Ransomware
Di tahun 2026, AI akan mengotomatiskan pengintaian, mengembangkan rantai eksploitasi, membuat phishing yang meyakinkan dalam skala besar.


Ilustrasi serangan siber.


Deretan Serangan Ransomware di Indonesia yang Menggila Sepanjang 2025
Jika di tangan orang yang tidak bertanggung jawab, teknologi enkripsi, cloud, dan AI digunakan untuk mendukung dan memudahkan kejahatan siber. Contohnya, ransomware dan extortionware yang semakin marak memanfaatkan enkripsi sebagai alat untuk menyandera data korban, dan memanfaatkan layanan cloud seperti model Ransomware as a Service (RaaS) dalam menjalankan aksinya.


Klarifikasi BCA Soal Kebocoran Data yang Diklaim Bjorka
Bjorka juga mengingatkan bahwa kelompok ransomware saat ini tengah memantau sektor perbankan di Indonesia. Ia mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan menjaga privasi keamanan data mereka.


Bagaimana Perkiraan Ancaman Siber di 2025?
Di tahun 2025, tentu masih akan banyak serangan siber yang dihadapi oleh bangsa Indonesia. Beberapa prakiraan ancaman siber yang perlu menjadi perhatian dan diwaspadai pada tahun 2024 antara lain “AI Agentik” akan muncul sebagai peluang baru yang menarik bagi semua orang dan juga vektor ancaman siber baru yang berpotensi.
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
