hadiri MitMe Fest 2026, Stafsus Presiden Dorong UMKM Go Digital

  • Akses internet yang makin luas membuka peluang besar bagi 64 juta UMKM Indonesia untuk mempercepat transformasi digital.
WhatsApp Image 2026-04-26 at 15.28.48.jpeg
Penyerahan secara simbolis Merchandise Mitme kepada Tiar Nabilla Karbala (TrenAsia)

JAKARTA, TRENASIA.ID - Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia memiliki sekitar 64 juta UMKM dengan infrastruktur internet yang kini telah menjangkau hampir 80% wilayah. 

Namun, pertanyaan besar yang muncul adalah apakah para pelaku usaha tersebut benar-benar siap bertransformasi ke ranah digital, mengingat akses tidak selalu berbanding lurus dengan kesiapan.

Hal ini disoroti oleh Tiar Nabilla Karbala, Staf Khusus Presiden Republik Indonesia untuk bidang UMKM dan Teknologi Digital periode 2024–2029. Tiar menilai kesiapan UMKM di Indonesia masih berada pada level menengah. 

Artinya, sebagian pelaku usaha sudah mulai beradaptasi dengan teknologi digital, tetapi masih banyak yang tertinggal, terutama dalam hal literasi digital dan kemampuan operasional.

Dalam forum MitMe Fest 2026 yang digelar di M Bloc Space, Blok M, Jakarta, Tiar menegaskan jika peningkatan infrastruktur harus diiringi dengan edukasi yang masif. 

Baca juga : Bekal Jemaah Haji Cair, BRI Salurkan SAR 152,49 Juta

Tiar menyoroti data indeks literasi digital Indonesia yang disebutnya masih berada dalam level rentan jika dibandingkan dengan sejumlah negara lain yang sudah mencapai standar global.

Kondisi ini bukan berarti semua UMKM gagap teknologi tapi juga belum bisa dibilang semuanya siap. "Kita tidak bisa ngomong bahwa semuanya siap, atau kita tidak bisa ngomong bahwa semuanya tidak siap," tegas Tiar di Jakarta, 26 April 2026,

Internet Makin Murah, Tapi Tantangan Bergeser

Di sisi infrastruktur, ada kabar baik. Akses internet di Indonesia terus meluas dan semakin terjangkau dari tahun ke tahun. "Sekarang sudah di level 77–80% internet yang sudah meng-cover hampir seluruh Indonesia. Internet semakin murah," ungkap Tiar.

Namun justru di sinilah tantangan baru muncul. Ketika akses bukan lagi hambatan utama, perhatian harus beralih ke kualitas penggunanya. "Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana kesiapan dari para user internet tersebut. Itu yang sebenarnya menjadi tantangan kita semua," katanya.

Baca juga : Pegadaian Satukan Olahraga, Sosial, dan Investasi di Tring Golden Run

Bagi Tiar, solusinya satu, edukasi yang konsisten dan menyeluruh. “Itulah yang menjadi tantangan kita bersama. Karena itu, hal yang harus selalu dikedepankan adalah pendidikan dan edukasi terkait penggunaan internet yang baik dan benar,” jelas Tiar.

Ia juga mengingatkan bahwa membangun infrastruktur teknologi saja tidak cukup, harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas manusia di baliknya.

"Dengan pengembangan infrastruktur teknologi harus diiringi dengan edukasi dan operasional yang baik," pungkas Tiar.