Tren Ekbis

Mengenal Investasi Hijau, Perpaduan Cuan dan Keberlanjutan

  • Investasi hijau kian diminati karena menggabungkan potensi imbal hasil finansial dengan dampak positif bagi lingkungan dan keberlanjutan jangka panjang.
images (40).jpeg
Green AI (Forbes)

JAKARTA, TRENASIA.ID - Investasi hijau atau green investing semakin menarik perhatian banyak di berbagai kalangan. Hal ini dikarenakan implementasinya dalam menggabungkan tujuan finansial dan keberlanjutan lingkungan serta sosial. 

Pendekatan ini mempertimbangkan faktor environmental, social, and governance (ESG) dalam setiap keputusan investasi, sehingga tidal hanya mengejar keuntungan jangka pendek.

Sebagai informasi, investasi hijau merupakan kegiatan penanaman modal yang fokus pada proyek dan dampak positif lingkungan, tetapi juga menghasilkan keuntungan finansial. Praktik ini melibatkan integrasi faktor ESG dalam analisis investasi sehingga portofolio lebih resilient terhadap risiko lingkungan dan sosial. 

Melansir dari Know ESG, Selasa, 6 Januari 2026, dampak investasi hijau bermanfaat langsung guna menciptakan lapangan kerja yang baru dan berkelanjutan. Dari lapangan kerja tersebut, hadir dari inovasi yang lahir untuk mendorong kemajuan teknologi dalam penyimpanan energi, transportasi, dan pertanian.

Investasi hijau telah berkembang dari sektor khusus menjadi kekuatan yang signifikan di dunia keuangan, sebagian besar karena meningkatnya kekhawatiran tentang perubahan iklim dan keberlanjutan. Pada tahun 2021, lebih dari $70 miliar mengalir ke dana ESG, menandai peningkatan substansial dari tahun sebelumnya.

Meskipun keuntungan bukanlah satu-satunya tujuan di dalam investasi hijau, tetapi investasi ramah lingkungan dapat menghasilkan pengembalian yang setara atau melampaui aset tradisional. 

Dilansir dari Supermoney, sebuah studi tahun 2022 oleh Morningstar Inc. melaporkan bahwa dana berkelanjutan yang dihasilkan dari lingkungan, mampu mengungguli pasar yang lebih luas. Selain itu, dana campuran besar milik AS yang berkelanjutan, juga menunjukkan kinerja yang unggul selama periode tiga dan lima tahun berikutnya.

Tipe Investasi Hijau

Dalam penerapannya, investor dapat memilih berbagai jenis investasi hijau sesuai tujuan dan toleransi beberapa risiko. Berikut tips yang dapat dilakukan dalam penerapan investasi hijau adalah:

  1. Saham perusahaan energi terbarukan, seperti perusahaan pembangkit tenaga angin, surya, atau hidro.
  2. Green bonds (obligasi hijau) yang dananya dialokasikan untuk proyek dengan dampak lingkungan, seperti infrastruktur energi bersih.
  3. Sustainable ETFs yang memberi eksposur pada perusahaan hijau dengan diversifikasi portofolio.
  4. Impact investing, yaitu investasi yang secara eksplisit menargetkan pencapaian hasil sosial dan lingkungan bersama dengan hasil finansial.
  5. Thematic investing yang menargetkan sektor tertentu seperti teknologi bersih atau pertanian berkelanjutan.

Dinamika dan Tantangan

Meskipun permintaan terhadap investasi berkelanjutan terus meningkat, perkembangan ini menghadapi tantangan seperti ketidakseragaman standar pelaporan ESG dan risiko greenwashing klaim hijau yang tidak akurat oleh perusahaan. Oleh karena itu, investor tetap perlu melakukan due diligence dan memilih instrumen yang benar-benar sesuai prinsip keberlanjutan. 

Kini, investasi hijau kini bukan hanya tren semata, tetapi bagian dari pergeseran paradigma global dalam mengarahkan modal ke aktivitas ekonomi yang lebih kuat secara finansial dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.