Nasional & Internasional

SMF Dapat PMN Rp2,25 Triliun untuk Pembiayaan 157.500 Unit Rumah

  • PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menyalurkan KPR FLPP untuk 157.500 unit rumah.

JAKARTA – PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF mendapat kucuran dana Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp2,25 triliun pada 2021.

Dana PMN ini untuk untuk menyalurkan pembiayaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk Masyarakat Berpendapatan Rendah (MBR) sebesar Rp6,37 triliun.

Pembiayaan yang ditugaskan kepada SMF ini mencakup Kredit Perumahan rakyat (KPR) siap huni, kredit mikro perumahan, dan KPR sewa beli dengan total 157.500 unit rumah.

“Perluasan mandat SMF dimaksudkan sebagai wujud keberpihakkan pemerintah terhadap masyarakat kelas ekonomi lemah. Sehingga akses masyarakat untuk mendapatkan hunian yang layak dan terjangkau dapat semakin terbuka lebar,” kata Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Rionald Silaban, dalam konferensi pers, Jumat 26 Maret 2021.

Kementerian Keuangan memberikan dua misi utama dari perluasan mandat ini kepada SMF. Pertama, mengurangi backlog atau kekurangan perumahan Indonesia. Data dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan backlog perumahan hingga 2020 lalu mencapai 10 juta rumah.

Kementerian PUPR menargetkan angka ini bisa ditekan hingga 5 juta rumah pada 2024. Karenanya, pemerintah menunjuk PT SMF untuk menjangkau akses dana murah jangka panjang di bidang perumahan segmen MBR.

“Kami ingin memberikan akses masyarakat non fixed income agar memiliki hunian yang layak,” ujar Direktur Utama PT SMF Ananta Wiyogo.

SMF juga menyasar pengembang yang punya program pengadaan KPR bagi MBR.  “Dengan begitu suplai nya bisa bertambah sehingga backlog bisa diperkecil,” ucap

SMF jadi perseroan yang pendapatannya berhasil melejit di bawah pandemi COVID-19. Pendapatan SMF naik dari Rp1,8 triliun pada 2019 menjadi Rp2,3 triliun pada 2020.