Sri Mulyani KSSK: Sistem Keuangan Stabil, Ekonomi Q3 Mulai Pulih
- Sri Mulyani menyatakan perekonomian domestik pada kuartal III-2020 telah menunjukkan adanya pemulihan sesudah mengalami tekanan sangat berat pada triwulan...

Sukirno
Author
JAKARTA – Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menegaskan stabilitas sistem keuangan nasional pada triwulan III-2020 tetap terjaga sehingga dapat menopang proses pemulihan ekonomi yang berangsur membaik.
Hal itu disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang merupakan Ketua KSSK dalam jumpa pers secara virtual di Jakarta, Selasa, 27 Oktober 2020.
“Indikator stabilitas sistem keuangan tetap berada pada kondisi normal di tengah masih tingginya ketidakpastian sebagai dampak dari pandemi COVID-19,” kata Sri Mulyani.
- Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo Sama-sama Menaikkan UMP 2021 Sebesar 3,27 Persen
- Naik Tertinggi, UMP Jatim 2021 Tambah Rp100.000 Saja
- Ridwan Kamil Tetapkan UMP Jawa Barat 2021 Rp1,8 Juta
- Upah Minimum Provinsi (UMP) 2021: 5 Provinsi Naik dan 4 Daerah Tetap, Jatim dan Jogja Naik Paling Tinggi
- Keberangkatan Perdana Jemaah Umrah di Masa Pandemi COVID-19
Sri Mulyani menyatakan perekonomian domestik pada kuartal III-2020 telah menunjukkan adanya pemulihan sesudah mengalami tekanan sangat berat pada triwulan II akibat dilaksanakannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Pelaksanaan kebijakan PSBB seiring dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang mengumumkan COVID-19 sebagai pandemi sejak Maret lalu membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia merosot hingga 5,32% pada triwulan II.
Meski demikian, menurutnya kontraksi ekonomi juga terjadi hampir di seluruh negara karena sama-sama memberlakukan pembatasan aktivitas terhadap masyarakatnya sebagai bentuk pengendalian penyebaran COVID-19.
“Jadi triwulan II kondisi ekonomi Indonesia sama dengan banyak negara di dunia yang mengalami tekanan berat. Kita lihat untuk triwulan III sudah menunjukkan pemulihan secara berangsur,” ujarnya.

Ekonomi Dunia Terkoreksi
Ia menjelaskan pemulihan tersebut sejalan dengan revisi proyeksi ekonomi dunia untuk tahun ini. International Monetary Fund (IMF) yang awalnya memproyeksi pertumbuhan ekonomi dunia minus 5,2% direvisi menjadi minus 4,4%.
Revisi proyeksi itu terutama ditopang oleh pemulihan aktivitas ekonomi di triwulan III-2020 di negara-negara maju. Kemudian, mobilitas global yang kembali meningkat sesudah mulai dilaksanakannya pelonggaran pembatasan sosial.
Sementara itu, ia menjelaskan perbaikan ekonomi dalam negeri didorong oleh percepatan realisasi dari stimulus fiskal. Khususnya dalam pos APBN dan perbaikan dari sisi ekspor.
Belanja pemerintah pada triwulan III meningkat sangat signifikan yakni sebesar 15,5% year-on-year (yoy). Terutama untuk bantuan sosial dan dukungan kepada usaha termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sri Mulyani pun memastikan KSSK akan terus memperkuat sinerginya dalam mempercepat pemulihan ekonomi. Sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan untuk menghadapi ketidakpastian akibat COVID-19.
“Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) akan terus memperkuat sinerginya di dalam mempercepat pemulihan ekonomi. Sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan,” tegasnya. (SKO)
