Tren Ekbis

Mengenal SMBC Indonesia dan Akar Raksasa Keuangan Jepang

  • Dari bank pensiunan menjadi raksasa perbankan global. Simak perjalanan panjang SMBC Indonesia, BTPN, dan akar sejarah Mitsui-Sumitomo.
Menara-SMBC-Indonesia.jpg

JAKARTA, TRENASIA.ID - PT Bank SMBC Indonesia Tbk atau SMBC Indonesia merupakan bank yang memiliki perjalanan panjang di industri perbankan nasional. Sebelum menggunakan nama SMBC Indonesia, bank ini dikenal luas dengan nama Bank BTPN.

Transformasi tersebut tidak terjadi dalam waktu singkat. Perjalanan SMBC Indonesia bermula dari bank yang awalnya melayani pegawai dan pensiunan militer, kemudian berkembang menjadi bank publik, masuknya investor strategis asal Jepang, hingga akhirnya menjadi bagian penting dari jaringan Sumitomo Mitsui Financial Group (SMFG).

Perubahan identitas menjadi SMBC Indonesia juga memperlihatkan semakin kuatnya hubungan antara bisnis perbankan Indonesia dengan jaringan keuangan global milik Jepang.

Lantas, bagaimana sejarah SMBC Indonesia dan seberapa besar keterkaitannya dengan raksasa keuangan Jepang?

Berawal dari Bapemil pada 1958

Cikal bakal SMBC Indonesia dapat ditelusuri hingga 5 Februari 1958 ketika bank ini didirikan di Bandung dengan nama Bank Pegawai Pensiunan Militer (Bapemil).

Seiring perkembangan bisnis, status bank kemudian ditingkatkan menjadi bank umum. Pada 1986, nama Bapemil berubah menjadi Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN).

Nama BTPN kemudian semakin dikenal sebagai bank yang memiliki pengalaman panjang dalam melayani segmen pensiunan. Namun, dalam perkembangannya, bisnis perseroan tidak lagi hanya berfokus pada segmen tersebut.

BTPN mulai memperluas bisnis ke sektor mikro, usaha kecil, korporasi, hingga layanan perbankan digital.

Perubahan tersebut menjadi fondasi penting bagi transformasi BTPN menjadi bank dengan cakupan bisnis yang lebih luas.

Salah satu tonggak penting dalam perjalanan BTPN terjadi pada 2008, ketika perseroan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Setahun kemudian, BTPN memperluas bisnis melalui BTPN Mitra Usaha Rakyat yang menyasar pelaku usaha mikro.

Perseroan juga memperkenalkan program pemberdayaan masyarakat Daya pada 2011. Program tersebut menjadi bagian dari pendekatan BTPN dalam menggabungkan layanan keuangan dengan pemberdayaan nasabah.

Transformasi berikutnya terjadi pada 2016 ketika BTPN meluncurkan Jenius, layanan perbankan digital yang menyasar masyarakat dengan gaya hidup digital.

Kehadiran Jenius menjadi salah satu langkah BTPN dalam memasuki era perbankan digital dan memperluas basis nasabah di luar segmen tradisionalnya.

Kapan SMBC Masuk ke Indonesia?

Hubungan SMBC dengan Indonesia sebenarnya telah berlangsung sebelum nama SMBC Indonesia digunakan.

Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) memiliki sejarah global yang jauh lebih panjang. SMBC sendiri baru terbentuk pada 2001, tetapi akar sejarahnya berasal dari dua institusi keuangan Jepang, yakni Mitsui Bank dan Sumitomo Bank.

Mitsui Bank berdiri pada 1876, sedangkan Sumitomo Bank berdiri pada 1895. Keduanya kemudian mengalami berbagai proses restrukturisasi hingga akhirnya Sumitomo Bank dan Sakura Bank bergabung pada April 2001 dan membentuk SMBC.

Di Indonesia, SMBC telah hadir sejak 1989 melalui PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia. Dengan demikian, keberadaan SMBC di Indonesia sebenarnya sudah berlangsung selama puluhan tahun sebelum merger dengan BTPN.

Babak terbesar dalam transformasi BTPN terjadi pada 2019. PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk melakukan merger dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia. Setelah merger, BTPN menjadi bagian penting dari jaringan bisnis SMBC di Indonesia.

Perubahan tersebut mempertemukan dua kekuatan yang berbeda. Di satu sisi, BTPN memiliki pengalaman panjang di pasar domestik, termasuk segmen pensiunan, mikro, UMKM, ritel dan digital banking.

Di sisi lain, Bank Sumitomo Mitsui Indonesia membawa jaringan korporasi dan koneksi dengan perusahaan Jepang serta jaringan global SMBC. Dari sinilah BTPN mulai memiliki posisi yang semakin strategis dalam ekosistem bisnis SMBC di Indonesia.

Secara global, SMFG mencatat BTPN mulai menjadi perusahaan asosiasi pada 2013 dan kemudian menjadi anak perusahaan pada 2019.

Dari Bank BTPN Menjadi SMBC Indonesia

Transformasi berikutnya terjadi pada 2024. Bank yang sebelumnya menggunakan nama Bank BTPN kemudian berganti nama menjadi PT Bank SMBC Indonesia Tbk.

Perubahan nama tersebut memperkuat identitas perseroan sebagai bagian dari jaringan global SMBC.

Dengan menggunakan nama SMBC, perseroan tidak hanya membawa sejarah BTPN di Indonesia, tetapi juga menghubungkan bisnisnya dengan jaringan keuangan SMBC yang beroperasi secara internasional.

Perubahan ini juga membuat posisi SMBC Indonesia semakin mudah dikenali sebagai bagian dari grup keuangan Jepang tersebut.

Di tingkat grup, SMBC Indonesia merupakan bagian dari Sumitomo Mitsui Financial Group (SMFG). SMFG sendiri merupakan perusahaan induk yang menaungi SMBC dan berbagai perusahaan jasa keuangan lainnya.

SMFG dibentuk pada 2 Desember 2002 melalui pengalihan saham, dengan SMBC menjadi anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki SMFG. Struktur holding tersebut dibentuk untuk memperkuat pengelolaan grup, tata kelola, serta strategi bisnis secara keseluruhan.

Dengan demikian, hubungan sederhananya dapat digambarkan sebagai, SMFG → SMBC → SMBC Indonesia. SMBC Indonesia menjadi salah satu kendaraan bisnis penting SMBC Group di pasar Indonesia.

Seberapa Besar Raksasa SMBC?

SMBC bukan bank baru yang tiba-tiba muncul sebagai pemain global. Akar sejarahnya dapat ditelusuri hingga lebih dari satu abad lalu. Mitsui Bank berdiri pada 1876, sedangkan Sumitomo Bank berdiri pada 1895. Kedua sejarah tersebut kemudian bertemu melalui pembentukan SMBC pada 2001. Namun akar sejarah Bank ini sudah ada berabad-abad sebelumnya,

  • 1590 — Akar keluarga Sumitomo bermula dari bisnis pengolahan tembaga yang didirikan Riemon Soga, saudara ipar Masatomo Sumitomo.
  • 1673 — Akar bisnis Mitsui bermula ketika Takatoshi Mitsui membuka usaha perdagangan kimono Echigoya.
  • 1876 — Mitsui Bank didirikan.
  • 1895 — Sumitomo Bank didirikan.
  • 1990 — Mitsui Bank bergabung dengan Taiyo Kobe Bank dan membentuk Mitsui Taiyo Kobe Bank.
  • 1992 — Mitsui Taiyo Kobe Bank berganti nama menjadi Sakura Bank.
  • 2001 — Sakura Bank dan Sumitomo Bank bergabung dan membentuk Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC).

SMBC sendiri merupakan salah satu bank inti dalam SMBC Group dan menangani layanan keuangan bagi nasabah ritel maupun korporasi di Jepang dan berbagai negara.

Setelah membentuk SMBC pada 2001, grup kemudian membentuk SMFG pada 2002. Struktur tersebut memungkinkan bisnis grup berkembang ke berbagai sektor jasa keuangan, termasuk sekuritas, kartu kredit, leasing, dan layanan keuangan lainnya.

Saat ini, bisnis SMBC Indonesia telah jauh berkembang dibandingkan masa awal BTPN. Perseroan melayani berbagai segmen, mulai dari ritel, UMKM, korporasi, hingga nasabah dengan kebutuhan wealth management.

1. Perbankan Digital

Salah satu produk yang paling dikenal masyarakat adalah Jenius. Jenius menyasar masyarakat digital savvy dengan layanan perbankan yang dapat diakses melalui aplikasi.

Kehadiran Jenius menjadi salah satu bukti transformasi BTPN dari bank dengan fokus tradisional menjadi pemain yang juga berkompetisi di industri digital banking.

2. Wealth Management

SMBC Indonesia juga memiliki layanan Sinaya yang ditujukan bagi nasabah wealth management. Segmen ini mencakup kebutuhan nasabah dalam pengelolaan kekayaan, investasi, dan berbagai solusi finansial.

3. Korporasi

Segmen korporasi menjadi salah satu bagian penting dari bisnis SMBC Indonesia. Kekuatan jaringan SMBC di Jepang memberikan akses kepada perseroan untuk melayani perusahaan multinasional, termasuk perusahaan Jepang yang beroperasi atau berinvestasi di Indonesia.

Inilah salah satu keunggulan strategis SMBC Indonesia dibandingkan bank yang hanya mengandalkan pasar domestik.

4. UMKM dan Mikro

Warisan BTPN juga masih terlihat dari fokus pada sektor mikro dan UMKM. Segmen ini memiliki posisi penting karena Indonesia memiliki basis pelaku usaha mikro dan kecil yang sangat besar.

5. Pembiayaan Kendaraan

SMBC Indonesia juga memiliki perusahaan anak di sektor pembiayaan kendaraan, yakni PT Oto Multiartha (OTO) untuk kendaraan roda empat dan PT Summit Oto Finance (SOF) untuk kendaraan roda dua. SMFG mencatat OTO dan SOF menjadi anak perusahaan grup pada 2024.

6. Punya Anak Usaha Syariah

Ekosistem bisnis SMBC Indonesia juga mencakup PT Bank BTPN Syariah Tbk. BTPN Syariah memiliki fokus berbeda dengan bank induknya, terutama dalam melayani dan memberdayakan komunitas perempuan prasejahtera produktif.

Dengan demikian, ekosistem SMBC Indonesia tidak hanya mencakup perbankan konvensional, tetapi juga memiliki eksposur terhadap segmen perbankan syariah melalui anak perusahaan.