Tren Pasar

IHSG Mulai Konsolidasi, ANTM hingga BRMS jadi Primadona

  • JAKARTA, TRENASIA.ID – Riset teknikal Ciptadana Sekuritas Asia menilai peluang trading jangka pendek masih terbuka di tengah potensi konsolidasi Indeks Harga Sa
Ilustrasi IHSG Bursa Efek Indonesia-09.jpg
Karyawan melintas di dekat layar daftar perusahaan member IDX yang sudah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 7 Juni 2022. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA, TRENASIA.ID – Riset teknikal Ciptadana Sekuritas Asia menilai peluang trading jangka pendek masih terbuka di tengah potensi konsolidasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) setelah mencetak rekor tertinggi baru. 

Dalam laporan terbarunya pada Rabu, 21 Januari 2026, Ciptadana merekomendasikan empat saham untuk strategi speculative buy, yakni PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO), dan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG).

Saham ANTM dinilai masih berada dalam fase penguatan yang solid. Pada perdagangan Selasa (20/1), saham emiten tambang emas dan nikel ini ditutup menguat 3% di level Rp4.120. Secara teknikal, ANTM berhasil menembus descending channel jangka panjang dan membentuk pola higher high serta higher low, yang menegaskan momentum bullish masih terjaga. Area Rp4.200–4.300 menjadi target kenaikan terdekat, sementara support jangka pendek berada di kisaran Rp3.950. Ciptadana merekomendasikan speculative buy di Rp4.120 dengan stop loss di Rp3.940.

Rekomendasi serupa juga diberikan untuk BRMS. Saham ini melonjak 6,5% dan ditutup di level Rp1.310. Pergerakan harga menunjukkan tren naik yang kuat setelah menembus zona akumulasi jangka panjang. Struktur kenaikan yang konsisten membuka peluang BRMS untuk melanjutkan penguatan menuju area Rp1.450–1.500. Namun, investor tetap perlu mencermati resistance terdekat di kisaran Rp1.335–1.350. Support jangka pendek tercatat di Rp1.225, dengan rekomendasi stop loss di Rp1.220.

Sementara itu, saham CLEO bergerak lebih hati-hati. Pada penutupan perdagangan Selasa, CLEO menguat tipis 1,75% ke level Rp464. Secara teknikal, harga masih bergerak di dalam descending channel, dengan pola candlestick berbody kecil yang mencerminkan momentum lemah. Meski demikian, kondisi ini membuka peluang pembentukan dasar harga. Perubahan tren baru akan terkonfirmasi jika CLEO mampu menembus dan bertahan di atas Rp520, dengan konfirmasi lebih kuat di atas Rp550. Support utama berada di Rp448, sementara target jangka pendek berada di Rp480.

Adapun SRTG mulai menunjukkan sinyal pembalikan tren setelah lama berada dalam tekanan. Saham ini ditutup naik 0,55% di level Rp1.825. Ciptadana mencatat telah terjadi breakout dari trendline menurun, menandai berakhirnya fase bearish. Saat ini, SRTG bergerak konsolidatif di atas area breakout, sebuah pola yang umumnya bersifat bullish. Support jangka pendek berada di Rp1.780, dengan target kenaikan di Rp1.915 hingga Rp2.000.

Grafik Pergerakan IHSG
 

Illustration

Sumber: Ciptadana Sekuritas

Dari sisi indeks, IHSG pada perdagangan Selasa (20/1) ditutup naik tipis 0,01% ke level 9.135, kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Sepanjang sesi, IHSG bergerak di rentang 9.120 hingga 9.174, dengan saham BRMS, EMAS, dan EXCL menjadi penggerak utama.

Ciptadana menilai IHSG masih berada dalam tren naik yang sehat, ditopang pergerakan dalam ascending channel yang jelas. Namun, setelah mencetak all time high, indeks berpeluang memasuki fase konsolidasi jangka pendek. Indikator stochastic yang mulai bergerak turun dari area overbought mengindikasikan potensi koreksi minor sebelum tren naik berlanjut.

Selama IHSG mampu bertahan di atas level 8.715, peluang pengujian ulang level 9.174 tetap terbuka, dengan potensi target lanjutan di kisaran 9.300–9.400. Support terdekat berada di area 9.025, yang saat ini menjadi zona konsolidasi pasar.