Investor
IHSG turun 23% dari puncak awal 2026 akibat tekanan global dan domestik. Apakah pasar sudah mendekati titik bottom? Simak analisis, valuasi, dan strategi investor.


Awak media mengmbil gambar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 3 Agustus 2020. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 2,78 persen atau 143,4 poin ke level 5.006,22 pada akhir sesi Senin (3/8/2020), setelah bergerak di rentang 4.928,47 – 5.157,27. Artinya, indeks sempat anjlok 4 persen dan terlempar dari zona 5.000. Risiko penurunan data perekonomian kawasan Asean termasuk Indonesia menjadi penyebab (IHSG) terkoreksi cukup dalam hari ini. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia


Gen Z Wajib Paham, Ini Beda Saham Gorengan dan Valuasi Besar
Riset Samuel Sekuritas menegaskan valuasi tinggi bukan gorengan dan harga jatuh tak selalu manipulasi di tengah pengetatan Otoritas Jasa Keuangan.


Media Asing Soroti IHSG Awal 2026: Sinyal Krisis Serius
Asia Times menyoroti runtuhnya IHSG awal 2026 dan memperingatkan risiko krisis ekonomi Indonesia akibat tekanan pasar, kebijakan fiskal, dan isu tata kelola.


Makin Dijadikan Pilihan, Emas Andil dalam Inflasi
Kenaikan harga emas perhiasan ikut menyumbang inflasi Januari 2026. Tren investasi dan gaya hidup anak muda jadi faktor yang tak bisa diabaikan.
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
