Tren Ekbis

Ekosistem Ultra Mikro BRI Dorong Usaha Limbah Jadi Cuan

  • Perempuan nasabah PNM Mekaar di Bandung Barat mengolah limbah jadi usaha berkelanjutan, didukung sinergi ultra mikro BRI untuk dorong ekonomi dan inklusi keuangan.
WhatsApp Image 2026-04-06 at 14.01.09 (1).jpeg
Nasabah PNM Mekaar di Bandung Barat kembangkan usaha dari limbah ternak jadi pupuk dan energi, didukung ekosistem ultra mikro BRI. (BRI)

BANDUNG BARAT, TRENASIA.ID — Di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan pelaku usaha ultra mikro, model bisnis berbasis pemanfaatan limbah mulai menunjukkan potensi sebagai sumber penghidupan berkelanjutan.

Melalui sinergi Holding Ultra Mikro yang melibatkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Permodalan Nasional Madani (PNM), dan PT Pegadaian, akses pembiayaan dan pendampingan usaha bagi masyarakat kecil terus diperluas. Pendekatan ini tidak hanya mendorong inklusi keuangan, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi berbasis komunitas.

Salah satu contoh nyata datang dari Onih Suryati, nasabah program PNM Mekaar sekaligus agen BRILink di Kabupaten Bandung Barat. Sejak 2022, ia mengembangkan usaha berbasis pertanian dan peternakan dengan fokus pada budidaya cacing serta produksi pupuk organik kascing (bekas cacing).

Dari Limbah Jadi Sumber Pendapatan

Usaha Onih bermula dari persoalan lingkungan, yakni limbah kotoran sapi yang mencemari sekitar. Melalui pelatihan yang difasilitasi PNM, limbah tersebut diolah menjadi bahan baku bernilai ekonomi. 

“Awalnya kotoran sapi menjadi limbah yang mencemari lingkungan. Kemudian, melalui pelatihan dari PNM, limbah tersebut dimanfaatkan sebagai pakan cacing, dan pupuk kascingnya dimanfaatkan untuk pertanian,” ungkapnya.

Nasabah PNM Mekaar di Bandung Barat kembangkan usaha dari limbah ternak jadi pupuk dan energi, didukung ekosistem ultra mikro BRI. (BRI)

Seiring waktu, model usaha ini berkembang menjadi sistem terintegrasi berbasis ekonomi sirkular. Limbah ternak diolah melalui instalasi biogas, menghasilkan energi alternatif, sekaligus menjadi input untuk budidaya cacing yang kemudian menghasilkan pupuk organik bagi pertanian.

Dukungan tambahan berupa hibah greenhouse dari PNM turut memperkuat kapasitas produksi, sekaligus mendukung ketahanan pangan di tingkat rumah tangga.

Efisiensi Energi dan Tambahan Penghasilan

Inovasi tersebut tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga efisiensi biaya hidup. Onih kini tidak lagi bergantung pada energi konvensional seperti LPG. “Setelah ada biogas, ibu tidak pernah membeli gas LPG. Hasil penjualan cacing dan pupuk kascing dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari termasuk juga biaya sekolah anak,” ujarnya.

Selain itu, perannya sebagai agen BRILink memperluas sumber pendapatan sekaligus menghadirkan layanan keuangan bagi masyarakat sekitar yang sebelumnya terbatas aksesnya.

Peran Ekosistem Ultra Mikro

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyebut kisah ini mencerminkan efektivitas pendekatan ekosistem ultra mikro dalam meningkatkan kapasitas usaha secara berkelanjutan, khususnya bagi perempuan. 

“Keberadaan ekosistem ultra mikro menghadirkan pemberdayaan yang berfokus pada pendampingan usaha serta keterhubungan dengan layanan keuangan formal. Pendekatan ini mendorong pelaku usaha, khususnya perempuan, untuk mengembangkan usahanya secara lebih produktif,” ujarnya.

Program PNM Mekaar sendiri dirancang untuk menjangkau perempuan prasejahtera yang belum memiliki akses ke layanan keuangan formal (unbankable). Skemanya mencakup pembiayaan tanpa agunan serta pendampingan usaha secara berkelanjutan.

Dampak Nyata: Jutaan Nasabah Naik Kelas

Dalam skala nasional, sinergi Holding Ultra Mikro menunjukkan dampak signifikan. Sepanjang 2025, tercatat sekitar 1,4 juta debitur PNM berhasil naik kelas, mencerminkan peningkatan kapasitas usaha sekaligus perluasan inklusi keuangan.

Angka ini menegaskan bahwa pendekatan berbasis ekosistem—yang menggabungkan pembiayaan, pendampingan, dan akses layanan keuangan—mampu mendorong transformasi ekonomi di level akar rumput.

Kisah Onih Suryati menjadi gambaran bagaimana pengelolaan limbah dapat bertransformasi menjadi sumber ekonomi baru. Lebih dari itu, model ini menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan dan penguatan usaha ultra mikro dapat berjalan seiring dengan praktik ekonomi berkelanjutan.