Bursa Saham

Prospek Saham Tambang Raksasa 2025: ANTM, ITMG, PTBA, dan MDKA Masih Menjanjikan?

  • Beberapa emiten tambang besar Indonesia, seperti PTBA, ANTM, ITMG, dan MDKA, telah mengungkapkan target produksi 2025. Bagaimana prospek sahamnya? Simak analisis dan rekomendasi terbarunya di sini!
Ilustrasi Bursa - Panji 1.jpg
Layar menampilkan pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis 12 Januari 2023. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA - Beberapa emiten tambang besar Indonesia, seperti PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), telah mengungkapkan target produksi mereka untuk 2025, dengan fokus pada batu bara dan emas.

Proyeksi ini muncul di tengah memasuki musim laporan keuangan untuk tahun penuh 2024, yang akan menjadi gambaran penting bagi kinerja emiten sepanjang tahun tersebut. Lantas, bagaimana untuk rekomendasi sahamnya? 

Pertama emiten batu bara bersandikan PTBA menargetkan produksi batu bara sebesar 50 juta ton pada 2025, dengan penjualan yang diharapkan mencapai 50,1 juta ton dan angkutan sebesar 43,2 juta ton.

"Perseroan menyusun perencanaan ini dengan mempertimbangkan perkembangan pasar terkini dan antisipasi terhadap berbagai faktor eksternal yang dinamis," ujar Sekretaris Perusahaan PTBA, Niko Chandra dalam keterangannya belum lama ini.

Asal tahu saja, PTBA menutup tahun buku 2024 dengan rekor penjualan batu bara tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Total penjualan mencapai 42,9 juta ton, naik 16% dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini ditopang oleh ekspor yang melesat 30% secara tahunan menjadi 20,3 juta ton.

Sementara itu, ANTM berfokus pada produksi emas dengan target yang lebih tinggi pada 2025. Mengacu pada pencapaian pada 2024, ANTM optimis dapat terus memanfaatkan potensi pasar yang masih terbuka lebar. 

Pada tahun buku, ANTM berhasil memproduksi 1.019 kg emas (32.762 troy oz), meskipun sedikit lebih rendah dibandingkan volume pada tahun sebelumnya yang tercatat 1,20 ton (38.838 troy oz). 

Namun, sepanjang 2024, emiten plat merah merah ini berhasil mencatatkan rekor penjualan emas tertinggi, dengan angka mencapai 43,77 juta ton yang melambung 68% secara tahunan dan 128% secara kuartalan.

Kemudian, emiten tambang batu bara bersandikan ITMG menargetkan produksi batu bara sebesar 22 juta ton pada 2025. Target tersebut juga diikuti oleh volume penjualan yang diperkirakan mencapai 27 juta ton. 

Diketahui fokus perusahaan dalam beberapa tahun ke depan akan lebih mengarah pada peningkatan belanja modal (capex) yang diproyeksikan akan naik untuk keperluan pemeliharaan, peningkatan peralatan, dan pengembangan infrastruktur.

Terakhir, MDKA mematok target produksi emas antara 100.000 hingga 110.000 ounce dan tembaga antara 11.000 hingga 13.000 ton pada 2025. Pada 2024, MDKA berhasil memenuhi panduan yang ditetapkan dengan memproduksi 115.867 ounce emas, sementara produksi tembaga mencapai 13.902 ton. 

Hasil ini menunjukkan keberhasilan MDKA dalam mengelola biaya, dengan total cash cost emas sebesar $1.017/oz dan AISC $1.337/oz, sementara harga rata-rata tembaga (ASP) tercatat $2.371/oz.

Rekomendasi Saham

Untuk saham PTBA, Indo Premier Sekuritas mempertahankan peringkat hold dengan target harga Rp2.900 per saham. Meskipun valuasi saham PTBA relatif tinggi, dengan P/E tahun buku 2025 mencapai 6,4x (32% premium dibandingkan dengan UNTR). 

Menurut mereka harga pasar saat ini sudah mencerminkan potensi peningkatan volume kereta api perusahaan. Namun, perlu dicatat bahwa ada beberapa risiko yang harus diperhatikan, seperti eksekusi proyek kereta api Keramasan dan kemungkinan peningkatan biaya tunai akibat transisi bahan bakar dari B35 ke B40.

Di sisi lain, ANTM mendapatkan rekomendasi buy dari Mirae Asset Sekuritas, dengan target harga Rp1.490 dan support di level Rp1.305. Harga emas diperkirakan akan terus menguat, didorong oleh tingginya permintaan, terutama dalam kondisi ketidakpastian global. Kinerja ANTM yang solid sepanjang 2024, dengan pencapaian penjualan emas yang melambung, menjadikan saham ini menarik bagi para investor.

Sedangkan untuk ITMG, Mirae Asset Sekuritas memberikan rekomendasi hold dengan target harga Rp25.500. Perusahaan ini masih menghadapi tekanan harga batu bara, namun optimasi biaya melalui negosiasi kontraktor dan mekanisme pass-through biaya bahan bakar menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam potensi kenaikan harga saham ITMG ke depan.

Terakhir, MDKA mendapatkan rekomendasi Buy on Support dari Phintraco Sekuritas. Target harga saham MDKA dapat menguat jika berhasil bertahan di atas level MA20 (Rp 1.570). Jika saham ini menembus level psikologis Rp1.700, maka potensi rally dapat terbuka lebar.