Bijak Investasi Reksa Dana Mulai Dari Rp10.000
- OJK tegaskan investasi tak perlu modal besar: mulai dari Rp 10.000 lewat reksa dana bisa jadi langkah cerdas untuk masa depan finansialmu.

Maharani Dwi Puspita Sari
Author


JAKARTA, TRENASIA - Investasi sering dianggap sebagai aktivitas orang “berduit”. Namun, kini pandangan tersebut mulai berubah. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan bahwa investasi bisa dimulai dengan modal sekecil Rp10.000, salah satunya melalui produk reksa dana yang legal dan diawasi OJK.
“Punya sisa uang belanja Rp 10.000? Daripada buat jajan boba atau kopi kekinian, lebih baik diinvestasikan melalui Reksa Dana agar dapat membangun finansial yang mapan di masa depan," tulis OJK dalam unggahan Instagram @ojkindonesia, dikutip Minggu, 22 Februari 2026.
Dari unggahan tersebut, OJK seolah menganalogikan bahwa Rp10.000 yang lebih sering dipakai untuk jajan, kini bisa dialihkan untuk investasi jangka panjang. Langkah ini menjadi relevan terutama bagi generasi muda yang ingin belajar berinvestasi tanpa harus menunggu modal besar.
Instrumen yang direkomendasikan OJK juga cocok untuk berbagai profil risiko, mulai dari yang konservatif hingga yang agresif, sehingga menjadi pintu masuk yang ramah bagi investor pemula. Menurut OJK, investasi dengan modal Rp10.000 dapat dilakukan dalam bentuk reksa dana di berbagai platform investasi online yang terdaftar dan diawasi OJK.
Hal ini membuat investasi menjadi lebih inklusif dan mudah diakses, termasuk bagi pelajar, mahasiswa, ataupun pekerja yang baru mulai berinvestasi.

Jenis Reksa Dana yang Direkomendasikan OJK:
- Reksa dana pendapatan tetap: Memiliki risiko relatif rendah karena fokus pada obligasi dan pasar uang.
- Reksa dana pasar uang: Dilakukan dengan menempatkan dana pada instrumen dengan jatuh tempo pendek, cocok untuk pemula.
- Reksa dana campuran: Merupakan kombinasi saham dan obligasi, sehingga cocok bagi investor yang ingin potensi return lebih tinggi dengan risiko moderat.
- Reksa dana saham: Merupakan jenis investasi paling agresif karena fokus pada saham, tetapi berpotensi imbal hasil terbesar dalam jangka panjang.
Simulasi Potensi Keuntungan
Melansir dari MNC Sekuritas, jika diasumsikan imbal hasil sebesar 5% per tahun, maka keuntungan yang diperoleh sekitar:
Rumus = Jumlah modal × tingkat keuntungan (%)
Contoh: Jika total investasi Rp 3.650.000 dan return 5%, maka keuntungan Rp 3.650.000 × 5% = Rp 182.500 setelah 1 tahun.
Sebagai catatan, angka tersebut merupakan ilustrasi karena dalam praktik nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana berubah setiap hari. Namun secara garis besar, semakin lama kamu investasi dan semakin tinggi return rata-rata, nilai portofolio akan tumbuh secara bertahap.
Adapun keuntungan berinvestasi melalui reksa dana adalah:
1. Modal Awal Terjangkau
Investasi reksa dana bisa dimulai dengan nominal kecil, bahkan mulai Rp10.000 di beberapa platform.
2. Dikelola Manajer Investasi Profesional
Dana investor dikelola oleh Manajer Investasi yang memiliki izin dan diawasi OJK, sehingga pengelolaan dilakukan secara profesional.
3. Diversifikasi Risiko
Dana ditempatkan ke berbagai instrumen (saham, obligasi, pasar uang), sehingga risiko tidak bertumpu pada satu aset saja.
4. Likuid dan Mudah Dicairkan
Investor dapat menjual kembali unit penyertaan sesuai ketentuan produk dan mendapatkan dana dalam beberapa hari kerja.
5. Transparansi Informasi
Nilai Aktiva Bersih (NAB) dipublikasikan secara rutin sehingga investor bisa memantau perkembangan investasi.
6. Cocok untuk Investor Pemula
Tidak perlu analisis pasar secara mendalam karena sudah dikelola profesional dan bisa disesuaikan dengan profil risiko (pasar uang, pendapatan tetap, campuran, saham).

Maharani Dwi Puspita Sari
Editor
