Tren Ekbis

5 Bisnis Startup Ramah Lingkungan yang Cocok di Indonesia

  • Kesadaran lingkungan mendorong lahirnya startup hijau. Ini lima ide bisnis ramah lingkungan yang dinilai menjanjikan di Indonesia.
konsep-bisnis-hijau-ilustrasi-vektor-karakter-pria-dan-wanita-menggunakan-produk-ramah-lingkungan-orang-orang-kecil-berdiri-di-dekat-tempat-sampah-daur-ulang_109722-3646.jpg
Bisnis Ramah Lingkungan (Freepik)

JAKARTA, TRENASIA.ID - Kesadaran terhadap isu lingkungan dan perubahan iklim mendorong lahirnya peluang bisnis baru berbasis keberlanjutan di Indonesia. Startup ramah lingkungan atau green startup kini tidak hanya dipandang sebagai solusi ekologis, tetapi juga sebagai sektor bisnis dengan prospek ekonomi yang menjanjikan.

Pemerintah Indonesia menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 31,89% pada 2030 melalui berbagai kebijakan transisi energi dan ekonomi hijau. Sejalan dengan itu, laporan World Economic Forum menyebutkan bahwa ekonomi hijau berpotensi menciptakan 9,6 juta lapangan kerja pada tahun 2030. Studi ini juga memperkirakan bahwa 14,4 juta posisi di seluruh dunia akan terdampak seiring peralihan ekonomi menuju energi yang lebih bersih.

Source Freepik

Hal ini tentunya menjadi angin segar yang dapat dimanfaatkan oleh anak-anak muda, untuk membangun bisnis berbasis ramah lingkungan. Dalam penerapannya, bisnis ramah lingkungan tidak hanya mengandalkan keuntungan saja, melainkan memperhatikan faktor terbesar yang berdampak baik pada lingkungan.

Maknanya, setiap usaha yang dikembangkan dikelola secara tepat, dan mengutamakan konsep keberlanjutan dari penggunaan bahan, metode bisnis, kesejahteraan karyawan, serta dampak pada lingkungan sekitar. Dengan dibekali banyak sumber daya yang melimpah, bisnis ramah lingkungan seperti startup hijau, menjadi salah satu peluang yang dapat dikelola anak-anak muda.

Berikut lima ide startup ramah lingkungan yang dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang di Indonesia:

1. Startup Energi Terbarukan Skala Mikro

Pengembangan energi surya, biogas, atau mikrohidro untuk rumah tangga dan UMKM menjadi peluang besar di tengah meningkatnya kebutuhan energi bersih. Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyatakan potensi sumber energi surya yang dimiliki Indonesia lebih dari 3.200 Giga Watt (GW), tetapi penerapannya baru berlaku sekitar 200 Mega Watt (MW). 

Sejalan dengan hal tersebut, Arifin masih menyisakan ruang yang cukup untuk pengembangan di masa depan. Dalam hal ini, startup dapat difokuskan pada pemasangan panel surya atap, sistem off-grid di daerah terpencil, hingga solusi pembiayaan energi hijau berbasis langganan.

2. Bank Sampah Digital dan Daur Ulang Terintegrasi

Source: Pinterest

Menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup / Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLHK) Indonesia menghasilkan menghasilkan 56,63 juta ton sampah per tahun, dan sebagian besar berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Hal ini yang menjadi ancaman serius, sekaligus menjadi tugas besar bagi pemerintah maupun masyarakat.

Namun, masalah sampah dapat dikendalikan secara bijak melalui pembangunan startup bank sampah berbasis digital. Bisnis ini menawarkan solusi dengan menghubungkan masyarakat, pengepul, dan industri daur ulang melalui aplikasi. Model bisnis ini tidak hanya membantu pengurangan sampah, tetapi juga memberikan insentif ekonomi bagi masyarakat melalui sistem poin atau tabungan sampah.

3. Startup Produk Ramah Lingkungan Pengganti Plastik

Larangan plastik sekali pakai di berbagai daerah mendorong permintaan terhadap produk alternatif seperti kemasan biodegradable, sedotan bambu, hingga produk rumah tangga berbahan alami.

Menurut KLHK, sektor kemasan ramah lingkungan menjadi salah satu fokus pengembangan industri hijau nasional karena dinilai memiliki pasar yang terus tumbuh. Momen ini dapat dimanfaatkan oleh para pebisnis, untuk mengeluarkan produk-produk ramah lingkungan yang berdaya saing, dan memiliki ciri khas di kalangan anak-anak muda.

4. Teknologi Pertanian Berkelanjutan (AgriTech Hijau)

Source: Pngtree

Startup di bidang pertanian berkelanjutan menawarkan solusi seperti pupuk organik, sistem irigasi hemat air, hingga pemantauan lahan berbasis Internet of Things (IoT). Bappenas mencatat bahwa transformasi pertanian berkelanjutan menjadi kunci ketahanan pangan nasional, sekaligus peluang besar bagi startup yang mampu meningkatkan produktivitas tanpa merusak lingkungan.

5. Platform Transportasi dan Mobilitas Ramah Lingkungan

Pertumbuhan kendaraan listrik dan transportasi berbagi (shared mobility) membuka peluang startup di bidang layanan pengisian daya, manajemen armada kendaraan listrik, hingga aplikasi transportasi rendah emisi.

Saat ini, pemerintah menargetkan percepatan adopsi kendaraan listrik sebagai bagian dari strategi transisi energi nasional. Dengan jumlah pengguna transportasi perkotaan yang terus meningkat, startup di sektor ini memiliki prospek kuat, khususnya dalam menyediakan solusi mobilitas yang efisien, rendah emisi, dan terjangkau bagi masyarakat urban.