Menyibak Penguasa Bisnis Bank Digital di Indonesia
- Persaingan bank digital Indonesia semakin ketat. SeaBank memimpin dari sisi nasabah dan kredit, disusul Bank Jago, Allo Bank, hingga Superbank.

Muhammad Imam Hatami
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Persaingan bisnis bank digital di Indonesia semakin ketat. Sejumlah bank digital berlomba memperbesar jumlah nasabah, menyalurkan kredit, sekaligus membangun ekosistem layanan keuangan yang terintegrasi dengan platform digital.
Di tengah persaingan tersebut, SeaBank, Bank Jago, dan Allo Bank menjadi tiga pemain dengan basis nasabah besar. Sementara itu, Superbank mencuri perhatian lewat pertumbuhan jumlah nasabah yang sangat cepat.
Peta persaingan bank digital Indonesia juga tidak bisa dilepaskan dari kekuatan pemegang saham di belakangnya. Sejumlah bank digital mendapat dukungan dari perusahaan teknologi, konglomerasi, hingga grup perbankan besar.
Baca juga : Bank SMBC Indonesia Hadirkan Musisi Kelas Dunia Andrea Bocelli
Peta Persaingan Bank Digital
SeaBank Jadi Penguasa Bank Digital
SeaBank menjadi salah satu pemain terkuat dalam industri bank digital Indonesia. Hingga akhir 2025, SeaBank tercatat memiliki sekitar 24 juta nasabah.
Dari sisi penyaluran pinjaman, SeaBank juga berada di posisi teratas. Berdasarkan data hingga Juni 2025, total pinjaman SeaBank mencapai sekitar Rp26 triliun, dengan pangsa pasar sekitar 29,3%.
Posisi tersebut membuat SeaBank menjadi salah satu bank digital dengan skala bisnis terbesar di Indonesia.
Kekuatan SeaBank tidak terlepas dari ekosistem digital yang dimiliki Sea Group. Bank ini dapat memanfaatkan basis pengguna dari ekosistem digital, termasuk perdagangan elektronik dan layanan digital lainnya. Strategi tersebut membuat SeaBank mampu memperluas basis nasabah sekaligus meningkatkan penyaluran kredit.
Bank Jago Jadi Penantang Terkuat
Di posisi berikutnya terdapat Bank Jago dengan sekitar 18,2 juta nasabah pada akhir 2025. Bank Jago juga memiliki skala penyaluran kredit yang besar. Hingga Juni 2025, total pinjaman bank dengan kode saham ARTO tersebut mencapai sekitar Rp21,4 triliun, dengan pangsa pasar sekitar 24,1%.
Salah satu keunggulan utama Bank Jago adalah integrasinya dengan ekosistem digital GoTo Group, yang mencakup Gojek dan Tokopedia.
Integrasi tersebut memberikan Bank Jago akses terhadap ekosistem pengguna dan aktivitas ekonomi digital yang luas. Bank Jago juga dikenal mengembangkan layanan perbankan yang terintegrasi dengan berbagai kebutuhan finansial pengguna.
Dengan basis nasabah dan kredit tersebut, Bank Jago menjadi salah satu pesaing utama SeaBank dalam perebutan pasar bank digital Indonesia.
Baca juga : Siapa Penguasa Bisnis Layanan Internet Indonesia? Ini Jawabannya

Allo Bank Masuk Tiga Besar
Allo Bank juga menjadi pemain penting dalam persaingan bank digital Indonesia. Bank yang terafiliasi dengan CT Corp tersebut mencatat sekitar 14 juta nasabah pada akhir 2025. Jumlah tersebut meningkat sekitar 25% secara tahunan.
Dari sisi kredit, Allo Bank memiliki total pinjaman sekitar Rp7,5 triliun hingga Juni 2025, dengan pangsa pasar sekitar 8,5%. Kekuatan Allo Bank berasal dari kemampuannya memanfaatkan ekosistem bisnis CT Corp serta jaringan mitra dan layanan digital yang dimilikinya.
Superbank Tumbuh Paling Agresif
Nama lain yang patut diperhatikan adalah Superbank. Superbank mencatat pertumbuhan jumlah nasabah yang sangat cepat. Jumlah nasabahnya meningkat dari sekitar 2,9 juta pada Januari 2025 menjadi 5,9 juta pada akhir 2025.
Pertumbuhan tersebut menjadikan Superbank sebagai salah satu pendatang yang paling agresif di industri bank digital Indonesia. Dari sisi kredit, Superbank mencatat total pinjaman sekitar Rp8,3 triliun hingga Juni 2025. Pangsa pasarnya mencapai sekitar 9,4%.
Superbank juga memiliki dukungan pemegang saham yang kuat. Bank ini didukung oleh konsorsium yang melibatkan Emtek, Grab, KakaoBank, dan GXS Bank. Kombinasi antara modal, teknologi, dan ekosistem digital membuat Superbank berpotensi menjadi salah satu penantang serius bagi pemain lama.
Baca juga : Mengenal SMBC Indonesia dan Akar Raksasa Keuangan Jepang
Bank Neo Commerce dan BCA Digital Berebut Pasar
Selain empat pemain tersebut, persaingan juga diramaikan oleh Bank Neo Commerce dan BCA Digital. Bank Neo Commerce mencatat total pinjaman sekitar Rp8,1 triliun hingga Juni 2025, dengan pangsa pasar sekitar 9,1%.
Bank ini memiliki hubungan kuat dengan ekosistem Akulaku. Berdasarkan struktur kepemilikannya, PT Akulaku Silvrr Indonesia menjadi salah satu pemegang saham utama Bank Neo Commerce.
Sementara itu, BCA Digital atau blu memiliki keunggulan yang berbeda. Bank ini berada di bawah ekosistem PT Bank Central Asia Tbk atau BCA, dengan kepemilikan sekitar 99,99%.
BCA Digital tercatat memiliki lebih dari 3,7 juta nasabah, sehingga memiliki basis pengguna yang cukup besar untuk terus memperluas bisnis perbankan digital.
Pemilik Bank Digital di Indonesia?
Persaingan bank digital Indonesia pada akhirnya bukan hanya mengenai aplikasi atau suku bunga. Faktor yang tidak kalah penting adalah siapa pemilik dan ekosistem yang berada di belakang masing-masing bank.
Berikut gambaran kekuatan ekosistemnya:
- SeaBank didukung oleh Sea Group dan ekosistem digitalnya.
- Bank Jago terhubung erat dengan ekosistem GoTo serta didukung pemegang saham strategis.
- Allo Bank berada dalam ekosistem CT Corp dan memiliki hubungan dengan kelompok usaha besar lainnya.
- Superbank didukung Emtek, Grab, KakaoBank, dan GXS Bank.
- Bank Neo Commerce memiliki hubungan dengan Akulaku serta pemegang saham strategis lainnya.
- BCA Digital merupakan bagian dari Grup BCA.
- Bank Saqu merupakan perusahaan patungan Astra Financial dan WeLab.
Artinya, perang bank digital di Indonesia juga merupakan persaingan antar-ekosistem.
Jika diukur berdasarkan jumlah nasabah dan pangsa pasar pinjaman, SeaBank saat ini berada di posisi terdepan. Namun, Bank Jago memiliki keunggulan dari sisi integrasi ekosistem GoTo. Sementara itu, Superbank menjadi pemain yang perlu diperhatikan karena mampu meningkatkan jumlah nasabah secara agresif.
Baca juga : Bank SMBC Indonesia Hadirkan Mahakarya Musik Andrea Bocelli di Indonesia
Dengan demikian, belum ada satu bank yang benar-benar menguasai seluruh pasar bank digital Indonesia. SeaBank unggul dalam skala nasabah dan kredit, Bank Jago menjadi pesaing utama dengan kekuatan ekosistem GoTo, sedangkan Superbank menjadi salah satu pemain dengan pertumbuhan paling agresif.
Persaingan ke depan kemungkinan semakin ditentukan oleh kemampuan bank digital dalam menggabungkan basis pengguna, ekosistem bisnis, dana murah, penyaluran kredit, teknologi, dan produk keuangan.

Chrisna Chanis Cara
Editor
