IHSG Merah Lagi, Saham Bank Masih Diobral Asing Terseret Skandal FinCEN Files
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan bursa Rabu 23 September 2020, masih terkulai lemah di zona merah. IHSG sempat perkasa pada perdagangan...

emylmaulana
Author
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan bursa Rabu 23 September 2020, masih terkulai lemah di zona merah. IHSG sempat perkasa pada perdagangan sesi dengan naik ke level 4.984,23 sebelum akhirnya tersungkur ke level 4.917,95 pada akhir perdagangan.
Pelemahan IHSG ditekan oleh sektor ragam industri dan agrikultur. Dua sektor ini mengalami penurunan 0,96% dan 0,86% secara berturut-turut.
Selain itu, penurunan IHSG ini juga diwarnai oleh aksi jual bersih investor asing senilai Rp233,87 miliar. Sehingga sejak awal tahun, total net sell asing pada bursa Tanah Air telah mencapai Rp40,84 triliun.
- Awas! Tawaran Pinjol Lewat SMS Adalah Praktik Fintech Ilegal
- IHSG Merah Lagi, Saham Bank Masih Diobral Asing Terseret Skandal FinCEN Files
- Erick dan Sri Mulyani Bentuk BUMN LPI, Danai Proyek Infrastruktur
- Guru Penggerak Dapat Jadi Agen Perubahan Pendidikan Indonesia
- Jokowi Akhirnya Mau Pidato di Sidang Majelis Umum PBB, Bahas Apa?
Sentimen dari The Financial Crimes Enforcement Network (FinCEN) Files yang melibatkan 19 bank nasional tampaknya masih menjadi batu sandungan bagi kinerja IHSG hari ini. Hal tersebut terbukti dari tren jual bersih asing terhadap saham-saham perbankan di Tanah Air.
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham yang paling banyak diobral asing dengan nilai Rp552,9 miliar. Diikuti oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dengan nilai Rp221,2 miliar. (SKO)
Berikut 10 saham paling banyak dilego asing:
- BBCA: Rp49,8 miliar
- BMRI: Rp37,2 miliar
- UNVR: Rp25,2 miliar
- BBRI: Rp23,8 miliar
- TOWR: Rp22,3 miliar
- MIKA: Rp11,9 miliar
- GGRM: Rp11,1 miliar
- INDF: Rp10,5 miliar
- CPIN: Rp9,7 miliar
- ASII: Rp9,3 miliar
