Pt Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia Persero
JAKARTA – At the end of March 2021, Indonesian Social Security Agency stated its plans to reduce the investment portion in the stock market. This gained negative responses from those within the Indonesian stock market. How else, the day after the announcement, the Composite Stock Price Index (IHSG) bounced from the psychological level of 6,000 […]


Karyawan memberikan salam sambut peserta BP Jamsostek yang datang untuk melakukan klaim melalui Layanan Tanpa Kontak Fisik (Lapak Asik) di kantor Cabang Jakarta Menara Jamsostek, Jakarta, Jum’at, 10 Juli 2020. Seiring dengan meningkatnya gelombang pemutusan hubungan kerja di tengah pandemi Covid-19, klaim BPJS Ketenagakerjaan turut melonjak. Pencairan tabungan di BP Jamsostek menjadi alternatif untuk mendukung daya beli pekerja yang tergerus. Sementara dalam rangka adaptasi kebiasaan baru dan untuk memutus penyebaran virus corona, BP Jamsostek telah menerapkan protokol pelayanan secara daring dan tanpa pertemuan secara fisik. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia


ASABRI Lego 113,2 Juta Saham di Bank Neo Commerce, Berapa Nilainya?
PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero) alias ASABRI mengurangi kepemilikan sahamnya di PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB). Hal ini sejalan dengan rencana ASABRI untuk mengurangi porsi investasi pada instrumen pasar saham.


Robohnya Asuransi Jumbo (Serial 4): OJK Tak Punya Mitigasi?
Tiga kasus yang paling santer terdengar, misalnya, menimpa PT Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 (AJB Bumiputera) atau AJBB, PT Asuransi Jiwasraya (Persero), dan PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero) alias ASABRI.


Robohnya Asuransi Jumbo (Serial 2): Kongkalikong Investasi Berujung Gagal Bayar
Setidaknya, dalam tujuh tahun terakhir, TrenAsia.com mencatat ada tiga perusahaan besar yang harus tumbang, antara lain PT Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 (AJB Bumiputera) atau AJBB, PT Asuransi Jiwasraya (Persero), dan PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero) alias ASABRI. Ketiganya sama-sama tumbang di era Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
