Kembaran Bima Sakti Berhasil Ditemukan, Jaraknya Mencapai 9 Miliar Tahun Cahaya
- JAKARTA- Sebuah Galaxy kanibal yang berkilauan ditemukan oleh Teleskop James Webb. Berjarak 9 Miliar Tahun Cahaya, Galaksi itu disebut sebagai gambaran da

Rizky C. Septania
Author


Gambaran black hole supermasih galaksi Bima Sakti/NASA
(Istimewa)JAKARTA - Sebuah galaksi kanibal yang berkilauan ditemukan oleh Teleskop James Webb, berjarak sembilan miliar tahun cahaya. Galaksi itu disebut sebagai gambaran dari penciptaan Bima sakti.
Kemunculan galaksi yang diberi nama "Sparkler" ini membantu sejumlah astronom memahami bagaimana galaksi bima sakti terbentuk.
Mengutip Live Science Senin, 13 Februari 2023, Splarkler terletak di setelah galaksi kurcaci dan dua lusin gugus gumpalan, jutaan bintang yang terikat oleh gravitasi yang bersinar di sekitarnya.
Ditangkap oleh Teleskop James Webb, Sparkler tampak sebagai galaksi yang tampak seperti garis oranye melengkung yang dikelilingi bintik-bintik cahaya.
Para peneliti dan astronom mengatakan sebuah analisis yang diterbitkan pada 26 Desember 2022 di jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society, galaksi tumbuh dengan mengkanibal galaksi yang berada di sekitarnya seperti yang diperkirakan telah dilakukan oleh Bima Sakti muda.
- Simak! Taktik Pemasaran yang Bisa Tingkatkan Brand Awareness dan Kredibilitas Bisnis Anda
- Tidak Fokus Mengejar Kebahagiaan, Ini 5 Cara Seru Membuat Hidup Anda Lebih Bahagia
- Harga Dibatasi Negara Barat, Rusia Pangkas Produksi Minyak hingga 5 Persen
"Kami sangat senang dengan kesempatan unik ini untuk mempelajari pembentukan gugus bola, dan bayi Bima Sakti, pada saat alam semesta baru berusia sepertiga dari usianya saat ini," ujar profesor astrofisika di Swinburne University of Technology, Australia sebagaimana dikutip TrenAsia.com.
Sparkler tampak berkerlip dalam konstelasi Volans di langit selatan. Lantaran jaraknya sangat jauh, cahaya Sparkler membutuhkan waktu sembilan miliar tahun untuk mencapai Bumi.
Namun, karena kecanggihan Teleskop James Webb yang dapat menembus gravitasi, ruang dan waktu, gugus galaksi itu kini dapat terlihat.
Empat Miliar Tahun Setelah Big Bang
Melihat cahaya yang dihasilkan Sparkler saati ini, peneliti memprediksi galaksi tersebut baru muncul sekitar empat miliar tahun setelah terjadinya BigBang yang membentuk Bima Sakti.
Pada titik tersebut dalam sejarah kuno alam semesta, Sparkler hanya memiliki 3% dari massa Bima Sakti. Namun saat ini, para ilmuwan berharap bahwa Sparkler telah memenuhi ukuran galaksi kita sendiri.
Para ilmuwan berpendapat demikian karena mereka mengamati beberapa kemiripan utama antara Sparkler dan Bima Sakti. Dengan menganalisis gugus bola yang mengelilingi Sparkler, para ilmuwan menemukan bahwa kawanan bintang menyerupai versi yang lebih muda dari sekitar 200 gugus bola yang terlihat di sekitar Bima Sakti.
Aksi Sparkler mengkanibal galaksi kurcaci yang berjarak paling dekat dengannya juga bisa dibilang sebagai kesamaan penting lainnya dengan masa lalu galaksi Bima Sakti.
- Gangguan Kepribadian Narsistik Jadi Alasan Gitasav Childfree, Apa Itu?
- Tren Istilah: Ketahui Apa Itu Cookie pada Browser
- Ekspansif! Matahari (LPPF) Buka 7 Gerai Baru Sebelum Lebaran 2023
Sebagaimana diketahui, Galaksi Bima Sakti mengkanibal galaksi sekitranya pada awal pembentukan. Hal ini dibuktikan dengan jejak sisa bintang dan gugus dari galaksi yang tercabik-cabik berserakan di luar cakram galaksi kita.
Meski disebut mirim dengan Bima Sakti, Para ilmuwan masih tidak yakin bagaimana bintang bisa menggumpal menjadi gugus bola di sekitar Sparkler. Namun, galaksi ini menawarkan jawaban teka-teki kosmik ketika mereka masih muda.
"Asal usul gugus bola adalah misteri lama, dan kami senang bahwa JWST dapat melihat ke masa lalu untuk melihat mereka di masa mudanya," rekan penulis sekaligus profesor astronomi di San Jose State University, California, Aaron Romanowsky.
Dengan ditemukannya kemiripan antara Sparkler dengan Bima Sakti, para peneliti sekarang ingin menggunakan pencitraan yang lebih dalam untuk menemukan lebih banyak gugus di sekitar galaksi yang jauh.

Drean Muhyil Ihsan
Editor
