Tren Ekbis

Didukung BRI, Usaha Kue Rumahan di Lampung Banjir Pesanan

  • UMKM kue rumahan di Lampung berkembang pesat dan banjir pesanan, didukung pembiayaan serta digitalisasi dari BRI hingga serap tenaga kerja lokal.
WhatsApp Image 2026-04-07 at 17.22.22.jpeg
Yulianti Yusup, pelaku usaha kue semprong dan kue kering, berhasil mengembangkan bisnisnya dari dapur sederhana hingga mampu memenuhi lonjakan permintaan pasar. (BRI)

LAMPUNG, TRENASIA.ID — Usaha mikro berbasis rumahan kembali menunjukkan perannya sebagai penggerak ekonomi lokal, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan musiman seperti Ramadan dan Lebaran.

Salah satu kisah datang dari Yulianti Yusup, pelaku usaha kue semprong dan kue kering yang berhasil mengembangkan bisnisnya dari dapur sederhana hingga mampu memenuhi lonjakan permintaan pasar.

Perjalanan usaha ini mencerminkan bagaimana kombinasi ketekunan, kualitas produk, serta akses pembiayaan dapat mendorong UMKM naik kelas dan memberikan dampak ekonomi di tingkat komunitas.

Dari Skala Kecil ke Permintaan yang Terus Meningkat

Yulianti memulai usahanya dengan modal terbatas dan resep keluarga. Produk awalnya dipasarkan ke lingkungan sekitar, mulai dari tetangga hingga pasar tradisional. Seiring waktu, konsistensi kualitas dan kepercayaan pelanggan mendorong peningkatan permintaan, terutama pada periode musiman. 

“Saya berusaha menggunakan pengetahuan saya untuk mengembangkan produk kue yang diminati warga sekitar. Alhamdulillah banyak yang suka. Biasanya momen Ramadan dan Lebaran menjadi puncak pesanan,” ujarnya.

Lonjakan permintaan pada periode tersebut bahkan membuat kapasitas produksi meningkat signifikan dibandingkan hari biasa, seiring tingginya kebutuhan masyarakat akan hidangan Lebaran dan bingkisan.

Momentum Lebaran Jadi Penggerak Ekonomi Lokal

Menariknya, peningkatan pesanan tidak hanya berdampak pada bisnis Yulianti, tetapi juga membuka peluang kerja bagi warga sekitar. Untuk memenuhi permintaan, ia melibatkan masyarakat sekitar dalam proses produksi, sehingga menciptakan efek ekonomi berganda (multiplier effect). 

“Walaupun produksinya jadi lebih padat, di situ saya malah merasa paling senang, karena bisa berbagi kesempatan dengan warga sekitar untuk menambah penghasilan,” ucap Yulianti.

Pendekatan ini menunjukkan bagaimana UMKM tidak hanya berfungsi sebagai unit bisnis, tetapi juga sebagai katalis pemberdayaan ekonomi komunitas.

Peran Pembiayaan dan Digitalisasi

Di balik pertumbuhan usaha tersebut, dukungan dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menjadi salah satu faktor kunci. Melalui akses pembiayaan mikro, Yulianti dapat meningkatkan kapasitas produksi, mulai dari pembelian bahan baku hingga pengadaan peralatan.

Selain itu, adopsi layanan digital seperti QRIS membantu memperluas metode pembayaran dan meningkatkan efisiensi transaksi. “Meski saya pelaku usaha kecil, namun saya tetap didampingi oleh BRI dan merasakan manfaat atas kehadiran BRI. Kami dibantu diajarkan mengenai pengelolaan keuangan dan kiat mengembangkan usaha,” ujarnya.

Digitalisasi ini menjadi penting dalam mendorong UMKM agar lebih adaptif terhadap perubahan perilaku konsumen yang semakin mengarah ke transaksi non-tunai. Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menilai kisah Yulianti mencerminkan peran penting perempuan dalam mendorong ekonomi nasional. 

“Dengan dukungan berkelanjutan dari BRI, kisah Yulianti menjadi bukti bahwa usaha UMKM perempuan yang dikelola dengan ketekunan dan didukung oleh ekosistem yang tepat, akan mampu tumbuh, berdaya saing, serta memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Prospek ke Depan: Perluasan Pasar dan Dampak Sosial

Ke depan, Yulianti menargetkan usahanya dapat menjangkau pasar yang lebih luas sekaligus terus memberdayakan masyarakat sekitar. “Harapannya usaha ini bisa semakin dikenal luas dan terus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” tambahnya.

Kisah ini mempertegas bahwa penguatan UMKM, khususnya yang digerakkan perempuan. Tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.