Gita Pertiwi
Tren konsumsi anak muda dan menjamurnya coffee shop ikut memicu sampah makanan perkotaan. Carefood Solo dorong Gen Z lebih peduli pangan.


Pelanggan menikmati kopi usai berjemur di kedai kopi Nyambi Ngopi, Depok, Jawa Barat, Selasa, 3 Agustus 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia


Merajut Ekonomi Hijau dari Pasar Tradisional di Solo
Sistem tiga keranjang di Pasar Jebres Solo memungkinkan pedagang untuk secara sukarela mengumpulkan produk sayur dan buah yang masih berkualitas baik namun tidak laku terjual. Program ini membuat rata-rata 28 kilogram pangan berhasil diselamatkan dari pembuangan setiap hari.


Agar Rp551 Triliun Tak Menguap dari Meja Makan
Indonesia berpotensi mengalami kerugian ekonomi Rp213 triliun hingga Rp551 triliun per tahun akibat food loss dan food waste (susut dan sisa makanan). Jika dikalkulasi, angka tersebut dapat menghidupi 61-125 juta orang atau 29-47% populasi rakyat Indonesia.


Riset: 70 Persen Cat Enamel di Indonesia Mengandung Timbal
Sekitar 70% cat enamel yang dipasarkan di Indonesia diketahui mengandung zat kimia berbahaya yakni timbal. Cat jenis ini banyak ditemui untuk melapis besi dan kayu. Kondisi ini dikhawatirkan dapat mengganggu kesehatan terutama anak-anak.
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
