Tren Pasar

IHSG Slay! Waktunya HAKA BBRI, ADMR & PTRO?

  • IHSG bentuk Golden Cross dan berpotensi uji 8.725. Phintraco Sekuritas rekomendasikan saham BBRI, PTRO, BREN, ADMR, dan AMMN jelang 2026.
Aktifitas Bursa Saham - Panji 4.jpg
Pekerja berjalan di depan layar yang menampilkan pergerakan saham di Mail Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta 17 Oktober 2023. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA, TRENASIA.ID – Indeks Harga Saham Gabungan berhasil ditutup menguat signifikan ke level 8.644 pada perdagangan awal pekan kemarin. Kenaikan sebesar 1,25% yang didorong oleh sektor cyclical membawa angin segar optimisme bagi para pelaku pasar domestik saat ini. 

Secara teknikal indikator Stochastic RSI telah membentuk pola Golden Cross di area jenuh jual saat ini. Sinyal positif ini diperkuat oleh terjadinya penyempitan pada slope negatif indikator MACD harian indeks saham gabungan. "IHSG ditutup di atas level MA5 dan MA20," tulis riset Phintraco pada Selasa, 30 Desember 2025. .

Phintraco Sekuritas memperkirakan penguatan indeks berpotensi berlanjut menguji level resistensi 8.670 hingga 8.725 hari ini. Namun nilai tukar Rupiah justru melemah ke level Rp16.788 per dolar Amerika Serikat di pasar spot kemarin sore. "Penguatan IHSG berpotensi berlanjut menguji level resistance," jelasnya. 

1. Wall Street Profit Taking

Berbeda dengan domestik indeks utama di bursa Wall Street justru ditutup melemah pada perdagangan awal pekan. Koreksi ini dipicu oleh aksi ambil untung investor pada saham sektor teknologi jelang akhir tahun ini. "Pelemahan indeks antara lain dipicu oleh koreksi pada saham sektor teknologi," kata Phintraco.

Volume perdagangan tercatat relatif lebih rendah karena pelaku pasar mulai memasuki masa liburan Tahun Baru nanti. Kondisi likuiditas yang tipis ini membatasi pergerakan arah indeks saham utama Amerika Serikat tersebut saat ini. "Wall Street juga sedang berada di tengah periode reli Santa Claus," tambah mereka.

Sejarah mencatat bahwa indeks S&P 500 rata-rata mengalami kenaikan pada periode spesifik akhir tahun perdagangan ini. Reli biasanya terjadi pada lima hari perdagangan terakhir tahun berjalan dan dua hari pertama tahun baru. Statistik historis ini memberikan harapan bagi pergerakan pasar saham global ke depan.

2. Minyak Naik, Emas Turun

Harga minyak mentah dunia kembali menguat akibat potensi gangguan pasokan yang terjadi di wilayah Timur Tengah. Ketegangan geopolitik meningkat di Yaman serta tuduhan serangan pesawat tak berawak antara Rusia dan Ukraina. "Harga minyak mentah menguat karena potensi gangguan pasokan," tulis riset itu.

Di sisi lain harga komoditas emas dan perak justru mengalami koreksi wajar pada perdagangan kemarin sore. Penurunan ini terjadi setelah logam mulia tersebut sempat mencapai level harga tertinggi baru pada sesi sebelumnya. "Harga emas dan perak mengalami koreksi setelah sebelumnya mencapai level tertinggi," catatnya.

Imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor 10 tahun terpantau turun 2 basis poin saat ini. Yield surat utang negara tersebut kini berada di level 4,108 persen di pasar sekunder global kemarin. "U.S. 10-year Bond Yield turun 2 bps di level 4.108%," lapor Phintraco Sekuritas.

3. Ekspektasi The Fed 2026

Sentimen pasar global didukung oleh ekspektasi bahwa The Fed mendekati akhir siklus pengetatan moneter ketat mereka. Investor kini memperkirakan adanya penurunan suku bunga acuan bank sentral pada tahun 2026 mendatang nanti. "Sentimen juga didukung oleh ekspektasi bahwa the Fed mendekati akhir siklus pengetatan," jelas analis.

Rilis data inflasi yang lebih rendah dalam beberapa pekan terakhir menjadi sinyal positif bagi pasar saham. Bank sentral Amerika Serikat diprediksi dapat mulai melonggarkan kebijakan moneter mereka pada tahun depan nanti. "Data inflasi yang lebih rendah dalam beberapa pekan terakhir telah memperkuat spekulasi," tambahnya.

Mata uang Yen Jepang terpantau menguat terhadap dolar karena pertimbangan kebijakan suku bunga domestik mereka. Pasar valuta asing sedang menimbang waktu kenaikan suku bunga tambahan oleh Bank of Japan saat ini. "Yen Jepang menguat karena pasar mempertimbangkan waktu kenaikan suku bunga tambahan," ungkap riset tersebut.

4. Data Ekonomi Domestik

Pada awal tahun 2026 investor akan mencermati sejumlah data indikator ekonomi penting dari dalam negeri. Indeks S&P Global Manufacturing PMI bulan Desember diperkirakan sedikit naik ke level 53,6 poin bulan ini. "Indeks S&P Global Manufacturing PMI bulan Desember 2025 diperkirakan sedikit naik," prediksi Tim Riset.

Sementara itu tingkat inflasi bulan Desember diperkirakan akan berada di level 0,2% secara bulanan. Angka ini menunjukkan kenaikan tipis dibandingkan realisasi inflasi bulan November yang sebesar 0,17% secara bulanan. "Sedangkan inflasi Desember diperkirakan menjadi 0.2% MoM," tulis Phintraco Sekuritas dalam laporannya.

Inflasi inti tahunan diprediksi akan melandai menjadi 2,2% dari sebelumnya 2,36% bulan lalu. Secara tahunan inflasi Desember diperkirakan sebesar 2,5 persen atau lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tinggi. "Inflasi inti diperkirakan melandai menjadi 2.2% YoY dari 2.36% YoY," jelas riset tersebut.

5. Rekomendasi Saham Pilihan

Phintraco Sekuritas merilis daftar saham pilihan atau top picks untuk perdagangan hari Selasa 30 Desember ini. Saham perbankan raksasa PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi salah satu rekomendasi utama analis sekuritas. Selain itu saham sektor energi dan mineral juga mendominasi daftar pilihan tersebut.

Investor disarankan untuk mencermati pergerakan saham PT Petrosea Tbk (PTRO) dan PT Barito Renewables Energy. Saham pertambangan PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) juga masuk dalam radar pantauan sekuritas untuk perdagangan hari ini. "Top picks hari ini meliputi BBRI, PTRO, BREN, ADMR," tulis Phintraco Sekuritas.

Rekomendasi terakhir ditujukan pada saham emiten tambang tembaga PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang potensial. Pelaku pasar perlu memperhatikan level support IHSG di angka 8.550 sebagai batas pengaman risiko perdagangan. Strategi perdagangan harian harus tetap disiplin mengikuti pergerakan teknikal harga pasar saham.