Tren Ekbis

Tanpa Penegakan Tegas, Rokok Ilegal Sulit Dikendalikan

  • Rokok ilegal picu kebocoran penerimaan negara dan ganggu industri. Ekonom minta penegakan hukum diperketat agar cukai efektif.
Tidak Main-main, Bea Cukai Musnahkan Jutaan Batang Rokok Ilegal Bernilai Miliaran Rupiah.jpg
Bea Cukai Sibolga melakukan pemusnahan terhadap rokok ilegal. (Bea Cukai Sibolga.)

JAKARTA, TRENASIA.ID -Kasus dugaan suap terkait rokok ilegal yang diungkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi sinyal serius bahwa persoalan cukai bukan sekadar pelanggaran administratif, tetapi sudah masuk kategori kejahatan ekonomi yang berdampak luas.

Ekonom Piter Abdullah menilai kasus ini membuka potensi lemahnya pengawasan dalam sistem cukai, sekaligus mengindikasikan adanya keterkaitan antara praktik rokok ilegal dengan integritas aparat. “Ini momentum penting untuk evaluasi menyeluruh. Dampaknya bukan hanya administrasi, tapi juga penerimaan negara dan stabilitas industri,” ujarnya.

Setiap rokok ilegal tanpa pita cukai berarti potensi penerimaan negara hilang. Di sisi lain, kebijakan pemerintah untuk menekan konsumsi rokok lewat kenaikan cukai menjadi kurang efektif.

Rokok ilegal yang dijual jauh lebih murah membuat konsumen beralih, sehingga tujuan pengendalian konsumsi gagal tercapai. Dampak utama yang terjadi:

  • Penerimaan negara bocor dari cukai
  • Konsumsi rokok sulit ditekan
  • Kebijakan fiskal jadi tidak efektif

Industri Legal Tertekan

Keberadaan rokok ilegal juga menciptakan persaingan tidak sehat. Produsen legal yang patuh membayar cukai harus menghadapi tekanan biaya tinggi, sementara pelaku ilegal bisa menjual lebih murah karena menghindari pajak.

Dalam jangka panjang, kondisi ini berisiko:

  • Menekan produksi industri resmi
  • Mengurangi tenaga kerja
  • Memicu potensi PHK

Solusi: Penegakan Hukum Tak Bisa Ditawar

Menurut Piter, penyesuaian tarif cukai saja tidak cukup. Penegakan hukum yang konsisten justru menjadi faktor paling krusial saat ini.

Tarif yang terlalu tinggi memang bisa memicu penghindaran pajak, tetapi tanpa pengawasan ketat, rokok ilegal tetap akan tumbuh. “Kalau hanya ubah tarif tanpa pengawasan, masalah tidak selesai,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar pemerintah tidak memperumit struktur cukai, misalnya dengan menambah layer tarif baru. Sistem yang terlalu kompleks justru membuka celah manipulasi dan moral hazard.

Kenapa Ini Penting Buat Kamu

Isu ini bukan cuma soal industri, tapi berdampak langsung ke publik:

  • Penerimaan negara turun → bisa pengaruhi anggaran publik
  • Lapangan kerja berisiko berkurang
  • Harga pasar jadi tidak sehat

Kasus yang diungkap KPK harus jadi titik balik. Tanpa penegakan hukum yang tegas dan sistem yang sederhana serta transparan, rokok ilegal akan terus berkembang, merugikan negara, dan menekan industri legal.