Tren Ekbis

InJourney Airports Dampingi 35 UMKM Banyuwangi Masuk Ekosistem Pariwisata Ijen

  • InJourney Airports mendampingi 35 UMKM Banyuwangi melalui program inkubasi yang mencakup digitalisasi keuangan, branding, dan pemanfaatan AI.
WhatsApp Image 2026-09-25 at 14.39.24.jpeg
InJourney Airports memperkuat pendampingan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Banyuwangi melalui program InJourney Airports Creativity House (ICH) 2026. (InJourney)

BANYUWANGI, TRENASIA.ID – InJourney Airports memperkuat pendampingan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Banyuwangi melalui program InJourney Airports Creativity House (ICH) 2026. 

Sebanyak 35 UMKM di kawasan penyangga pariwisata Ijen mengikuti program tersebut untuk memperkuat tata kelola usaha, pemasaran, dan pemanfaatan teknologi digital.

Program ICH 2026 menggunakan pendekatan inkubasi end-to-end, bukan hanya pelatihan dalam satu atau dua hari. Peserta mendapatkan pembekalan, praktik langsung, pemantauan kinerja, hingga konsultasi selama periode inkubasi.

Direktur Human Capital PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Adi Nugroho mengatakan program tersebut diharapkan memberikan manfaat yang dapat diterapkan langsung oleh pelaku usaha.

“Kami berharap pengetahuan dan keterampilan yang didapat bisa langsung diterapkan. Target kami adalah memberi manfaat yang benar-benar berkelanjutan bagi para pelaku usaha,” kata Adi saat memberikan sambutan.

Plt Kepala Diskop UMP Banyuwangi Heni Sugiharti berharap pendampingan tersebut dapat berlanjut setelah rangkaian pelatihan selesai. Pemerintah daerah menilai program tersebut dapat menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pengembangan UMKM yang terkait dengan sektor pariwisata.

“Semoga program ini tidak berhenti sampai di sini. Kami berterima kasih ke InJourney dengan adanya pelatihan dan pendampingan ini sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan UMKM pariwisata di daerah,” ujar Heni.

Belajar Kelola Keuangan hingga Manfaatkan AI

Program ICH Banyuwangi memiliki tiga fokus utama, yakni digitalisasi keuangan, penguatan merek atau branding, serta pemanfaatan teknologi modern.

Pada aspek pengelolaan keuangan, peserta diwajibkan mengintegrasikan sistem MitMe Kasir untuk mengubah pencatatan transaksi manual menjadi sistem digital. Data transaksi tersebut kemudian dapat digunakan untuk memantau aktivitas usaha secara lebih terstruktur.

Peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai strategi promosi digital dan pembuatan konten kreatif. Pemanfaatan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) turut menjadi bagian dari materi, khususnya untuk membantu pelaku usaha menyusun komunikasi produk dan materi pemasaran.

Rangkaian pembekalan dimulai melalui pelatihan tatap muka pada 24–25 September 2026 di Ballroom Grand Harvest Resort Ijen, Tamansari.

Tidak hanya menerima materi, peserta diarahkan untuk mempraktikkan pengetahuan yang diperoleh agar dapat diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari.

Setelah pelatihan, program berlanjut ke fase pemantauan berkala bersama tim ahli Penakita. Selama masa inkubasi, peserta mendapatkan konsultasi usaha, webinar pengayaan materi, serta pemantauan aktivitas transaksi harian melalui dasbor MitMe Kasir.

Kinerja UMKM Dipantau Lewat KPI

InJourney Airports menggunakan sejumlah indikator kinerja atau key performance indicator (KPI) untuk mengukur perkembangan peserta selama program.

Indikator tersebut mencakup tingkat adopsi pencatatan kasir digital, konsistensi aktivitas usaha, pertumbuhan omzet, serta kesiapan produk untuk masuk ke jejaring rantai pasok pariwisata daerah.

Pendekatan tersebut ditujukan agar program tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan peserta setelah pelatihan. UMKM diharapkan dapat menerapkan sistem pengelolaan usaha yang lebih tertib sekaligus beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Program ICH 2026 juga diarahkan untuk memperkuat keterhubungan UMKM dengan perkembangan pariwisata Banyuwangi, khususnya kawasan Ijen. Dengan peningkatan kapasitas pengelolaan usaha, pelaku UMKM diharapkan memiliki kesiapan lebih besar untuk mengambil bagian dalam rantai ekonomi yang tumbuh di sekitar destinasi wisata.

Melalui pendampingan yang berkelanjutan, InJourney Airports menempatkan program tersebut tidak hanya sebagai kegiatan pelatihan, tetapi sebagai proses inkubasi yang mencakup pembekalan, penerapan, pemantauan, dan evaluasi perkembangan usaha peserta.