Tren Ekbis

OCBC Ajak UKM Integrasikan Sustainability ke Model Bisnis lewat Program RISE

  • OCBC luncurkan Program RISE untuk membantu UKM menghadirkan produk sustainable yang kreatif, fungsional, dan bernilai ekonomi. Implementasi riil ekonomi sirkular.
WhatsApp Image 2026-08-05 at 15.13.50.jpeg
(Kiri ke Kanan) Brand & Communication Head PT Bank OCBC NISP Tbk (“OCBC”), Aleta Hanafi; Desainer, Billy Tjong; dan Women's Entrepreneurship Advocate sekaligus Communication Strategist dan Lecturer, Petty S. Fatimah pada acara TunjukIN Baikmu Festival 2026, Rabu (05/08/2026). OCBC memperkenalkan program RISE (Responsible Innovation for Sustainable Everyday Lifestyle), sebuah inisiatif yang menggabungkan kekuatan OCBC Preneurship dan Upcydea Festival untuk mendorong gaya hidup berkelanjutan melalui inovasi produk yang kreatif, fungsional, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Program ini melibatkan 50 UMKM yang mengolah seragam bekas pakai OCBC menjadi berbagai produk bernilai ekonomi, dengan hasil penjualan yang akan disalurkan untuk pembelian benih mangrove. (OCBC)

JAKARTA, TRENASIA.ID – PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) memperkuat komitmennya terhadap ekonomi berkelanjutan melalui peluncuran RISE (Responsible Innovation for Sustainable Everyday Lifestyle). 

RISE adalah sebuah program pemberdayaan usaha kecil dan menengah (UKM) yang mendorong pelaku usaha menghadirkan produk ramah lingkungan yang kreatif, fungsional, dan mudah dijangkau masyarakat.

Inisiatif tersebut lahir di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap isu keberlanjutan. Namun, OCBC menilai tantangan terbesar saat ini bukan lagi membangun kesadaran, melainkan menghadirkan produk berkelanjutan yang benar-benar relevan dengan kebutuhan sehari-hari.

Mengacu pada survei PwC Voice of the Consumer 2025, sebanyak 62% konsumen Indonesia mengaku khawatir terhadap perubahan iklim. Meski demikian, sebagian besar responden mengakui isu lingkungan belum menjadi pertimbangan utama dalam keputusan konsumsi sehari-hari. 

Temuan tersebut menunjukkan masih terdapat kesenjangan antara kesadaran lingkungan dan perilaku konsumen. Melalui RISE, OCBC ingin menjembatani kesenjangan tersebut dengan membantu UKM mengembangkan produk yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan daya tarik pasar.

Brand & Communication Head OCBC Aleta Hanafi mengatakan keberlanjutan akan lebih mudah diterapkan apabila diwujudkan melalui pilihan sederhana yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

"Melalui RISE (Responsible Innovation for Sustainable Everyday Lifestyle), kami ingin menunjukkan bahwa sustainability tidak harus rumit ataupun mahal. Kami percaya perubahan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten," ujar Aleta.

Membina 50 UKM

Program RISE merupakan pengembangan dari dua inisiatif OCBC sebelumnya, yakni OCBC Preneurship dan Upcydea Festival. Dalam pelaksanaannya, bank menggandeng Femalepreneur Indonesia untuk memberikan pelatihan, pendampingan, hingga proses kurasi kepada 50 pelaku UKM, yang terdiri atas 25 usaha kuliner serta 25 pelaku usaha fesyen dan kriya.

Peserta memperoleh pembekalan mengenai inovasi produk, strategi bisnis berkelanjutan, hingga pengembangan model usaha berbasis prinsip environmental, social, and governance (ESG).

Salah satu hasil program tersebut ialah pengolahan seragam bekas karyawan OCBC menjadi material baru yang kemudian diubah menjadi berbagai produk fesyen dan kebutuhan sehari-hari. Produk-produk tersebut dipasarkan kepada karyawan OCBC, sementara hasil penjualannya digunakan untuk mendukung pembelian bibit mangrove.

Sustainability Sebagai Ruang Inovasi

Desainer Billy Tjong, yang menjadi mentor dalam program tersebut, menilai praktik keberlanjutan justru membuka peluang inovasi baru bagi pelaku usaha.

"Perubahan lingkungan, tren, dan perilaku konsumen membuat pelaku usaha harus terus beradaptasi. Bagi saya, sustainability adalah innovation. Ketika kita mampu melihat keterbatasan sebagai peluang, justru di situlah lahir ide, material, dan produk baru yang memiliki nilai ekonomi," katanya.

Senada, Women's Entrepreneurship Advocate sekaligus Communication Strategist Petty S. Fatimah mengatakan konsumen saat ini tidak hanya membeli produk, tetapi juga memperhatikan nilai yang terkandung di baliknya.

"Konsumen saat ini tidak hanya membeli produk, tetapi juga cerita dan nilai di balik produk tersebut. Karena itu, melalui mentorship kami membantu UKM melihat bagaimana material daur ulang dapat diolah menjadi produk yang menarik sekaligus memiliki nilai jual," ujarnya.

Perkuat Ekonomi Sirkular

Program RISE menjadi kelanjutan dari implementasi ekonomi sirkular yang telah dijalankan OCBC sejak 2023. Saat itu perusahaan mulai mengumpulkan seragam bekas karyawan untuk didonasikan.

Program kemudian berkembang pada 2024 melalui pengembangan produk hasil upcycle bersama mitra CSR. Seluruh keuntungan penjualan dialokasikan untuk pembelian bibit mangrove. Pada 2025, OCBC meluncurkan Upcydea Festival, yang berhasil mengolah 256 kilogram seragam batik bekas menjadi berbagai produk fesyen.

Program tersebut menghasilkan penjualan sekitar Rp43,7 juta, yang seluruhnya disalurkan untuk mendukung penanaman 2.185 pohon mangrove. Inisiatif itu diperkirakan mampu memberikan manfaat lingkungan berupa pengimbangan sekitar 258,89 kilogram emisi karbon setara CO2 (CO2e).

Memasuki 2026, implementasi ekonomi sirkular diperluas hingga cabang Semarang melalui peluncuran RISE agar semakin banyak UKM memperoleh akses pembelajaran mengenai inovasi bisnis berkelanjutan.

Menurut OCBC, program tersebut diharapkan dapat mendorong lebih banyak pelaku usaha memandang sustainability bukan sebagai beban tambahan, melainkan peluang untuk menciptakan produk bernilai tambah sekaligus memperkuat daya saing bisnis di tengah meningkatnya permintaan terhadap produk yang lebih ramah lingkungan.