Penerbangan Domestik jadi Juru Selamat Awal Garuda Indonesia
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendorong PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk untuk memaksimalkan pendapatan dari penerbangan domestik.

Muhamad Arfan Septiawan
Author


JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendorong PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk untuk memaksimalkan pendapatan dari penerbangan domestik.
Mantan Bos Inter Milan itu menyebut strategi itu jitu untuk meredam biaya operasional yang mencapai Rp1,42 triliun per bulan. Di sisi lain, pendapatan per bulan emiten berkode GIAA itu masih sebesar Rp713,40 miliar.
“Indonesia ini negara kepulauan, jadi tidak mungkin orang Indonesia menuju pulau lain pakai kereta, pilihannya ada dua yaitu kapal laut atau penerbangan. Garuda dan Citilink akan fokus kepada pasar domestik, bukan pasar internasional,” kata Erick, dikutip dari Antara, Senin, 7 Juni 2021.
- 11 Bank Biayai Proyek Tol Serang-Panimbang Rp6 Triliun
- PTPP Hingga Mei 2021 Raih Kontrak Baru Rp6,7 Triliun
- Rilis Rapid Fire, MNC Studios Milik Hary Tanoe Gandeng Pengembang Game Korea
Berdasarkan data perusahaan, sebanyak 78% penerbangan didominasi penerbangan domestik. Penerbangan domestik menyumbang Rp1.400 triliun, sementara penerbangan internasional masih anjlok dengan Rp300 triliun.
Erick menyebut pivoting ini telah dilaksanakan sejak November 2019 atau sebelum adanya pandemi COVID-19. Kendati demikian, Erick menyebut bakal mendorong terus kinerja penerbangan domestik national flight carrier itu.
Selain itu, penerbangan Garuda Indonesia diklaim akan semakin sibuk berkat adanya kemitraan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021. Pada pesta olahraga nasional itu, Garuda Indonesia ditunjuk sebagai official airline.
Emiten pelat merah ini bakal mengangkut kontingen dari 34 provinsi. Penerbangan domestik pun menjadi pengungkit keuangan Garuda Indonesia yang saat ini memiliki utang Rp70 triliun. (RCS)
