Tren Ekbis

Dari Rumah ke Pasar, Usaha Tahu Nia Tumbuh Bersama BRI

  • Kisah Nia Anggraini, pelaku UMKM tahu yang sukses naik kelas bersama PNM Mekaar dan BRI. Simak peran pembiayaan dan pendampingan dalam mendorong ekonomi perempuan.
WhatsApp Image 2026-04-16 at 08.02.51 (1).jpeg
Nia Anggraini, pelaku usaha ultra mikro asal Kartasura, yang berhasil mengembangkan bisnis produksi tahu dari skala rumahan menjadi sumber penghasilan utama keluarga. (BRI)

SUKOHARJO, TRENASIA.ID – Pemberdayaan perempuan terbukti menjadi salah satu motor penggerak ekonomi keluarga hingga nasional. Hal ini tercermin dari perjalanan Nia Anggraini, pelaku usaha ultra mikro asal Kartasura, yang berhasil mengembangkan bisnis produksi tahu dari skala rumahan menjadi sumber penghasilan utama keluarga.

Awalnya, Nia bukanlah pelaku usaha. Ia bekerja sebagai tenaga pemasaran hingga akhirnya menemukan titik balik saat cuti melahirkan. Dari aktivitas sederhana mengisi waktu di rumah, ia mulai merintis usaha tahu yang kemudian berkembang secara bertahap.

Seiring waktu, usaha tersebut tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh di tengah berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan modal hingga peran ganda sebagai ibu rumah tangga sekaligus pengusaha.

Bertahan di Tengah Tekanan

Perjalanan bisnis Nia mulai menemukan momentum ketika bergabung dengan program PNM Mekaar, bagian dari ekosistem ultra mikro yang diperkuat oleh Bank Rakyat Indonesia bersama Permodalan Nasional Madani dan Pegadaian.

Akses pembiayaan menjadi pintu masuk, tetapi dampak yang dirasakan tidak berhenti di sana. Nia mengaku justru jaringan usaha menjadi manfaat paling terasa. “Yang paling terasa adalah networking yang semakin luas,” ujarnya.

Jejaring ini membuka peluang pemasaran sekaligus memperkaya cara pengelolaan usaha, dua faktor penting dalam mempercepat pertumbuhan UMKM.

Naik Kelas Lewat Inkubasi dan Pendampingan

Salah satu titik penting dalam perjalanan bisnisnya adalah saat mengikuti Senyum Incubation Program 2024 di Rumah BUMN Yogyakarta. Program ini mempertemukan pelaku UMKM dengan berbagai dukungan dari BUMN, mulai dari pelatihan hingga strategi pengembangan usaha.

Dari program tersebut, Nia mendapatkan wawasan baru untuk meningkatkan kualitas produk dan memperluas strategi bisnis, termasuk menjaga konsistensi produksi di tengah permintaan pasar yang fluktuatif.

Tahan Krisis, Jadi Sumber Penghidupan

Dukungan pembiayaan dari PNM Mekaar menjadi krusial, terutama saat pandemi COVID-19 ketika aktivitas ekonomi melambat. Bantuan ini membantu menjaga keberlangsungan produksi dan memastikan usaha tetap berjalan.

Kini, usaha tahu yang dirintis sejak 2014 telah berkembang dan dikelola bersama keluarga. Tidak hanya menopang kebutuhan rumah tangga, tetapi juga mendukung pendidikan anak, menjadikannya sebagai pilar ekonomi keluarga.

Dampak Lebih Luas: Perempuan sebagai Motor Ekonomi

Secara makro, kisah seperti Nia bukan kasus tunggal. Dalam ekosistem Holding Ultra Mikro, tercatat 1,4 juta debitur PNM berhasil naik kelas sepanjang 2025, menunjukkan akselerasi nyata dalam pemberdayaan ekonomi akar rumput.

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menegaskan pentingnya peran perempuan dalam ekonomi.

“BRI bersama PNM dan Pegadaian berkomitmen menghadirkan ekosistem yang terintegrasi, tidak hanya melalui akses pembiayaan, tetapi juga pendampingan dan pemberdayaan yang berkelanjutan. Kami percaya perempuan memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi keluarga dan nasional,” ujarnya.

Insight: Kenapa Cerita Ini Penting?

Kisah Nia menegaskan pola yang makin terlihat di ekonomi Indonesia:

  • Perempuan = penggerak ekonomi mikro
  • Akses modal + pendampingan = kunci naik kelas
  • UMKM berbasis keluarga punya daya tahan tinggi saat krisis

Artinya, ketika perempuan diberi akses dan dukungan yang tepat, dampaknya tidak hanya ke bisnis, tetapi juga ke kesejahteraan keluarga dan komunitas.

Menutup kisahnya, Nia membagikan pesan sederhana namun relevan bagi pelaku usaha lain: “Usaha yang baik adalah usaha yang dijalankan, bukan hanya yang dipikirkan. Semoga keberuntungan selalu menyertai perempuan yang ingin membantu memperbaiki ekonomi keluarga.”