Aset SMBC Tembus Rp245,9 Triliun, Kredit dan CASA Melonjak
- SMBC Indonesia mencatat pertumbuhan kinerja sepanjang 2025 dengan total aset mencapai Rp245,9 triliun dan kredit naik 3,3% secara tahunan.

Ananda Astri Dianka
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID — PT Bank SMBC Indonesia Tbk mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025 dengan total aset konsolidasi mencapai Rp245,9 triliun, tumbuh 2,0% secara tahunan (year-on-year/yoy). Pertumbuhan ini ditopang oleh ekspansi kredit, peningkatan dana murah (CASA), serta rasio permodalan dan likuiditas yang tetap kuat di tengah dinamika ekonomi dan pasar keuangan.
"Kinerja konsolidasi SMBC Indonesia periode 2025 mencerminkan strategi kami yang berfokus pada fundamental bisnis yang didasari oleh tata kelola yang baik,” ujar Henoch Munandar, Direktur Utama SMBC Indonesia.
Di sisi kredit, SMBC Indonesia mencatat pertumbuhan secara konsolidasi sebesar 3,3% yoy menjadi Rp185,4 triliun pada akhir 2025. Pertumbuhan ini didorong oleh sejumlah segmen, seperti segmen korporasi dan komersial yang meningkat 6,5% yoy dan realisasi kredit Jenius di luar Digital Micro yang tumbuh 11,3% yoy.
Realisasi penyaluran kredit konsolidasi sepanjang 2025 juga ditopang oleh struktur pendanaan yang semakin efisien, dengan nilai pendanaan berbasis dana murah (CASA) yang naik 16,7% yoy menjadi Rp53,2 triliun dan rasio CASA yang tumbuh menjadi 40,6%. Secara konsolidasi, total DPK SMBC Indonesia tumbuh 8,0% yoy menjadi Rp131,0 triliun pada akhir tahun lalu untuk menopang kebutuhan pendanaan tahun 2025.
SMBC Indonesia senantiasa menjaga rasio likuiditas dan pendanaan di tingkat yang sehat, dengan liquidity coverage ratio (LCR) mencapai 229,4% dan net stable funding ratio (NSFR) 123,0% per 31 Desember 2025. Kedua rasio tersebut juga merefleksikan upaya SMBC Indonesia dalam menerapkan prinsip kehati-hatian untuk menjaga likuiditas dan permodalan tetap kuat.
Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) konsolidasi tercatat di angka 29,3% pada akhir tahun 2025. Angka CAR tersebut di atas rata-rata industri 25,9% dan menunjukkan ruang untuk lebih mengembangkan bisnis dan melayani lebih banyak nasabah di berbagai segmen ke depannya.
Bank mencatatkan gross non-performing loan ratio secara konsolidasi berada di level 2,6% pada akhir Desember 2025, sedikit membaik dibandingkan 2,8% pada akhir September 2025. Perbaikan ini merupakan upaya untuk senantiasa menerapkan manajemen risiko yang sehat.
Pendapatan operasional konsolidasi SMBC Indonesia sebesar Rp18,4 triliun, meningkat 5,8% yoy. Pendapatan bunga bersih tumbuh 4,6% yoy, dengan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) terjaga di level 7,0% di tengah suku bunga kredit yang kompetitif, kenaikan biaya pendanaan, dan volatilitas pasar yang terus berjalan.
Secara konsolidasi, SMBC Indonesia memperkuat pencadangan kerugian penurunan nilai (CKPN), terutama di anak perusahaan, yaitu Grup OTO. SMBC Indonesia menilai pencadangan tersebut merupakan respons yang bijaksana terhadap dinamika ekonomi pada tahun 2025, serta upaya perusahaan induk konglomerasi keuangan (PIKK) dalam menerapkan prinsip kehati-hatian dan
menjaga permodalan tetap kokoh.
“Kenaikan CKPN secara konsolidasi merupakan upaya kita sebagai PIKK untuk senantiasa meningkatkan standar penerapan tata kelola perusahaan yang baik, serta menjaga kualitas aset dan ketahanan bank. Dengan demikian, laba bersih konsolidasi SMBC Indonesia yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk yang tercatat sebesar Rp506 miliar untuk tahun 2025,” jelas Henoch.
“Selain itu, SMBC Indonesia sebagai bank saja membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp1,5 triliun sepanjang 2025. Sementara, anak usaha kami, yaitu BTPN Syariah (PT Bank BTPN Syariah Tbk.), mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp1.201 miliar pada tahun 2025, tumbuh 13,2% yoy, dengan penyaluran pembiayaan mencapai Rp10,3 triliun, tumbuh 2% yoy,” tambah Henoch.
Pencapaian Non-Keuangan
Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang, SMBC Indonesia juga terus memperkuat agenda environment, social, and governance (ESG), salah satunya, melalui program Daya, yang bertujuan memberikan perubahan berarti dalam kehidupan jutaan orang melalui pengembangan kapasitas diri, literasi keuangan, peningkatan kapasitas usaha, dan kehidupan yang berkelanjutan.
Hingga Desember 2025, Daya telah memberdayakan hampir 37 juta partisipan melalui lebih dari 12 ribu kegiatan yang mencakup aktivitas interaktif, seperti pendampingan, seminar dan pelatihan, edukasi berbasis digital, serta berbagai kegiatan pemberdayaan lainnya.
“Bagi kami, pertumbuhan berkelanjutan tidak bisa hanya diukur dari kinerja finansial, tetapi juga dari kontribusi nyata bagi masyarakat melalui pemberdayaan dan inklusi ekonomi. SMBC Indonesia akan terus melakukan inisiatif dan inovasi agar dapat berperan aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang mampu menyejahterakan seluruh segmen masyarakat,” tutup Henoch.

Ananda Astri Dianka
Editor
