TMAS Bagikan Dividen Rp228 M, Siapkan Capex Rp2,5 T
- PT TEMAS Tbk (TMAS) membagikan dividen Rp228 miliar atau Rp4 per saham dari laba 2025. Perseroan juga menyiapkan capex Rp2,5 triliun untuk ekspansi.

Muhammad Imam Hatami
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – PT TEMAS Tbk (TMAS) membagikan dividen tunai sebesar Rp228 miliar atau setara Rp4 per saham kepada para pemegang saham. Nilai tersebut setara sekitar 40 persen dari laba bersih Perseroan tahun buku 2025 yang mencapai Rp553 miliar.
Keputusan pembagian dividen tersebut telah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026.
Direktur Utama PT TEMAS Tbk Ricky Effendi mengatakan pembagian dividen merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham secara berkelanjutan.
"Untuk Tahun Buku 2025, besaran dividen telah mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)," ujar Ricky dalam Paparan Publik usai penyelenggaraan RUPST.
Baca juga : Cuan MINE Tumbuh 18 Persen di Tengah Dinamika Industri Tambang
Selain membagikan dividen, TMAS juga menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat pertumbuhan bisnis pada tahun 2026. Perseroan melanjutkan program penambahan dan peremajaan armada kapal guna meningkatkan kapasitas angkutan serta efisiensi operasional.
Sepanjang 2025, TMAS menambah tujuh armada kapal baru yang mendorong kenaikan kapasitas angkutan sebesar 17 persen. Total armada perusahaan kini mencapai 57 unit kapal dengan kapasitas angkut 28.542 TEUs dan bobot mati (DWT) sebesar 464.701 ton.
Ricky mengatakan perusahaan optimistis mampu mempertahankan pertumbuhan melalui penguatan armada dan pengembangan teknologi yang lebih ramah lingkungan.
"Menghadapi tahun 2026, Perseroan optimistis dalam meneruskan pilar strategi yang telah dicanangkan, berbagai langkah strategis seperti penambahan/peremajaan armada baru dan pengembangan kapal ramah lingkungan terus dilanjutkan," katanya.
Untuk mendukung ekspansi tersebut, TMAS mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp2,5 triliun pada 2026. Dana itu akan digunakan untuk pembelian kapal baru, peremajaan armada, pengadaan alat penunjang pelabuhan, hingga pembangunan infrastruktur pelabuhan.
Direktur Business Development PT TEMAS Tbk Ganny Zheng menjelaskan, ekspansi armada menjadi salah satu fokus utama perusahaan dalam meningkatkan kapasitas layanan dan daya saing di tengah pertumbuhan industri logistik nasional.
"TMAS terus memperkuat ekspansi bisnis di tengah pertumbuhan industri angkutan kontainer nasional. Untuk mendukung pengembangan kapasitas operasional, TMAS menyiapkan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp2,5 triliun pada tahun 2026," ujar Ganny.
Perseroan juga tengah mempersiapkan operasional pabrik LNG yang ditargetkan mulai beroperasi pada semester II-2026. Selain itu, TMAS memperluas layanan logistik terintegrasi serta melanjutkan kerja sama build operate transfer (BOT) dengan PT Pelindo Terminal Petikemas untuk memperpanjang dermaga di Tanjung Priok dari 340 meter menjadi 485 meter.
Pada 2026, TMAS menargetkan pendapatan jasa sebesar Rp5,53 triliun atau tumbuh lebih dari 27 persen dibandingkan realisasi 2025 sebesar Rp4,34 triliun. Target tersebut akan didukung melalui pembukaan rute baru, peningkatan tingkat keterisian muatan (load factor), serta efisiensi biaya operasional.
Baca juga : Analisis dan Insight Harga Emas Hari Ini 2 Juni 2026
Kinerja Korporasi
Dari sisi kinerja, TMAS membukukan pendapatan jasa sebesar Rp4,34 triliun pada 2025, naik tipis 0,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan terutama ditopang oleh peningkatan pendapatan domestik yang mencapai Rp4,13 triliun atau tumbuh 2,5 persen secara tahunan.
Sementara itu, laba bersih perusahaan tercatat Rp553 miliar, turun 23,3 persen dibandingkan 2024 yang mencapai Rp722 miliar. Penurunan tersebut dipengaruhi tidak berulangnya keuntungan pelepasan aset tetap yang signifikan pada 2024 serta tekanan volatilitas harga bahan bakar bunker.
Meski demikian, posisi keuangan perusahaan tetap solid. Total aset TMAS meningkat 19,9 persen menjadi Rp5,29 triliun pada akhir 2025, dibandingkan Rp4,41 triliun pada tahun sebelumnya.
Ricky menegaskan bahwa kualitas layanan dan keselamatan armada akan tetap menjadi prioritas utama perusahaan di tengah ekspansi bisnis yang terus dilakukan. "Kualitas layanan dan keselamatan armada tetap menjadi prioritas utama Perseroan mengacu pada standar industri pelayaran nasional maupun internasional," tegasnya.

Chrisna Chanis Cara
Editor
