Langkah Memulai Bisnis Pertama, Ini Yang Perlu Dilakukan
- Bisnis pertama yang sukses adalah bisnis yang berani dimulai, dipelajari dari kesalahannya, dan dijalankan dengan disiplin.

Muhammad Imam Hatami
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID - Membangun usaha pertama kerap menjadi langkah paling menantang bagi calon wirausahawan. Minim pengalaman, keterbatasan modal, serta ketidakpastian pasar membuat banyak orang ragu untuk memulai.
Namun para praktisi bisnis sepakat, bisnis pertama yang sukses bukanlah yang paling sempurna, melainkan yang berani dimulai dan dijalankan secara konsisten.
Berbagai kajian kewirausahaan menunjukkan risiko kegagalan dapat ditekan jika usaha dibangun secara bertahap dan terencana.
Dikutip TrenAsia dari laman platform fintech peer-to-peer (P2P) lending, Amarthar, Senin, 19 Januari 2026, proses memulai bisnis umumnya terbagi dalam tiga fase utama, persiapan awal, eksekusi, dan pertumbuhan.
Baca juga : Langkah Memulai Bisnis Pertama, Ini Yang Perlu Dilakukan
Tentukan Arah Usaha
Pada fase persiapan, calon pelaku usaha disarankan fokus pada perencanaan sebelum mengeluarkan modal. Menemukan ide bisnis yang sesuai dengan minat dan keahlian menjadi langkah awal yang krusial, terutama jika ide tersebut mampu menjawab kebutuhan pasar.
Riset pasar juga menjadi fondasi penting. Mengenali calon pelanggan, memahami kekuatan dan kelemahan pesaing, serta membaca tren industri akan membantu pelaku usaha menghindari kesalahan mendasar.
Dari proses ini kemudian disusun rencana bisnis sederhana yang memuat visi, target pasar, strategi pemasaran, hingga proyeksi keuangan dasar.
rencana bisnis bukan untuk memprediksi masa depan secara sempurna, tetapi untuk mengurangi kejutan yang tidak perlu.
Eksekusi: Dari Ide ke Operasional
Setelah landasan terbentuk, fase eksekusi menjadi tahap paling krusial. Pelaku usaha perlu mengurus legalitas, menentukan bentuk usaha, serta melindungi merek dagang agar memiliki kepastian hukum.
Pada saat yang sama, pengelolaan modal harus dilakukan secara disiplin, termasuk memisahkan keuangan pribadi dan bisnis.
Uji pasar sebelum produksi skala penuh juga menjadi strategi penting. Dengan menguji produk kepada calon pelanggan, pelaku usaha dapat memperoleh masukan langsung dan memperbaiki kualitas sebelum peluncuran resmi. Pemasaran kemudian dilakukan secara terarah, menyesuaikan karakter target konsumen.
Dalam tahap ini, prinsip yang sering digaungkan adalah, bisnis pertama tidak harus langsung besar, yang penting bertahan dan terus berjalan.
Bertumbuh Lewat Evaluasi dan Inovasi
Memasuki fase pertumbuhan, evaluasi rutin menjadi kunci agar usaha tetap relevan. Umpan balik pelanggan, laporan keuangan, dan kinerja operasional perlu ditinjau secara berkala. Dari proses evaluasi inilah inovasi lahir, baik dalam bentuk pengembangan produk, peningkatan layanan, maupun efisiensi proses kerja.
Selain itu, membangun jaringan dengan komunitas usaha dan mitra strategis membuka peluang kolaborasi serta ekspansi. Setelah bisnis stabil, pelaku usaha dapat mulai mempertimbangkan perluasan pasar atau diversifikasi produk.
Para mentor kewirausahaan kerap mengingatkan bahwa bisnis pertama jarang langsung sempurna, tetapi menjadi sekolah paling mahal dan paling berharga bagi seorang pengusaha.
Baca juga : Kian Berkibar, IHSG Hari Ditutup Naik di 9.133,87
Modal, Konsistensi, dan Keberanian
Soal permodalan, pilihan yang tersedia cukup beragam, mulai dari tabungan pribadi, pinjaman perbankan, program pemerintah, investor, hingga skema pre-order. Namun para praktisi sepakat bahwa skala kecil dan fokus pada satu usaha jauh lebih aman dibanding mencoba banyak bisnis sekaligus.
Pada akhirnya, kunci utama memulai usaha bukan hanya modal, melainkan konsistensi dan keberanian mengambil langkah pertama. Bisnis pertama yang sukses adalah bisnis yang berani dimulai, dipelajari dari kesalahannya, dan dijalankan dengan disiplin.
Bagi calon wirausahawan, pesan utamanya sederhana, rencana penting, eksekusi menentukan, dan ketekunan menjadi pembeda antara usaha yang berhenti di tengah jalan dan usaha yang bertahan.

Muhammad Imam Hatami
Editor
