DPLK Avrist Bidik 81 Persen Pekerja Tanpa Dapen Via SiPURNA
- DPLK Avrist meluncurkan SiPURNA, aplikasi dana pensiun digital untuk menjangkau jutaan pekerja informal yang belum memiliki perlindungan finansial masa tua.

Maharani Dwi Puspita Sari
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID - Peluncuran aplikasi dana pensiun (Dapen) digital SiPURNA dari Dana Penisun Lembaga Keuangan (DPLK) Avrist menjadi langkah baru industri keuangan dalam membidik jutaan pekerja Indonesia yang belum memiliki perlindungan finansial masa tua.
Berbeda dari layanan pensiun konvensional lainnya, platform ini dirancang untuk menjangkau pekerja informal dan generasi produktif secara langsung melalui layanan digital personal.
Ketua Pengurus DPLK Avrist, Firmansyah, mengatakan aplikasi tersebut merupakan bagian dari transformasi digital industri dana pensiun sekaligus solusi inklusif bagi masyarakat luas.
“SiPURNA by DPLK Avrist ini menegaskan komitmen kami sebagai pionir transformasi digital di industri dana pensiun Indonesia. Kami harapkan SiPURNA by DPLK Avrist ini menjadi simpanan pensiun sempurna untuk masa purna yang sejahtera,” ujarnya dalam kegiatan peluncuran aplikasi SiPURNA Kamis, 5 Februari 2026.
Data menunjukkan kesenjangan perlindungan dana pensiun masih besar. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus 2025, jumlah angkatan kerja nasional mencapai sekitar 154 juta orang, dengan sekitar 57,80% bekerja di sektor informal.
Namun, Otoritas Jasa Keuangan mencatat peserta dana pensiun baru sekitar 29,1 juta orang atau sekitar 18,89% dari total angkatan kerja. Dalam hal ini, Firmansyah menegaskan kondisi ini menjadi alasan utama hadirnya SiPURNA.
“Data menunjukkan bahwa pekerja informal termasuk UMKM mendominasi angkatan kerja di Indonesia yakni hampir 60%. Dan hanya 18,89% yang memiliki perlindungan pensiun, artinya masih ada sekitar 81% pekerja yang belum memiliki perlindungan pensiun, dan mereka inilah yang ingin kami jangkau melalui kehadiran SiPURNA by DPLK Avrist,” tegas Firmansyah.
Cara Kerja dan Fitur Utama
SiPURNA dirancang sebagai platform digital end-to-end yang memungkinkan pengguna melakukan perencanaan pensiun secara mandiri, mulai dari simulasi kebutuhan dana, pemantauan saldo, hingga strategi pencapaian target finansial. Aplikasi ini juga dilengkapi antarmuka ramah pengguna sehingga mudah diakses generasi produktif, termasuk Gen Z.

Sementara itu, Perencana keuangan Nadia Harsya menilai edukasi pensiun sejak dini menjadi kunci agar masyarakat tidak mengalami penurunan kualitas hidup saat memasuki masa tua.
“Di sinilah perlunya layanan yang dapat menjangkau langsung setiap individu untuk merencanakan pensiunnya sejak dini. Diharapkan dengan platform yang diluncurkan DPLK Avrist ini, mempermudah masyarakat mengakses perencanaan pensiun dimana saja dan kapan saja karena berbasis digital,” ucap Nadia.
Hadirnya aplikasi digital seperti SiPURNA membuka peluang bagi generasi muda untuk mulai menyiapkan masa depan finansial lebih awal. Selain fleksibel dan mudah diakses, platform ini diharapkan mampu mengubah stigma bahwa dana pensiun hanya relevan bagi pekerja tetap atau usia mendekati pensiun.
Dengan fokus pada inklusi keuangan, digitalisasi layanan, dan pendekatan personal, peluncuran SiPURNA menandai perubahan strategi industri dana pensiun nasional yang kini semakin dekat dengan kebutuhan generasi produktif serta pekerja informal.

Maharani Dwi Puspita Sari
Editor
