Peluncuran Tolak Angin Batuk - Panji 1.jpg

Laba Sido Muncul Turun, Cek Aset dan Liabilitasnya Per September 2026

Sido Muncul membukukan laba Rp619,1 miliar hingga September 2026, turun dari Rp818,54 miliar setahun sebelumnya. Simak kinerja keuangan dan kondisi neraca SIDO.
<p>Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), Tri Boewono (kiri) bersama dengan Komisaris MDKA Garibaldi Thohir (tengah) dan Komisaris Independen MDKA M. Munir (kanan) di sela Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa (RUPST dan RUPSLB) di Jakarta, Rabu, 29 Juli 2020. MDKA mencatatkan kinerja gemilang pada 2019 dengan diselesaikannya proyek ekspansi oksida di Tambang Emas Tujuh Bukit serta produksi emas dan perak perusahaan melampaui target 2019 dibandingkan dari tahun sebelumnya. Dalam RUPSLB hari ini, para pemegang saham MDKA menyepakati untuk melakukan pembelian kembali saham atau _buyback_ sebanyak-banyaknya 2% saham dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan dengan alokasi dana maksimal Rp 568 miliar dilaksanakan secara bertahap sampai paling lama 18 bulan. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia</p>

Cara Mudah Beli Saham IPO EMAS Rp4,65 Triliun Lewat e-IPO

Mau beli saham IPO EMAS? Daftar e-IPO, ajukan pesanan, dan konfirmasi dana. Investor bisa mulai dengan modal 1 lot senilai Rp288 ribu.
Kawasan PT Chandra Asri - Panji 2.jpg

Simak 3 Fakta di Balik Reli Gila Saham CDIA di Tengah Pengawasan Ketat Bursa

JAKARTA – Saham 'ajaib' PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) kembali melawan logika pasar. Setelah suspensinya dibuka hari ini, Jumat, 25 Juli 2025, saham emiten milik Prajogo Pangestu ini langsung 'tancap gas' dan ditutup Auto Reject Atas (ARA). Yang menarik, kenaikan +9,90% ke level Rp1.665 ini terjadi di saat CDIA baru saja dimasukkan ke Papan Pemantauan Khusus dengan mekanisme Full Call Auction (FCA). Sistem 'penjara' yang biasanya meredam gejolak harga seolah tak mempan bagi emiten ini.
ab4c7_martua-sitorus.jpg

Profil Martua Sitorus, Bekerja dari Loper Koran ke Juragan Sawit

Keberadaan Wilmar Group tak lepas dari Martua Sitorus, yang kini sudah tidak lagi bergabung dalam grup tersebut. Martua Sitorus kembali ramai jadi perbincangan setelah Wilmar Group, perusahaan sawit global yang ia bidani, terseret kasus korupsi izin ekspor minyak goreng senilai Rp11,8 triliun.