BRI Optimistis Penempatan Dana SAL Dorong Pembiayaan Sektor Produktif
- BRI menyambut kebijakan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah. Perkuat penyaluran kredit produktif, terutama kepada UMKM dan sektor riil.

Chrisna Chanis Cara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menyatakan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah melalui Kementerian Keuangan yang mengoptimalkan pengelolaan kas negara melalui instrumen penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) di perbankan.
Kebijakan tersebut dinilai dapat memperkuat likuiditas industri perbankan sekaligus meningkatkan kapasitas penyaluran kredit ke sektor-sektor produktif.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan instrumen penempatan dana SAL menjadi bagian penting dari sinergi antara kebijakan fiskal dan sektor keuangan dalam menjaga stabilitas sistem perbankan sekaligus memperkuat fungsi intermediasi.
"BRI mendukung langkah pemerintah dalam mengoptimalkan pengelolaan kas negara melalui penempatan dana SAL. Kebijakan tersebut memberikan dukungan likuiditas bagi industri perbankan sehingga bank dapat menjalankan fungsi intermediasi secara lebih optimal dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian," ujar Hery.
Menurut Hery, likuiditas yang memadai menjadi fondasi penting bagi industri perbankan untuk terus menyalurkan pembiayaan berkualitas kepada sektor riil tanpa mengorbankan kualitas aset maupun penerapan manajemen risiko.
Karena itu, tambahan ruang likuiditas akan dimanfaatkan BRI untuk memperkuat pembiayaan produktif, khususnya kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
“Bagi BRI, dukungan likuiditas tersebut akan dioptimalkan untuk memperkuat penyaluran kredit yang berkualitas, khususnya kepada sektor riil, termasuk kepada UMKM, yang memiliki dampak ekonomi tinggi,” ujar Hery.
Fokus BRI, imbuh dia, tetap pada pembiayaan yang produktif sehingga mampu menciptakan multiplier effect berupa peningkatan aktivitas usaha, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan ekonomi masyarakat.
UMKM Tetap Menjadi Fokus
Sebagai bank dengan portofolio pembiayaan UMKM terbesar di Indonesia, BRI menegaskan ekspansi kredit tetap diarahkan ke sektor-sektor yang memiliki dampak ekonomi luas, mulai dari UMKM, pertanian, perdagangan, hingga industri pengolahan.
Hingga akhir Triwulan I 2026, total kredit yang disalurkan BRI mencapai Rp1.562 triliun, dengan pembiayaan kepada segmen UMKM mencapai Rp1.211 triliun, atau sekitar 77,5% dari total portofolio kredit perseroan.
Komitmen tersebut sejalan dengan peran BRI sebagai bank yang berfokus pada ekonomi kerakyatan sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional melalui peningkatan akses pembiayaan kepada sektor produktif.
Sinergi Fiskal dan Perbankan
BRI menilai koordinasi antara pemerintah dan industri perbankan menjadi semakin penting di tengah ketidakpastian ekonomi global. Kebijakan fiskal yang mampu menjaga likuiditas sistem keuangan diyakini akan memperkuat fungsi intermediasi perbankan sehingga penyaluran kredit tetap tumbuh sehat.
Hery menegaskan BRI akan terus mendukung berbagai kebijakan pemerintah yang bertujuan menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi dunia usaha. “BRI meyakini bahwa sinergi antara pemerintah dan industri perbankan merupakan fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.”
Melalui pengelolaan likuiditas yang prudent dan penyaluran kredit yang berkualitas, pihaknya akan terus memperbesar kontribusi BRI sebagai agen pembangunan yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, memperluas inklusi keuangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah membuka peluang memperpanjang masa penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) di bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) hingga tahun depan. Semula, sebagian dana tersebut direncanakan ditarik pada akhir 2026.
Langkah tersebut diharapkan menjaga kecukupan likuiditas sektor perbankan sehingga mampu menopang pembiayaan bagi dunia usaha dan mendukung momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Chrisna Chanis Cara
Editor
