Tips Hemat Saat BBM Naik, Solusi Imbas Perang AS-Iran
- Imbas perang AS-Iran, pasokan energi dan minyak krisis. Pemerintah akan menyesuaikan harga bbm dan masyarakat disarankan menghemat energi serta pengeluaran.

Maharani Dwi Puspita Sari
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID - Di situasi konflik sengit antara Amerika Serikat (AS) - Iran, salah satu dampak terbesar yang akan terjadi adalah krisis energi yang akan menekan pasokan minyak mentah dan menaikkan harga secara signifikan.
Konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah, yang menjadi wilayah utama produksi dan distribusi minyak dunia dianggap mengganggu aliran energi global. Pada hari Minggu, 1 Maret 2026, Iran resmi menutup tempat strategis seperti Selat Hormuz, yang mengalirkan sekitar 20% perdagangan minyak dunia.
Jika gangguan pasokan terjadi, harga minyak bisa melonjak tajam, bahkan menembus level US$100 per barel. Melansir dari MEMO, Senin, 2 Maret 2026, lonjakan harga minyak berimplikasi langsung pada berbagai sektor ekonomi. Sebagai negara pengimpor minyak mentah, Indonesia akan berada dalam posisi rentan menghadapi kenaikan biaya energi.
Bagi Indonesia, tentunya pemerintah kemungkinan besar akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Hal ini dilakukan sebagai respons terhadap tekanan global dan pembengkakan subsidi yang dikhawatirkan memberatkan anggaran negara.
Dalam kondisi seperti ini, masyarakat diimbau untuk menyikapi kebijakan jika pemerintah memutuskan untuk menaikkan harga BBM secara bijak dan strategis. Kenaikan harga BBM dilakukan dalam upaya membuat subsidi lebih tepat sasaran dan mengurangi pembengkakan alokasi subsidi yang tidak efisien.
Selama kondisi kian memburuk, maka kenaikan harga BBM dan pasokan energi lainya kemungkinan besar akan mengalami peningkatan secara signifikan. Maka dari itu, masyarakat harus bersikap siaga dan hemat untuk mengantisipasi kenaikan harga BBM.
Untuk mempersiapkan seluruh hal tersebut, masyarakat dianjurkan menerapkan prinsip pengelolaan keuangan yang bijak agar tekanan biaya hidup tidak mengikis kapasitas ekonomi keluarga. Melansir dari DJKN Kemenkeu, Senin, 2 Maret 2026, adapun hal yang dapat dilakukan oleh masyarakat khususnya generasi muda yaitu:
1. Tingkatkan budaya hemat

Salah satu cara paling mendasar untuk mengurangi dampak kenaikan harga BBM adalah dengan menekan pengeluaran konsumtif. Misalnya, mengganti kebiasaan jajan di luar dengan memasak di rumah, mengurangi pembelian barang yang tidak penting, atau bahkan menunda pembelian barang sekunder seperti pakaian dan gadget. Gaya hidup hemat ini dapat membantu menjaga anggaran bulanan tetap stabil meskipun harga energi naik secara drastis.
2. Optimalkan penggunaan transportasi umum
Pengeluaran terbesar yang dipengaruhi kenaikan BBM kerap datang dari biaya transportasi. Dalam hal ini, aktivitas harian yang dilakukan dengan menggunakan transportasi pribadi dapat diminimalisir melalui penggunaan transportasi umum.
Jika ingin hemat dan sehat, masyarakat dapat melakukan aktivitas dengan bersepeda atau berjalan kaki untuk menekan pengeluaran bahan bakar secara signifikan.
3. Kurangi aktivitas keluar rumah yang tidak penting

Saat harga BBM, usahakan untuk menghindari aktivitas yang dilakukan di luar rumah, seperti road trip atau melakukan perjalanan jauh. Selain biaya bahan bakar yang bertambah, kenaikan harga energi juga berpotensi memicu kenaikan harga barang dan jasa lainnya. Jika kondisi geopolitik global memanas dan memengaruhi stabilitas ekonomi, daya beli masyarakat bisa ikut tertekan.
Oleh karena itu, masyarakat harus pintar menyusun ulang prioritas pengeluaran dan memastikan setiap aktivitas yang dilakukan memiliki nilai urgensi.
4. Perkuat solidaritas dan gotong royong
Di tengah tekanan ekonomi, semangat solidaritas menjadi kunci ketahanan bersama. Untuk mendukung aktivitas harian, masyarakat dapat memanfaatkan kendaraan bersama keluarga maupun kerabat. Hal ini cukup efektif untuk meringankan beban satu sama lain dan memangkas biaya pembelian BBM yang biasa dilakukan secara pribadi.
Tips ini bertujuan membantu masyarakat terutama generasi muda dan pekerja awal karier dalam merespons kenaikan harga BBM dengan cara yang terukur, produktif dan optimis menghadapi tantangan biaya hidup yang meningkat. Dengan pengelolaan keuangan yang baik, tekanan biaya harian dapat diminimalkan secara tepat dan penuh hati-hati.

Maharani Dwi Puspita Sari
Editor
