Tren Ekbis

Cuan MINE Tumbuh 18 Persen di Tengah Dinamika Industri Tambang

  • PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) membukukan pendapatan Rp676,19 miliar pada kuartal I 2026, naik 18,1% ditopang bisnis jasa penambangan dan konstruksi.
IPO Sinar Terang Mandiri - Panji 4.jpg
Direktur Utama PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) Ivo Wangarry, Direktur Arabella Sumendap dan Direktur Ade Irawan didampingi Komisaris Utama Sinjo Jefry Sumendap bersama Direktur Penilaian Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna menyaksikan pergerakan harga saham MINE yang langsung naik 25% menjadi Rp270 sesaat setelah resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia. Senin 10 Maret 2025. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA, TRENASIA.ID – PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) mencatat pertumbuhan pendapatan pada kuartal pertama 2026 di tengah dinamika industri pertambangan. Perusahaan jasa penunjang pertambangan tersebut membukukan pendapatan usaha sebesar Rp676,19 miliar, naik 18,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan pendapatan terutama ditopang segmen jasa penambangan yang menyumbang Rp608,13 miliar atau sekitar 89,9% dari total pendapatan perusahaan. Nilai tersebut tumbuh 9,4% secara tahunan, seiring berlanjutnya aktivitas operasional pada sejumlah proyek pertambangan yang digarap bersama mitra strategis Perseroan.

Direktur Utama PT Sinar Terang Mandiri Tbk, Ivo Wangarry, mengatakan capaian awal tahun mencerminkan upaya perusahaan menjaga kinerja operasional di tengah kondisi industri yang dinamis.

"Perseroan terus berupaya menjaga kinerja tetap positif melalui penguatan operasional, produktivitas, serta kualitas layanan kepada seluruh mitra kerja," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin, 2 Juni 2026.

Laba Tembus Rp61,6 Miliar

Dari sisi profitabilitas, MINE membukukan laba komprehensif sebesar Rp61,63 miliar pada kuartal I 2026. Perseroan menilai capaian tersebut menunjukkan proyek-proyek yang dijalankan masih berjalan sesuai target dan mampu menopang kinerja usaha.

Selain bisnis utama jasa penambangan, segmen jasa konstruksi juga mencatat pertumbuhan. Pendapatan dari lini tersebut mencapai Rp68,06 miliar, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut Ivo, peningkatan tersebut didorong keberlanjutan pekerjaan konstruksi pada sejumlah proyek operasional yang sedang berjalan. "Ke depan, Perseroan akan terus fokus pada optimalisasi pelaksanaan proyek, efisiensi operasional, serta menjaga kualitas pekerjaan agar dapat mendukung kinerja usaha secara berkelanjutan," katanya.

Kinerja MINE pada awal 2026 menunjukkan sektor jasa penunjang pertambangan masih memiliki ruang pertumbuhan di tengah fluktuasi harga komoditas global. Dominasi pendapatan dari jasa penambangan juga mengindikasikan aktivitas produksi tambang nasional masih menjadi penopang utama bisnis perusahaan. 

Tantangan berikutnya adalah menjaga efisiensi operasional dan diversifikasi sumber pendapatan agar pertumbuhan tetap berkelanjutan ketika siklus komoditas mulai berubah.