Industri

PUPR Fasilitasi Ruang Usaha Untuk Bantu UMKM Beroperasi

  • Kementerian PUPR juga tengah mempercepat pembangunan 21 pasar sebagai upaya memenuhi kebutuhan pokok, menjaga ketahanan UMKM, serta menjamin distribusi logistik dan bahan pokok di Tanah Air.

<p>Pembangunan area khusus UMKM oleh Kementerian PUPR. / Dok. Kementerian PUPR</p>

Pembangunan area khusus UMKM oleh Kementerian PUPR. / Dok. Kementerian PUPR

(Istimewa)

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memfasilitasi ruang usaha untuk mendukung keberlanjutan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan hal ini dilakukan agar memberikan peluang bagi sektor tersebut untuk tetap berproduksi sebagai upaya mitigasi dampak pandemi COVID-19.

“Kami menyediakan fasilitas ruang usaha di rest area jalan tol, Pos Lintas Batas Negara (PLBN), Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) serta pembangunan atau rehabilitasi sejumlah pasar,” kata Basuki, dilansir dari laman Kementerian PUPR di Jakarta, Jumat, 17 April 2020.

Secara rinci, penyediaan fasilitas pada rest area atau tempat istirahat dan pelayanan (TIP) tersebar di sepanjang jalan tol di Pulau Jawa serta jalan tol Trans Sumatra.

Langkah ini sekaligus upaya Kementerian PUPR dalam mengembangkan TIP yang terhubung dengan kegiatan ekonomi di sekitar jalan tol.

Pelaksanaannya berdasarkan arahan presiden agar memberikan peluang untuk UMKM bisa berproduksi terutama di sektor pertanian, industri rumah tangga, serta warung-warung tradisional, dan sektor makanan.

Penyediaan fasilitas ini juga diberikan melalui pengembangan sarana dan prasarana untuk mendukung kegiatan sosial ekonomi di kawasan PLBN. Salah satunya pembangunan kios atau lapak pasar di tujuh PLBN yakni PLBN Entikong, Aruk, serta Badau di wilayah Kalimantan Barat. Kemudian Motaain, Motamasin, dan Wini di Nusa Tenggara Timur serta Skouw di Papua.

Pada periode 2019-2020, Basuki menyebutkan pihaknya telah mengalokasikan anggaran Rp117,5 miliar untuk melanjutkan pembangunan PLBN Skouw, termasuk pembangunan area komersial dan pasar sebanyak 304 kios di atas lahan seluas 3.600 meter persegi.

Desain pasar terdiri dari kios basah, kios kering, serta kios terbuka yang tidak memakai atap penutup. Saat ini seluruh progres fisik pembangunan pengembangan sarana dan prasarana penujang (zona sub inti) itu telah mencapai 80,45%.

Dukungan UMKM lainnya yaitu pembangunan pasar dan fasilitas Creative Hub sebagai sarana mempromosikan produk-produk UMKM kepada turis domestik maupun mancanegara di lima KSPN yang tengah dikembangkan pemerintah.

Lima kawasan itu meliputi Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Manado–Likupang.

Kementerian PUPR juga tengah mempercepat pembangunan 21 pasar sebagai upaya memenuhi kebutuhan pokok, menjaga ketahanan UMKM, serta menjamin distribusi logistik dan bahan pokok di Tanah Air. (SKO)