Industri

Inggris dan Jerman Diambang Resesi

  • Jakarta-Pertumbuhan ekonomi Jerman diprediksi Ekonom, bakal susut menjadi negatif 0,1 persen pada kuartal ketiga tahun ini, melanjutkan pertumbuhan negatif pada kuartal sebelumnya. Resesi ekonomi adalah kontraksi pertumbuhan ekonomi yang terjadi pada dua kuartal berturut-turut. Kendati demikian, mengutip CNN International, Senin (11/11), ada kemungkinan Jerman selamat dari resesi. Lantaran, secara tak terduga ekspor Jerman bangkit pada […]

<p>Sumber: WSJ.com</p>

Sumber: WSJ.com

(Istimewa)

Jakarta-Pertumbuhan ekonomi Jerman diprediksi Ekonom, bakal susut menjadi negatif 0,1 persen pada kuartal ketiga tahun ini, melanjutkan pertumbuhan negatif pada kuartal sebelumnya.

Resesi ekonomi adalah kontraksi pertumbuhan ekonomi yang terjadi pada dua kuartal berturut-turut.

Kendati demikian, mengutip CNN International, Senin (11/11), ada kemungkinan Jerman selamat dari resesi. Lantaran, secara tak terduga ekspor Jerman bangkit pada September 2019.

Berdasarkan hal itu, diperkirakan pertumbuhan ekspor Jerman pada bulan itu naik 1,5 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Bahkan, kemungkinan lain, pertumbuhan ekspor pada Agustus juga direvisi naik.

Kepala Ekonom Jerman ING Carsten Brzeski menyatakan resesi secara teknis belum terjadi. Bahkan, Jerman bisa menghindari kontraksi pada menit-menit terakhir.

Meskipun demikian, ia mengingatkan ekonomi Jerman hanya terlihat sangat lemah. Padahal, ekonomi Jerman yang terbesar di Eropa. Investor tentu memahami fakta itu.

“Faktanya, ekonomi Jerman stagnan selama lebih dari setahun. Ini jelas bukan hal menggembirakan,” kata Brzeski.

Di sisi lain, Inggris, yang baru akan merilis data Produk Domestik Bruto (PDB) pada awal pekan ini, diperkirakan mencatat pertumbuhan tipis pada kuartal ketiga, setelah membukukan laju ekonomi negatif pada kuartal kedua. Pertumbuhan ekonomi negatif itu merupakan pertama kalinya sejak 2012 lalu.

Ekonom masih yakin Inggris dapat menghindari resesi dengan mencatat pertumbuhan ekonomi 0,4 persen pada kuartal ketiga.

Sebelumnya, Capital Economics menyebut lima negara dengan ekonomi terbesar di dunia berisiko resesi, yakni Jerman, Inggris, Italia, Brasil, dan Meksiko.

Di Asia, Singapura dan Hong Kong juga mengalami hantaman dari sisi domestik. Meski kedua negara memiliki kapasitas ekonomi lebih kecil dari kelima negara di atas, namun memiliki fungsi krusial sebagai pasar keuangan dan perdagangan global.

Tags: resesi