Konflik Rempang
Konflik ini bermula dari perselisihan klaim atas tanah di Pulau Rempang, yang melibatkan masyarakat adat dan pemerintah, serta pihak swasta. Masyarakat adat, termasuk Suku Melayu dan Suku Laut, mengklaim bahwa Pulau Rempang adalah tanah warisan leluhur yang telah mereka tempati selama lebih dari dua abad.




Bentrok Kembali Pecah di Pulau Rempang, Pemerintah Diminta Segera Bertindak
Pemerintah harus hadir untuk melindungi hak-hak masyarakat adat dan menyelesaikan konflik ini secara adil dan manusiawi
HIPMI Siapkan Pendampingan Wirausaha Bagi Mayarakat Rempang Dampak Relokasi
Program pelatihan ini direncanakan akan mencakup berbagai aspek, termasuk pelatihan usaha budidaya perikanan dan peningkatan nilai tambah hasil perikanan bagi warga yang sebelumnya berprofesi sebagai nelayan.


Soal Relokasi, Warga Rempang Pilih Ruko Ketimbang Rusun
Berdasarkan perhitungan yang dilakukan tim BP Batam, terdapat 400 ruko dan 63 rumah yang tersedia di Kota Batam. Dari jumlah tersebut, terdapat 15 rumah yang sudah terpasang listrik dan air.
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
