Tren Pasar

Fakta Ekspansi CUAN 2025: Dari Listrik hingga Tambang SINI

  • Sepanjang 2025, Grup Prajogo Pangestu (CUAN & PTRO) agresif akuisisi aset: Green District International, HBS, Scan-Bilt, hingga negosiasi SINI.
1715600405583.jpg
Prajogo Pangestu Bos Barito Pacific (Dok/Ist)

JAKARTA, TRENASIA.ID – Sepanjang tahun 2025 PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) milik konglomerat Prajogo Pangestu melancarkan sederet aksi ekspansi yang sangat agresif. Emiten ini mencatatkan berbagai akuisisi strategis mulai dari saham PT Green District International hingga rencana pengambilalihan PT Singaraja Putra Tbk. Aksi korporasi ini memperkuat posisi bisnis grup.

Menjelang penutupan tahun 2025 manajemen mengumumkan proses negosiasi pengambilalihan mayoritas saham SINI yang masih berlangsung saat ini. CUAN membidik porsi kepemilikan saham minimal sebesar 51 persen untuk menjadi pengendali baru emiten tambang tersebut nantinya. "Rencana pengambilalihan bertujuan memperkuat aset," kata Michael pada Senin, 29 Desember 2025.

Langkah ekspansi anorganik ini tidak hanya dilakukan oleh induk usaha melainkan juga oleh anak usahanya yakni PT Petrosea Tbk. Perusahaan jasa pertambangan ini merampungkan akuisisi beberapa aset global strategis guna mendongkrak kinerja keuangan di masa depan. Sinergi ini menciptakan ekosistem pertambangan terintegrasi.

1. Gebrakan PTRO di Agustus

Perjalanan tahun 2025 diwarnai oleh manuver agresif PTRO yang menandatangani perjanjian pembelian seluruh saham HBS PNG Limited pada bulan Agustus. Total nilai transaksi pembelian tersebut mencatatkan angka fantastis 40 juta dolar Australia atau sekitar 25,76 juta dolar AS. Aksi korporasi ini memperluas jangkauan operasional perusahaan.

Masih pada bulan yang sama PTRO juga mengumumkan akuisisi perusahaan sektor EPCI Hafar Group bersama dengan emiten afiliasi RAJA. Dalam skema ini PTRO mengambil porsi 51 persen saham sedangkan RAJA mencaplok sisa 49 persen sahamnya. Kolaborasi ini memperkuat lini bisnis konstruksi secara signifikan.

Sinergi antara emiten yang terafiliasi dengan Happy Hapsoro dan Prajogo Pangestu ini menandai tonggak penting perjalanan ekspansi sepanjang tahun ini. Konsolidasi laporan keuangan Hafar Group diharapkan memberikan kontribusi positif terhadap laba bersih konsolidasian perseroan ke depan. Margin entitas baru diprediksi sehat.

2. Ekspansi Energi di Oktober

Memasuki kuartal keempat tahun 2025 tepatnya tanggal 10 Oktober CUAN mengumumkan aksi ekspansi anorganik melalui anak usahanya PT Volta Daya Energi. Perseroan menyelesaikan akuisisi 90 persen saham PT Green District International guna mengembangkan proyek pembangkit listrik berkapasitas besar. Transaksi ini memperluas portofolio aset energi perseroan.

PT Green District International diketahui akan mengembangkan proyek pembangkit listrik berkapasitas 680 Megawatt di kawasan industri terintegrasi Feni Haltim saat ini. Lokasi proyek strategis ini berada di wilayah Halmahera Timur Maluku Utara yang kaya sumber daya mineral. Proyek ini mendukung hilirisasi industri nasional.

Selesainya transaksi akuisisi tersebut menempatkan CUAN sebagai pemegang saham mayoritas mutlak di dalam struktur kepemilikan PT Green District International pada tahun ini. Langkah ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi bisnis perseroan ke sektor infrastruktur pendukung pertambangan dan industri energi. Aset produktif perseroan kini bertambah.

3. Aksi Lanjutan di November

Tidak berhenti di situ PTRO kemudian menyelesaikan proses pengambilalihan 60 persen saham Scan-Bilt Pte Ltd dari TCAL Engineering pada bulan November. Nilai akuisisi strategis tersebut tercatat sebesar 10,3 juta dolar Singapura atau setara dengan 8,03 juta dolar AS. Langkah ini memperkuat kapabilitas teknis.

Aksi korporasi tersebut diestimasi akan mendongkrak peningkatan pendapatan perusahaan hingga 13 persen secara tahunan pada tahun depan nanti. Pertumbuhan EBITDA juga diproyeksikan mencapai angka 12 persen pada tahun buku 2026 yang akan segera datang. "EBITDA margin diharap meningkat menjadi 22%," ujar Ruddy pada Senin (6/10).

Manajemen memproyeksikan margin mandiri dari entitas baru tersebut bisa berada di level yang sangat sehat secara finansial ke depannya. Target margin diharapkan berada di kisaran 30 persen hingga 34 persen pada periode tahun 2026 nanti. "Ini sejalan dengan margin HBS," tambah Ruddy dalam paparannya.

4. Penutup Tahun dengan SINI

Klimaks perjalanan ekspansi tahun 2025 ditutup dengan pengumuman proses negosiasi pengambilalihan saham mayoritas SINI oleh manajemen CUAN. Melalui negosiasi ini manajemen membidik peningkatan porsi kepemilikan hingga mencapai angka minimal 51 persen saham perseroan. "Rencana pengambilalihan bertujuan memperluas jaringan usaha," ujar Michael pada Senin, 29 Desember 2025.

Sebelumnya CUAN telah memiliki 19,99 persen saham SINI secara tidak langsung melalui entitas anak usahanya sendiri sebelum negosiasi ini. Dengan target kepemilikan mayoritas tersebut CUAN bakal resmi menjadi pengendali baru emiten tambang batu bara tersebut. Aksi ini mengubah peta kendali perusahaan.

Konsolidasi SINI ke dalam ekosistem bisnis CUAN diperkirakan akan menjadikan Petrindo sebagai raksasa perusahaan batu bara baru di Indonesia. Total cadangan batu bara termal dan metalurgi grup diproyeksikan mencapai angka fantastis 378 juta ton pasca akuisisi. Posisi pasar perseroan semakin kuat.

5. Menatap Prospek 2026

Menatap tahun 2026 SINI sedang mengajukan permohonan rencana jumlah produksi batu bara yang cukup signifikan dalam RKAB mereka. Anak usaha PT Pasir Bara Prima menargetkan 900.000 ton sedangkan PT Persada Kapuas Prima membidik 1,5 juta ton produksi. Target ini mendongkrak kinerja grup.

Kegiatan operasional tambang tersebut didukung oleh kerja sama erat dengan emiten jasa pertambangan PT Petrosea Tbk dalam satu ekosistem. CUAN sendiri tercatat sebagai pemegang saham pengendali PTRO melalui anak usahanya yakni PT Kreasi Jasa Persada. "Bagian dari strategi pengembangan usaha," tegas Michael dalam siaran pers.

Integrasi jasa pertambangan dan kepemilikan aset batu bara menciptakan efisiensi operasional tinggi bagi grup usaha dalam jangka panjang. Investor merespons positif rangkaian aksi korporasi ini sebagai sinyal kuat pertumbuhan di masa depan nanti. Prospek emiten terlihat sangat menjanjikan sekali.