Tren Ekbis

Indonesia Hampir Swasembada Beras dan Jagung

  • Indonesia akan mengumumkan status swasembada beras dan jagung tahun 2025 setelah pencatatan produksi selesai, namun waktu pengumuman masih dipertimbangkan.
lvqceq27yqgfrux4qxahhdqor-beraspng.png
Beras (Jasindo)

JAKARTA, TRENASIA.ID - Pemerintah Indonesia menyiapkan pengumuman terkait swasembada pangan untuk komoditas beras dan jagung. Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menyatakan pengumuman tersebut akan diumumkan, tetapi tidak dalam waktu dekat mengingat masih banyak penanganan terhadap bencana di Aceh dan Sumatra.

“Tapi bahwa pengumumannya itu lagi kita pertimbangkan, karena lagi kedaruratan. Tapi secara pencatatan kita lakukan. (Pengumuman swasembada) Iya beras sama jagung," ujarnya pada Rabu, 31 Desember 2025.

Sudaryono juga menyatakan pencatatan produksi dari komoditas beras dan jagung terus dilakukan hingga akhir Desember 2025 dan awal Januari 2026. Jika evaluasi akhir menunjukkan tidak ada impor pada kedua komoditas itu sepanjang periode tersebut, maka Indonesia resmi mencapai swasembada pangan. 

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, menyatakan bahwa Indonesia telah memproyeksikan peningkatan produksi beras secara signifikan, dengan target produksi beras nasional mencapai sekitar 34,77 juta ton pada periode Januari–Desember 2025. Angka ini lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya dan menunjukkan tren produksi domestik yang kuat. 

Selain itu, stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang dilaporkan Perum Bulog pada Mei 2025 mencapai jumlah tertinggi sepanjang sejarah, yakni mencapai sekitar 3,7–4 juta ton yang tersimpan di gudang Perum Bulog. Peningkatan stok ini menjadi salah satu indikator bahwa kebutuhan beras domestik dapat dipenuhi tanpa ketergantungan impor utama. 

Komoditas jagung juga menunjukkan capaian produksi domestik yang mencukupi kebutuhan pangan dan pakan ternak. Pemerintah menyatakan bahwa produksi jagung pada 2025 telah mencukupi, sehingga impor jagung tidak lagi diperlukan untuk pemenuhan domestik. 

Manfaat Sektor Ekonomi

Capaian produksi beras nasional sebesar 34,77 juta ton sepanjang 2025 serta stok cadangan beras pemerintah (CBP) di kisaran 3,7–4 juta ton memungkinkan pemenuhan kebutuhan domestik tanpa impor. Dengan tidak dilakukannya impor beras dan jagung, pemerintah tidak perlu mengalokasikan devisa untuk pengadaan pangan dari luar negeri.

Data tersebut menjadi gambaran bahwa kebutuhan konsumsi dan cadangan nasional dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri hingga awal 2026. Dari sisi harga, ketersediaan stok beras dalam jumlah besar berperan dalam menjaga pasokan di pasar domestik.

Beras merupakan komoditas utama dalam struktur konsumsi rumah tangga dan memiliki bobot signifikan dalam inflasi. Dengan stok CBP berada pada level tertinggi sepanjang sejarah, pemerintah memiliki ruang intervensi pasar yang memadai untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan pokok.

Sementara itu, kecukupan produksi jagung sepanjang 2025 yang dinyatakan mampu memenuhi kebutuhan domestik berdampak pada sektor pakan ternak. Jagung merupakan bahan baku utama pakan, sehingga ketersediaan pasokan dalam negeri mendukung keberlanjutan produksi peternakan tanpa ketergantungan impor. Kondisi ini diharapkan mampu menjaga kelancaran rantai pasok pangan dan aktivitas ekonomi di sektor pertanian, peternakan, serta distribusi pangan nasional.

Upaya mencapai swasembada beras dan jagung menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, yang meliputi peningkatan produksi dalam negeri, percepatan distribusi, serta dukungan teknologi pertanian dan kebijakan yang terkoordinasi dari berbagai lintas sektor.