Tren Ekbis

7 Negara Utama Tujuan Ekspor Gas Indonesia, Ada Singapura

  • Ekspor gas Indonesia mencapai 14,04 juta ton pada 2025. Jepang, China, Singapura, dan Korea Selatan menjadi empat pasar utama ekspor gas RI.
arun gas.jpg

JAKARTA, TRENASIA.ID – Jepang, China, Singapura, dan Korea Selatan menjadi empat pasar utama ekspor gas alam Indonesia. Keempat negara tersebut menyerap sekitar 92,9% dari total volume ekspor gas Indonesia sepanjang 2025, sehingga menjadi mitra penting bagi perdagangan energi nasional.

Di tengah besarnya pasar ekspor tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membuka kemungkinan mengevaluasi kontrak ekspor gas dengan negara-negara yang dinilai tidak kooperatif dan tidak menghargai hubungan kerja sama dengan Indonesia.

Bahlil menyampaikan rencana tersebut dalam acara peresmian pengaliran gas perdana dari Sumur Jangkrik North East (JNE) #6 dan peningkatan produksi Lapangan Maha di Kalimantan Timur, Kamis, 22 Oktober 2026.

“Saya akan melakukan evaluasi kontrak dengan negara-negara lain yang tidak kooperatif, yang tidak saling menghargai antara hubungan sesama negara. Ya, saya akan melakukan evaluasi,” ujar Bahlil.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), volume ekspor gas alam Indonesia mencapai 14,04 juta ton sepanjang 2025. Angka tersebut turun 9,36% dibandingkan 2024 yang mencapai 15,49 juta ton.

Baca juga : WALHI Desak Transparansi Operasi Dry Ice untuk Karhutla

Meski mengalami penurunan, ekspor gas masih menjadi bagian penting perdagangan energi Indonesia. Data tersebut juga menunjukkan bahwa pasar ekspor gas nasional terkonsentrasi pada sejumlah negara Asia, terutama Jepang, China, Singapura, dan Korea Selatan.

Berikut daftar negara tujuan utama ekspor gas Indonesia berdasarkan data BPS sepanjang 2025.

1. Jepang: Penyerap Gas Indonesia Terbesar

Jepang menjadi negara tujuan ekspor gas Indonesia terbesar sepanjang 2025. Volume ekspor gas ke Negeri Sakura mencapai sekitar 3,80 juta ton, setara 27% dari total ekspor gas nasional.

Nilai ekspor gas Indonesia ke Jepang tercatat sebesar US$2,08 miliar. Besarnya volume tersebut menempatkan Jepang sebagai pasar utama gas Indonesia. Namun, data ekspor ini belum cukup untuk menyimpulkan seberapa besar ketergantungan Jepang terhadap Indonesia karena kebutuhan gas Jepang juga dipenuhi dari negara pemasok lainnya.

2. China: Hampir Menyamai Jepang

China menempati posisi kedua sebagai tujuan ekspor gas Indonesia dengan volume sekitar 3,78 juta ton sepanjang 2025. Jumlah tersebut setara 26,92% dari total ekspor gas Indonesia, dengan nilai perdagangan mencapai US$1,99 miliar.

Jarak volume ekspor gas ke China dan Jepang relatif tipis. Kondisi ini memperlihatkan bahwa kedua negara tersebut merupakan pasar yang sangat penting bagi penjualan gas Indonesia.

Jika digabungkan, Jepang dan China menyerap sekitar 53,9% dari total volume ekspor gas Indonesia pada 2025.

Dengan demikian, lebih dari separuh ekspor gas nasional berdasarkan volume pada tahun tersebut mengalir ke dua negara Asia Timur itu.

3. Singapura: Pasar Penting di Asia Tenggara

Singapura berada di posisi ketiga dengan volume ekspor gas Indonesia sebesar 3,21 juta ton pada 2025. Volume tersebut setara 22,86% dari total ekspor gas Indonesia, dengan nilai mencapai US$1,66 miliar.

Posisi Singapura menjadi perhatian karena negara tersebut merupakan salah satu pasar utama gas Indonesia di kawasan Asia Tenggara. Besarnya ekspor ke Singapura juga membuat hubungan perdagangan energi kedua negara strategis bagi Indonesia. Apabila kontrak ekspor dievaluasi, dampaknya perlu diperhitungkan dari sisi pemanfaatan gas di dalam negeri, pendapatan ekspor, serta keberlanjutan kerja sama energi regional.

Baca juga : Rupiah Melemah ke Rp18.074, Likuiditas BI Belum Redam Tekanan

4. Korea Selatan: Menyerap 16% Ekspor Gas RI

Korea Selatan menempati posisi keempat dengan volume ekspor gas Indonesia sebesar 2,26 juta ton sepanjang 2025. Jumlah tersebut setara 16,09% dari total ekspor gas nasional, dengan nilai ekspor mencapai US$943,6 juta.

Jika digabungkan dengan Jepang, China, dan Singapura, empat negara tujuan utama tersebut menyerap sekitar 92,9% dari total ekspor gas Indonesia pada 2025.

Konsentrasi ini menunjukkan pentingnya menjaga hubungan perdagangan dengan pasar-pasar utama sekaligus mengelola risiko apabila terjadi perubahan kontrak atau kebijakan ekspor.

5. Thailand: Menyerap 290.000 Ton Gas

Thailand menjadi salah satu tujuan ekspor gas Indonesia dengan volume sekitar 290.000 ton sepanjang 2025. Jumlah tersebut setara 2,06% dari total ekspor gas Indonesia, dengan nilai perdagangan mencapai US$152,5 juta.

Meskipun porsinya jauh lebih kecil dibandingkan empat pasar utama, Thailand tetap menjadi bagian dari jaringan perdagangan energi Indonesia di kawasan Asia.

Baca juga : Sisi Lain Dolar Singapura, dari Safe Haven hingga Risiko Carry Trade

6. Filipina: Menerima 137.500 Ton Gas

Filipina tercatat menerima ekspor gas Indonesia sebesar 137.500 ton sepanjang 2025. Volume tersebut setara 0,97% dari total ekspor gas nasional, dengan nilai perdagangan sekitar US$85 juta.

Porsi ekspor ke Filipina lebih kecil dibandingkan negara tujuan utama lainnya. Meski demikian, data tersebut memperlihatkan bahwa pasar gas Indonesia tidak hanya terbatas pada Asia Timur dan Singapura.

7. Negara dan Kawasan Lain Menyerap 538.900 Ton

Selain enam negara tersebut, ekspor gas Indonesia ke negara dan kawasan lain mencapai sekitar 538.900 ton pada 2025, dengan nilai US$271,3 juta.

Angka ini memperlihatkan bahwa Indonesia memiliki pasar ekspor lain di luar enam negara yang disebutkan di atas. Namun, data agregat tersebut tidak merinci kontribusi masing-masing negara dalam kelompok tujuan lainnya.

Secara keseluruhan, data BPS mencatat volume ekspor gas Indonesia sebesar 14,04 juta ton pada 2025, turun dari 15,49 juta ton pada 2024.